Mengapa Jerawat Muncul saat Stres?

Anisya FandiniDiterbitkan 21 Januari 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Jerawat adalah masalah kulit yang sering muncul di usia remaja, tetapi banyak orang dewasa juga mengalaminya, terutama saat mengalami stres. Stres tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga berdampak pada kesehatan kulit, termasuk memicu timbulnya jerawat.

Hubungan antara stres dan jerawat sering kali terkait dengan perubahan hormon, peradangan, dan kebiasaan buruk yang muncul saat stres. Ketika tubuh mengalami tekanan emosional, produksi hormon tertentu meningkat, memengaruhi produksi minyak di kulit dan memicu penyumbatan pori-pori.

Memahami penyebab jerawat saat stres dapat membantu mengatasi masalah kulit dengan lebih tepat. Dengan mengelola stres dan merawat kulit secara benar, munculnya jerawat dapat dikurangi, sehingga kulit tetap sehat dan terlihat segar. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan jerawat muncul saat stres.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

1. Peningkatan Hormon Kortisol

Peningkatan hormon kortisol dapat menyebabkan jerawat./Foto: Freepik

Saat mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Kortisol berperan dalam meningkatkan produksi minyak (sebum) di kulit, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.

Sebum yang berlebihan ini menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang. Akibatnya, munculnya jerawat, baik komedo maupun inflamasi, menjadi lebih sering terjadi ketika seseorang sedang stres.

3 dari 4 halaman

2. Peradangan dan Sistem Kekebalan Tubuh

Bekas jerawat tak harus jadi masalah permanen, dengan cara yang efektif dan tepat bekas jerawat dapat memudar (Foto: Barbara Krysztofiak/Unsplash)

Stres kronis dapat memicu respons peradangan dalam tubuh. Peradangan ini membuat kulit lebih sensitif, mudah kemerahan, dan rentan terhadap jerawat.

Selain itu, stres juga dapat menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan bakteri dan infeksi pada kulit. Hal ini membuat kulit sulit pulih dari jerawat dan memperlambat proses penyembuhan.

4 dari 4 halaman

3. Kebiasaan Buruk saat Stres

Ilustrasi jerawat hormonal pada remaja. (c) NewAfrica/Depositphotos.com

Selain faktor hormon dan peradangan, stres sering membuat seseorang melakukan kebiasaan buruk yang memengaruhi kulit, seperti menyentuh wajah berlebihan, kurang tidur, atau makan makanan tidak sehat.

Kebiasaan ini dapat memperparah jerawat dan membuat kulit tampak kusam. Mengelola stres dengan olahraga ringan, tidur cukup, dan pola makan seimbang dapat membantu mengurangi risiko jerawat akibat stres.

Jerawat yang muncul saat stres disebabkan oleh kombinasi hormon, peradangan, dan kebiasaan yang memengaruhi kesehatan kulit. Dengan mengenali pemicu dan mengelola stres secara tepat, munculnya jerawat bisa diminimalkan. Perawatan kulit yang rutin, pola hidup sehat, dan manajemen stres menjadi kunci untuk kulit tetap bersih dan sehat.