Menikmati Warisan Kuliner Nusantara dari Bebek Asap hingga Sup Kelapa di Tengah Blok M

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 27 Januari 2026, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kawasan Blok M kini sudah menjadi destinasi kuliner terutama bagi generasi muda. Banyaknya restoran mulai dari makanan berat, dessert, minuman tersedia lengkap kawasan tersebut. Tak hanya makanan atau minuman kekinian, restoran dengan cita rasa Nusantara pun tak ketinggalan hadir sebagai pelengkap destinasi kuliner di kawasan Blok M ini.

Menempati bangunan cagar budaya di kompleks Peruri, Puja Bumi Kenduri jadi salah satu restoran Nusantara terbaru yang bisa dikunjungi di kawasan Blok M.Memiliki pemandangan  latar taman kota yang luas dan asri, Puja Bumi Kenduri menghidupkan kembali esensi yang kian pudar di tengah kota, yaitu semangat Bumi Kenduri, sebuah tradisi yang merayakan kebersamaan, kerendahan hati, serta sakralnya momen berbagi.

Puja merepresentasikan harapan dan penghormatan — kepada bumi, tradisi, serta setiap tangan yang menanam, mengolah, dan menyajikan makanan. Sementara kenduri, dalam tradisi Indonesia, melampaui makna makan bersama. Filosofi nama tersebut yang menjadi fondasi utama dan menjadi simbol rasa syukur, kerendahan hati, dan semangatberbagi. Melalui kolaborasi dengan para ahli kuliner, perajin, dan pelaku budaya, Puja menghadirkan kuliner sesuai tradisi dikemas modern dan menarik.

“Kami menyadari bahwa kekayaan kuliner Nusantara seringkali disajikan secara sederhana, meskipun nilai, filosofi, dan kedalaman sejatinya layak mendapat panggung yang lebih bermakna,” ujar Rezha Raditya, perwakilan Mantara Group.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Pengalaman Bersantap Utuh dan Multisensori

Makanan khas Nusantara di Puja Bumi Kenduri. Dok. Puja Bumi Kenduri

Pengalaman bersantap di Puja diiringi simfoni multisensori yang membuatnya terasa hidup. Mulai dari aroma rempah yang subtil, material interior alami, serta pencahayaan yang hangat. Setiap sudut ruang dirancang dengan penuh ketelitian, menggunakan interior klasik modern yang dipadu dengan dekorasi tradisional.

Sejak melangkah masuk, tamu diajak memasuki suasana dengan ritme yang melambat,atmosfer yang hangat, dan perhatian pada detail yang terasa personal.

“Kami ingin cita rasa Puja menjadi kesanyang melekat, menjadi kenangan yang melahirkan cerita yang baik dan menjadi pilihan untuk berlabuh menikmati waktu berharga bersama keluarga, kerabat, maupun rekan kerja,” tambah Rezha

Dari favorit klasik hingga kreasi modern, setiap menu merupakan penghormatan bagi kekayaan rasa Nusantara. Dirancang untuk dinikmati bersama, beberapa must-try menus meliputi Bebek Asap Trunojoyo, yang telah melalui proses dry-aged, sehingga teksturnya semakin juicy, kemudian disajikan bersama bumbu hitam Madura, serta Palapa Kelor Mesanten, sup kelapa hangat yang disajikan autentik dalam batok kelapa khas tradisi Ubud.

Untuk jamuan lebih besar, tersedia OP Ribs Rembiga yang dimasak secara slow-cooked selama empat jam dan Lobster Jimbaran beraroma kayu rambutan yang dipadukan bersama keunikan butter embe; keduanya hadir dalam porsi 2–3 orang.