Bukan Cuma Gaya Hidup, Penurunan Hormon Akibat Penuaan Juga Bisa Sebabkan Penyakit Kardiovaskular

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 15 Januari 2026, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global. Menurut data dari WHO dan Global Burden of Disease tercatat sebanyak 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular pada 2022. Angka ini mewakili sekitar 32% dari total kematian secara global. Dari jumlah kematian tersebut, 85% disebabkan serangan jantung dan stroke dipicu penyakit CVD.

Banyak ahli menyebut penyakit kardiovaskular terjadi akibat gaya hidup yang buruk. Namun dr. Ivonne Andriani Santoso, M.Biomed (AAM) dalam pembukaan klinik Steros Men's Health & Anti Aging Clinic menyebut penyakit kardiovaskular juga bisa terjadi karena adanya penurunan hormon, terutama hormon testosteron pada pria. Testosteron sendiri tidak hanya berperan pada fungsi reproduksi melainkan juga memengaruhi metabolisme tubuh pria. Sehingga ketika kadar testosteronnya rendah dapat meningkatkan lemak visceral, gangguan kolesterol, tekanan darah tinggi, hingga inflamasi kronis.

Lebih dari itu, Andrologist dan Seksolog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM menyebut penurunan hormon sendiri bisa mulai terjadi pada usia muda.

"Hal inilah lantas menjadi penyebab utama terjadinya proses penuaan. Manusia menjadi tua karena hormon berkurang, bukan sebaliknya, berkurang karena manusia menjadi tua. Jadi sangat berbeda usia kronologis karena penambahan umur sesuai tahun kelahiran dengan usia fisiologis atau usia berdasarkan fungsi sistem organ tubuh,” kata Andrologist dan Seksolog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Penuaan Bikin Hormon Berkurang

Penyebab proses penuaan terbagi menjadi dua. Faktor internal terjadi akibat hormon berkurang atau tidak seimbang, radikal bebas, glokosis, metilasi, apoptosis, sistem imun, kerusakan DNA, dan gen. Sementara faktor eksternal meliputi pola hidup dan diet tidak sehat, kebiasaan buruk, polusi lingkungan, dan stres.

Terdapat tiga fase lambat proses penuaan, meliputi fase subklinis pada rentang usia 25-35 saat hormon mulai berkurang, fase transisi pada usia 35-45 ketika hormon menurun 25%, dan fase klinis pada usia 45 lebih saat hormon terus berkurang. Gejala keluhan akibat kadar testoteron berkurang disebut Testoterone Deficiency Syndrome (TDS). Pada usia lanjut, gejala tersebut dikenal sebagai Androgen Deficiency in Aging Male (ADAM) atau Partial Deficiency in Aging Male (PADAM) juga disebut Late-Onset Hypogonadisme (LOH).

“Penurunan kadar Testoteron pada pria mengakibatkan pula gangguan terhadap kenyamanan hidup, seperti kelelahan depresi, kebingungan, perasaan panas, dan keringat pada malam hari,” kata Prof. Wimpie.

 

3 dari 3 halaman

Perawatan Non Invasif

Ternyata penurunan hormon akibat penuaan juga bisa sebabkan penyakit kardiovaskular (Steros Clinic)

Penting bagi pria untuk menguatkan kemampuan diri dalam menepis gangguan kenyamanan hidup ketika pada kesehariannya harus mengambil keputusan penting dalam bisnis, mengembangkan karier, dan membangun koneksi sosial. Pengambilan keputusan penting acap terganggu karena masalah-masalah non-teknis bukan lagi melibatkan perhitungan matang berikut strategi tetapi kematangan mood dan emosi yang ditopang hormon.

“Steros menyediakan perawatan penggantian hormon untuk pria dengan testosteron rendah dan masalah hormonal lainnya. Dengan pendekatan medis nan ilmiah, perawatan kami membantu meningkatkan energi, vitalitas, dan kualitas hidup. Selain itu, terdapat pula perawatan anti-aging untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dengan menggunakan teknologi non-invasif untuk meremajakan kulit, meningkatkan elastisitas, dan menjaga agar tetap muda,” kata dokter pengampu Hormon in Balance & Anti-Aging Klinik Pratama Steros dr. Donny Firdaus.

Steros sebagai sebagai pelopor layanan kesehatan dan anti-aging pria membantu tidak hanya solusi tebaik bagi pria di masa prime, tetapi juga membangun koneksi kuat terhadap pasangan sehingga ikatannya menjadi lebih kuat, berkualitas, dan harmonis