Rahasia Tubuh Bertenaga: Ini Dia Tips Makan Sebelum dan Setelah Olahraga agar Optimal!

Nabila MecadinisaDiterbitkan 29 Januari 2026, 15:50 WIB

ringkasan

  • Penting untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks sebelum olahraga untuk mengisi cadangan energi dan mencegah kelelahan.
  • Setelah olahraga, kombinasi protein dan karbohidrat sangat krusial dalam 15-60 menit untuk pemulihan otot dan pengisian kembali energi.
  • Hidrasi yang cukup sebelum dan setelah berolahraga dengan air putih atau minuman elektrolit penting untuk menjaga performa dan mengganti cairan tubuh yang hilang.

Fimela.com, Jakarta - Olahraga rutin adalah kunci kebugaran, namun seringkali asupan nutrisi sebelum dan sesudah aktivitas fisik diabaikan. Padahal, pola makan yang tepat sangat esensial untuk menjaga energi dan performa tubuh agar tetap optimal. Tanpa nutrisi yang memadai, tubuh bisa cepat lelah, proses pemulihan terhambat, dan hasil latihan pun kurang maksimal.

Banyak Sahabat Fimela mungkin merasa bingung kapan waktu terbaik untuk makan dan jenis makanan apa yang paling sesuai untuk mendukung aktivitas fisik mereka. Kesalahan dalam memilih asupan dapat berdampak pada daya tahan tubuh, kekuatan otot, dan bahkan proses pemulihan pasca-latihan. Ini bukan hanya tentang performa sesaat, tetapi juga tentang mencegah cedera dan menjaga kesehatan jangka panjang secara menyeluruh.

Oleh karena itu, memahami Tips Makan Sebelum dan Setelah Olahraga agar Tubuh Tetap Bertenaga menjadi sangat krusial bagi setiap individu aktif. Artikel ini akan memandu Sahabat Fimela tentang strategi nutrisi yang tepat untuk mengoptimalkan setiap sesi latihan. Mari kita selami panduan lengkapnya!

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Pentingnya Nutrisi Sebagai 'Bahan Bakar' Tubuh

Sahabat Fimela, nutrisi dan olahraga merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam mencapai gaya hidup sehat dan bugar. Asupan gizi yang seimbang berfungsi layaknya 'bahan bakar' premium bagi tubuh kita, yang esensial untuk mendukung setiap gerakan dan aktivitas fisik. Nutrisi ini memastikan tubuh memiliki energi yang cukup untuk menjalani setiap sesi latihan dengan intensitas yang diinginkan.

Selain itu, nutrisi yang tepat tidak hanya meningkatkan performa dan daya tahan fisik saat berolahraga, tetapi juga membantu pembentukan kekuatan otot. Ia juga berperan vital dalam persiapan tubuh untuk menghadapi tantangan aktivitas yang lebih intens, bahkan kompetisi. Dengan demikian, setiap sesi latihan dapat memberikan hasil yang optimal dan progres yang signifikan.

Memahami peran krusial nutrisi ini adalah langkah pertama untuk memastikan tubuh selalu siap dan bertenaga dalam setiap aktivitas. Ini membantu mencegah kelelahan dini, mempercepat adaptasi tubuh terhadap latihan, dan menjaga imun tetap kuat. Jadi, jangan pernah meremehkan kekuatan makanan dalam rutinitas kebugaranmu demi mencapai tujuan sehat.

3 dari 4 halaman

Strategi Makan Sebelum Olahraga: Isi Energi Optimal

Glute bridge merupakan latihan yang membantu menguatkan otot pinggul dan punggung bawah agar postur tubuh lebih stabil dan tidak mudah membungkuk. (Foto: tonodiaz/Freepik)

Makan sebelum berolahraga adalah fondasi penting untuk memastikan tubuh memiliki cadangan energi yang memadai sepanjang sesi latihan. Asupan ini berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah, sehingga Sahabat Fimela terhindar dari rasa pusing, lemas, atau bahkan pingsan di tengah latihan. Ini adalah kunci untuk meningkatkan performa dan daya tahan tubuh secara signifikan.

Waktu makan sebelum olahraga sangat berpengaruh pada kenyamanan dan efektivitas latihan yang akan dijalani. Untuk porsi besar, sebaiknya konsumsi minimal 3-4 jam sebelumnya, sedangkan porsi sedang sekitar 2 jam sebelum berolahraga. Camilan ringan masih bisa dinikmati 1-3 jam, bahkan 30-60 menit sebelum sesi latihan dimulai, asalkan mudah dicerna.

Penting untuk diingat agar tidak makan terlalu dekat dengan waktu olahraga, terutama makanan berat. Hal ini bertujuan untuk mencegah masalah pencernaan seperti mual, kram perut, atau rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu konsentrasi dan performa. Jika Sahabat Fimela berolahraga di pagi hari, pastikan untuk sarapan karena energi dari makan malam sudah habis selama tidur.

Fokuslah pada karbohidrat kompleks sebagai sumber energi utama, seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum utuh, yang mengisi cadangan glikogen dalam otot dan hati. Tambahkan sedikit protein untuk mendukung metabolisme energi dan produksi hormon, serta lemak sehat untuk olahraga durasi panjang.

Sebagai contoh, pisang adalah pilihan camilan pre-workout klasik yang kaya karbohidrat sederhana dan kalium tinggi, sangat membantu mencegah kram otot. Kombinasi roti gandum dengan selai kacang, bubur kacang hijau, atau telur rebus juga bisa menjadi pilihan tepat. Jangan lupa hidrasi dengan air putih yang cukup sebelum berolahraga untuk mencegah dehidrasi.

4 dari 4 halaman

Pemulihan Cepat: Tips Makan Setelah Olahraga

Setelah berolahraga, tubuh memasuki fase pemulihan yang krusial untuk memperbaiki diri, Sahabat Fimela. Asupan nutrisi pasca-latihan sangat dibutuhkan untuk mengembalikan energi yang terkuras, memperbaiki sel-sel otot yang rusak, serta membangun kembali kekuatan. Ini juga secara efektif membantu mencegah nyeri otot yang sering muncul setelah latihan.

Waktu ideal untuk makan setelah olahraga adalah dalam rentang 15-60 menit setelah sesi berakhir, yang dikenal sebagai 'jendela anabolik'. Mengabaikan asupan nutrisi pada periode ini dapat menghambat proses pemulihan otot dan bahkan meningkatkan risiko cedera pada latihan berikutnya. Konsumsi porsi kecil karbohidrat dan protein setiap 3-4 jam juga disarankan untuk pemulihan berkelanjutan.

Prioritaskan kombinasi karbohidrat untuk mengisi kembali glikogen yang habis dan protein untuk memperbaiki serta membangun jaringan otot yang telah bekerja keras. Contoh makanan yang baik adalah Greek yogurt, telur rebus, dada ayam panggang, atau bubuk protein. Karbohidrat seperti ubi jalar, oatmeal, atau buah-buahan juga sangat dianjurkan.

Jangan lupakan pentingnya vitamin dan mineral yang bisa didapatkan dari buah-buahan serta sayuran segar. Nutrisi mikro ini mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, membantu mengurangi peradangan, dan memperbaiki kerusakan sel akibat aktivitas fisik. Terakhir, pastikan hidrasi optimal dengan air mineral atau minuman elektrolit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang secara efektif.