Texture Play Saat Makan Jadi Cara Sederhana Melatih Sensorik dan Pola Makan Anak

Sarah ArsaliyanaDiterbitkan 07 Maret 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Perkembangan pola makan anak bukan hanya soal nutrisi tepat, tetapi juga pengalaman mereka dalam mengenal tekstur makanan secara keseluruhan. Dilansir dari CDC.gov, memperkenalkan berbagai tekstur makanan kepada anak sejak dini adalah bagian penting dari proses ini agar dapat membantu anak belajar menerima dan menyukai beragam makanan mulai dari tekstur yang halus hingga kasar. Eksplorasi tekstur membuat anak terbiasa dengan bagaimana makanan terasa di mulut dan tangannya.

Selain itu, pengalaman yang berbeda dari tekstur makanan memberikan anak peluang untuk belajar melalui indera yang berbeda. Bermain dengan berbagai tekstur baik itu lembut, lengket, atau kasar dapat membantu anak memahami dunia fisik di sekitar mereka. Melalui texture play, anak dapat mempelajari sensasi tekstur berbeda-beda yang lalu kemudian berpengaruh pada sikap mereka terhadap makanan tertentu.

Sensory play menggunakan makanan bisa menjadi kesempatan untuk anak mengeksplorasi makanan tanpa tekanan. Selain fokus langsung pada makan, mereka dapat menyentuh, mencium, dan merasakan tekstur berbeda dalam lingkungan aman dan menyenangkan. Hal ini dapat mendukung kemampuan sensorik anak dan juga mengurangi kecemasan mereka pada makanan baru.

2 dari 3 halaman

Mengurangi Risiko Anak Menjadi Picky Eater

Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh orang tua adalah ketika anak menjadi picky eater (Sumber: Pexels.com)

Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh orang tua adalah ketika anak menjadi picky eater. Anak menolak mencoba makanan baru atau lebih suka hanya beberapa jenis makanan tertentu. Membiarkan anak berinteraksi dengan berbagai tekstur makanan secara bertahap dapat membantu mereka untuk lebih terbuka terhadap beragam jenis makanan.

Tekstur makanan yang bervariasi membuat anak tidak hanya mengenal rasa, tetapi juga sensasi seperti lembut, kasar, atau padat ketika menggigit makanan tersebut. Hal ini membantu mereka belajar mengelola tekstur yang berbeda, yang sering kali menjadi sumber rasa takut atau penolakan pada masa awal makan. Dengan membuat anak familiar terhadap berbagai tekstur membuat anak paham dan cenderung lebih mau mencoba makanan baru daripada menolak hanya karena tekstur yang asing.

Selain itu, eksplorasi tekstur melalui sensory play dengan makanan juga bisa menciptakan pengalaman positif terhadap kegiatan makan bagi anak karena mereka tidak merasa dipaksa untuk menghabiskan makanannya. Membuat anak fokus pada pengalaman baru rasa dari makanannya membuat anak merasa lebih aman dan percaya diri saat mencoba variasi makanan. Hal ini merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko anak picky eating di masa depan.

3 dari 3 halaman

Sensory Play Saat Makan untuk Eksplorasi Anak

Sensory play saat makan memberi anak kesempatan untuk mengenal makanan melalui pengalaman langsung, bukan sekadar tugas untuk menghabiskan makanan (Sumber: Pexels.com)

Sensory play saat makan memberi anak kesempatan untuk mengenal makanan melalui pengalaman langsung, bukan sekadar tugas untuk menghabiskan makanan. Anak bisa menyentuh, mencium, dan memperhatikan bentuk serta tekstur makanan sesuai keinginan mereka sendiri. Proses ini dapat membantu anak merasa lebih aman dan nyaman saat berhadapan dengan jenis makanan yang berbeda.

Melalui eksplorasi ini, anak belajar mengenali perbedaan sensasi antara makanan yang lembut, padat, renyah, atau lengket. Pengalaman tersebut melatih kemampuan sensorik sekaligus membantu anak memahami respons tubuhnya terhadap berbagai tekstur. Aktivitas ini juga mendorong rasa ingin tahu mereka tanpa tekanan, sehingga anak tidak mudah merasa terpaksa saat makan.

Dalam jangka panjang, sensory play saat makan dapat membangun hubungan yang lebih positif antara anak dan makanan. Ketika anak terbiasa bereksplorasi, waktu makan terasa lebih menyenangkan dan tidak menegangkan. Hal ini berperan penting dalam membentuk kebiasaan makan yang lebih fleksibel dan terbuka sejak dini.