9 Tips Menjaga Kualitas Kerja Ginjal Agar Tetap Optimal!

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 02 Februari 2026, 16:30 WIB

ringkasan

  • Ginjal memiliki peran vital dalam tubuh, menyaring darah dan menjaga keseimbangan kimia, sehingga penurunan fungsinya dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius termasuk gagal ginjal kronis yang mematikan.
  • Menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan melalui gaya hidup aktif, pola makan sehat, kontrol gula dan tekanan darah, serta hidrasi yang cukup sesuai rekomendasi ahli dan WHO.
  • Memilih air distilasi dapat meringankan kerja ginjal karena bebas kontaminan berbahaya dan mineral anorganik, berbeda dengan air rebusan yang masih berpotensi mengandung zat berbahaya dan membebani ginjal.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, tahukah Anda bahwa sepasang organ kecil berbentuk kacang di punggung bawah memiliki peran krusial bagi kelangsungan hidup kita? Ginjal adalah filter alami tubuh yang bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan dan membuang racun. Menjaga kualitas kerja ginjal adalah investasi penting untuk kesehatan jangka panjang yang seringkali terabaikan.

Penurunan fungsi organ vital ini dapat memicu serangkaian masalah kesehatan serius, bahkan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, memahami pentingnya organ ini dan bagaimana cara merawatnya menjadi sangat esensial. Berbagai komplikasi seperti penyakit jantung dan anemia dapat muncul akibat ginjal yang tidak berfungsi optimal.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa Tips Menjaga Kualitas Kerja Ginjal sangat vital, dampak yang timbul jika fungsinya menurun, serta rekomendasi konkret dari para ahli dan World Health Organization (WHO). Kami juga akan membahas peran hidrasi yang tepat, termasuk perbandingan air distilasi seperti Amidis dengan air minum biasa.

2 dari 4 halaman

Pentingnya Ginjal dan Risiko Penurunan Fungsi

Ilustrasi minum air putih/Copyright pexels.com/Karolina Grabowska

Ginjal adalah organ yang luar biasa kompleks, Sahabat Fimela, bertindak sebagai "pabrik kimia" yang melakukan banyak tugas penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Fungsi utamanya meliputi penyaringan darah, pembuangan limbah, dan pengaturan keseimbangan cairan serta kimia tubuh. Organ ini menyaring sekitar 200 liter darah setiap hari, membuang kelebihan air, racun, dan zat sisa metabolisme melalui urine.

Menurut Dr. Cynthia Natalia, Sp.PD, AIFO-K, dokter spesialis penyakit dalam, kebutuhan cairan harian sangat penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme, fungsi organ, hingga konsentrasi. “Kurang minum air putih bukan hanya soal rasa haus, tapi juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh,” ujarnya.

Selain itu, ginjal juga berperan dalam pengaturan tekanan darah dengan melepaskan hormon penting, serta membantu produksi sel darah merah melalui hormon eritropoietin (EPO). Produksi dan aktivasi Vitamin D oleh ginjal juga krusial untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat, serta memelihara keseimbangan asam-basa (pH) darah. Tanpa fungsi ginjal yang tepat, kehidupan tidak dapat berlanjut secara normal.

“Kebiasaan kurang minum air putih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti Batu Ginjal karena ada penumpukan mineral yang tidak terlarut dengan baik, dan Gangguan konsentrasi dan kelelahan kronis, terutama pada pekerja aktif dan lansia,” ujar dokter spesialis penyakit dalam dari RS Tzuchi ini 

Penurunan kualitas kerja ginjal dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang seringkali tidak menunjukkan gejala hingga stadium lanjut, dikenal sebagai penyakit ginjal kronis (PGK). Kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) yang memerlukan dialisis atau transplantasi. Gejala awal mungkin berupa darah dalam urine, kulit kering dan gatal, atau peningkatan tekanan darah yang seringkali diabaikan.

Komplikasi akibat gagal ginjal sangat beragam dan berbahaya, termasuk penyakit jantung dan stroke, anemia, asidosis metabolik, serta gangguan mineral dan tulang. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa gagal ginjal kronis memiliki angka prevalensi yang terus meningkat, dengan rata-rata 850.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya karena penyakit ini.

3 dari 4 halaman

9 Tips Efektif Menjaga Kualitas Kerja Ginjal Optimal

Untuk menjaga ginjal tetap berfungsi optimal, ada beberapa Tips Menjaga Kualitas Kerja Ginjal yang bisa Sahabat Fimela terapkan dalam kehidupan sehari-hari, berdasarkan rekomendasi ahli dan WHO. Menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten adalah kunci utama untuk melindungi organ vital ini dari kerusakan. Kebiasaan baik ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan ginjal Anda.

Pertama, tetaplah bugar dan aktif dengan berolahraga secara teratur untuk membantu menjaga berat badan ideal. Kedua, konsumsi makanan sehat yang kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan, sambil mengurangi asupan garam dan membatasi makanan olahan. Ketiga, sangat penting untuk mengontrol gula darah, terutama jika Anda menderita diabetes, karena diabetes merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal.

Keempat, periksa dan kendalikan tekanan darah Anda secara rutin, sebab tekanan darah tinggi juga menjadi penyebab umum kerusakan ginjal. Kelima, hidrasi yang cukup dengan minum air yang memadai sangat penting untuk membantu ginjal membuang racun dari tubuh. Keenam, hindari merokok karena dapat merusak ginjal dan memperburuk kondisi yang sudah ada.

Ketujuh, batasi penggunaan obat anti-inflamasi atau pereda nyeri bebas (OTC) secara teratur karena dapat membebani ginjal. Kedelapan, periksakan fungsi ginjal secara berkala jika Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, obesitas, atau riwayat keluarga penyakit ginjal. Terakhir, kesembilan, batasi konsumsi alkohol berlebihan yang juga dapat membebani kerja ginjal.

4 dari 4 halaman

Hidrasi Optimal: Pilihan Terbaik untuk Ginjal

Hidrasi yang optimal adalah salah satu Tips Menjaga Kualitas Kerja Ginjal yang paling mendasar, namun kualitas air yang dikonsumsi juga sangat berpengaruh. Perdebatan mengenai air minum kemasan dan air rebusan seringkali muncul, terutama dalam konteks kesehatan ginjal. Memilih sumber hidrasi yang tepat dapat meringankan beban kerja ginjal secara signifikan.

Konsumsi air minum setidaknya harus dilakukan setiap 1-2 jam untuk menghindari dampak buruk dehidrasi serta efek jangka panjang pada kesehatan. Menjaga pola hidrasi tubuh sebagai kebiasaan yang baik, perlu dibarengi dengan jenis air minum berkualitas. Penelitian Bint-E-Zahra seorang ahli biologi molekuler dari  Institute of Molecular Biology & Biotechnology Bahauddin Zakariya University, Pakistan menyebutkan bahwa konsumsi air minum dengan perasa akan berdampak pada munculnya penyakit sindrom metabolik.

“Konsumsi air minum murni dapat mengurangi risiko penurunan kemampuan kerja ginjal sebesar 11% dibandingkan dengan mengonsumsi minuman berperasa dan mengandung gula,” ujar  Bint-E-Zahra dalam penelitiannya yang diterbitkan di National Journal of Health Sciences pada 2019 yang lalu.

Menjawab kebutuhan tersebut Amidis hadir sebagai Air minum murni (demineral yang sudah dimasak) yang berkualitas. Astrid Adelaide Siregar, Head of Marketing Amidis menjelaskan proses produksi Amidis dilakukan dengan metode multifiltrasi dan distilasi sehingga Air Minum yang dihasilkan merupakan air murni.  

“Amidis adalah satu-satunya air murni yang diproses melalui teknologi multifiltrasi dan dimasak dengan pemanasan 110 derajat celcius (distilasi). Uap air yang dihasilkan benar-benar murni untuk dikonsumsi karena tidak ada kontaminan apapun," ujar Astrid. "Proses inilah yang memastikan Amidis menjadi air minum terbaik untuk menghidrasi tubuh. Proses Multifiltrasi dan distilasi merupakan teknologi keamanan ekstra untuk menjaga ginjal Anda," imbuhnya.

Selain memastikan kualitas, Amidis juga hadir sebagai solusi mengatasi hidrasi bagi keluarga modern yang peduli akan kesehatan namun mendamba kepraktisan. Amidis juga mempunyai galon sekali pakai dengan ukuran 15 liter yang sudah BPA FREE sehingga aman di konsumsi seluruh keluarga. Galon ini menjadi pilihan ideal untuk anda yang mengutamakaan kebersihan dan kepraktisan tanpa perlu isi ulang. 

“Memastikan Keluarga Indonesia mendapatkan air minum dengan kualitas terbaik merupakan visi dan misi dari Amidis,” ungkap Susilo Gunadi, Commercial Director PT Amidis Tirta Mulia. 

Sementara itu, merebus air memang dapat membunuh sebagian besar bakteri dan virus, namun memiliki keterbatasan. Merebus air tidak menghilangkan kontaminan kimia, pestisida, atau logam berat yang mungkin ada. Air rebusan juga masih mengandung mineral terlarut yang bervariasi, dan mineral anorganik ini dapat membebani ginjal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dalam konteks menjaga kualitas kerja ginjal, air demineral seperti Amidis dianggap lebih disarankan karena meringankan kerja ginjal dan membantu mencegah penumpukan mineral, mendukung detoksifikasi tubuh secara optimal.