Ini Cara Mencegah Si Kecil Tersedak

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 19 Januari 2026, 22:25 WIB

ringkasan

  • Anak di bawah 5 tahun, terutama bayi di bawah 1 tahun, sangat rentan tersedak oleh makanan atau benda kecil yang dapat menghalangi jalan napas dan berpotensi fatal.
  • Pencegahan efektif melibatkan penghindaran makanan berisiko tinggi dan penyiapan yang tepat, serta menjauhkan benda non-makanan berbahaya seperti balon dan koin dari jangkauan anak.
  • Menciptakan lingkungan makan yang aman dengan pengawasan ketat dan mempelajari CPR serta manuver Heimlich adalah langkah krusial untuk melindungi si kecil dari bahaya tersedak.

Fimela.com, Jakarta - Bahaya tersedak merupakan ancaman serius bagi keselamatan anak-anak, terutama bayi dan balita. Insiden tersedak terjadi ketika makanan atau benda kecil secara tidak sengaja menyumbat saluran napas, menghalangi aliran udara ke paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian jika otak kekurangan oksigen lebih dari empat menit.

Sebagian besar kasus tersedak yang fatal menimpa anak-anak di bawah usia lima tahun, dengan dua pertiga korbannya adalah bayi di bawah satu tahun. Saluran napas bayi yang masih sangat muda hanya berdiameter sekitar seperempat inci, membuatnya sangat rentan terhadap sumbatan.

Oleh karena itu, Sahabat Fimela, sangat penting untuk memahami risiko serta langkah-langkah pencegahan yang tepat. Artikel ini akan membahas secara komprehensif bagaimana Cara Mencegah Tersedak pada Si Kecil, baik dari makanan maupun benda non-makanan, serta tindakan darurat yang perlu Anda ketahui.

2 dari 5 halaman

Waspada Makanan Berisiko Tinggi dan Penyiapannya

Anak-anak di bawah usia empat tahun, atau mereka yang memiliki gangguan mengunyah dan menelan, menghadapi risiko lebih tinggi untuk tersedak makanan. (Foto: Providence Doucet/Unsplash)

Anak-anak di bawah usia empat tahun, atau mereka yang memiliki gangguan mengunyah dan menelan, menghadapi risiko lebih tinggi untuk tersedak makanan. Beberapa jenis makanan memiliki karakteristik khusus seperti keras, bulat, kenyal, licin, kecil, lengket, atau meruncing, yang meningkatkan potensi tersedak.

Makanan-makanan ini sebaiknya dihindari atau disiapkan dengan sangat hati-hati untuk anak di bawah empat tahun. Contohnya termasuk sosis/hot dog yang harus dipotong memanjang, bukan bulat; anggur utuh dan buah bulat kecil lainnya seperti ceri atau tomat ceri yang perlu dibelah dua atau lebih kecil; permen keras, lengket, atau kenyal; kacang-kacangan dan biji-bijian utuh; popcorn; marshmallow; serta sayuran mentah keras seperti wortel atau apel.

Untuk mencegah tersedak, potong makanan untuk bayi dan anak kecil menjadi potongan tidak lebih besar dari setengah inci, atau sekecil ujung jari Anda. Ubah bentuk makanan silinder seperti sosis atau keju stik menjadi strip tipis memanjang. Masak sayuran keras hingga cukup lunak untuk ditusuk garpu, lalu haluskan atau lumatkan. Buang semua lemak, kulit, dan tulang dari daging atau ikan. Oleskan selai kacang tipis-tipis pada roti panggang, hindari memberikannya sesendok penuh.

Pada awalnya, makanan yang dihaluskan, dilumatkan, atau disaring dengan tekstur sangat lembut lebih mudah dikonsumsi bayi. Perkenalkan makanan dengan tekstur lebih kental dan kasar secara bertahap seiring perkembangan kemampuan makan bayi Anda.

3 dari 5 halaman

Jauhkan Benda Non-Makanan Berbahaya dari Jangkauan Si Kecil

Selain makanan, benda-benda kecil dan mainan juga merupakan penyebab utama insiden tersedak pada anak. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sering memasukkan benda apa pun ke dalam mulut mereka, sehingga pengawasan ketat sangat diperlukan.

Beberapa benda rumah tangga yang berisiko tinggi menyebabkan tersedak dan harus dijauhkan dari jangkauan bayi dan anak-anak meliputi: balon lateks (terutama yang belum ditiup atau pecah) yang menjadi penyebab kematian tersedak terbanyak; koin; kelereng; mainan dengan bagian kecil; bola kecil; tutup pena atau spidol; baterai kancing kecil; jarum suntik obat; perhiasan kecil; dan peniti.

Selalu periksa lingkungan sekitar anak, termasuk di bawah furnitur dan di antara bantal, untuk mencari benda-benda kecil yang mungkin ditemukan. Gunakan pengukur bagian kecil standar atau uji mainan menggunakan gulungan tisu toilet (berdiameter sekitar 1¾ inci) untuk menentukan apakah suatu benda terlalu kecil dan berpotensi tersedak.

4 dari 5 halaman

Ciptakan Lingkungan Makan yang Aman dan Tepat

Lingkungan makan yang aman adalah faktor terpenting dalam Cara Mencegah Tersedak pada Si Kecil. Pastikan anak selalu duduk di meja atau kursi makan saat menyantap makanan. Jangan biarkan mereka berlari, berjalan, bermain, atau berbaring dengan makanan di mulut mereka, karena hal ini sangat meningkatkan risiko tersedak.

Selalu awasi waktu makan bayi dan anak kecil, perhatikan setiap apa yang mereka masukkan ke dalam mulut. Hindari gangguan seperti televisi atau ponsel saat makan, serta jangan terburu-buru. Ajari anak untuk mengunyah makanan mereka dengan baik dan mengambil gigitan kecil.

Waspadai tindakan anak yang lebih tua, karena banyak insiden tersedak terjadi saat kakak atau adik yang lebih besar memberikan makanan atau benda berbahaya kepada anak yang lebih muda. Jangan menyuapi bayi dengan botol yang disangga bantal. Dorong bayi untuk menggunakan sendok dan jari untuk makan sendiri, serta minum dari cangkir mulai usia enam bulan untuk melatih kemandirian dan koordinasi mereka.

5 dari 5 halaman

Kenali Kesiapan MPASI dan Tindakan Darurat Tersedak

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) antara usia empat hingga enam bulan, namun sebagian besar anak siap sekitar usia enam bulan. Tanda-tanda kesiapan anak untuk makanan padat meliputi kemampuan duduk sendiri atau dengan dukungan, kontrol kepala dan leher yang baik, membuka mulut saat ditawari makanan, menelan makanan tanpa mendorongnya keluar, serta koordinasi tangan dan mulut yang baik.

Meskipun pencegahan adalah kunci, setiap orang tua dan pengasuh wajib mempelajari pertolongan pertama untuk tersedak dan resusitasi jantung paru (CPR). Kelas-kelas ini dapat ditemukan melalui Palang Merah atau American Heart Association.

Jika bayi sadar dan tersedak (tidak bisa bernapas atau bersuara), posisikan bayi menghadap ke bawah di lengan atau pangkuan Anda dengan kepala lebih rendah dari tubuhnya. Gunakan tumit tangan untuk menepuk punggungnya lima kali di antara tulang belikat. Jika tidak berhasil, balikkan bayi dan lakukan lima dorongan dada menggunakan dua jari di tengah dada. Ulangi urutan ini hingga benda keluar atau bayi tidak sadar.

Apabila bayi tidak sadar, miringkan kepala bayi sedikit ke belakang untuk membuka jalan napas. Berikan dua napas lambat dari mulut ke mulut dan hidung. Jika dada tidak terangkat, posisikan kembali kepala bayi dan coba dua napas tambahan. Segera hubungi layanan darurat.