Flower Arrangement Jadi Ruang Healing Positif bagi Tenaga Kesehatan dan Profesional Lintas Bidang di Jakarta

Nabila MecadinisaDiterbitkan 09 Februari 2026, 16:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Industri bunga di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan menjanjikan hingga 2025–2026, seiring dengan pergeseran fungsi bunga yang tidak lagi sekadar elemen dekoratif, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan kesehatanmental.

Fenomena ini tercermin dalam antusiasme peserta pada acara Flower Arrangement Workshop yang diselenggarakan hari ini di Jakarta oleh Alayya’sCommunity. Acara ini dipandu oleh drg. Safira Khairina, M.Kes, dokter gigi dan praktisi Kesehatan masyarakat, yang berperan sebagai host. Menurut Safira, kegiatan ini lahir dari keresahan personal sekaligus kolektif para tenaga kesehatan yang membutuhkan ruang “escape” dari rutinitas dan tekanan kerja.

“Sebagai tenaga kesehatan, dokter, dokter gigi, psikolog. Kita terbiasa fokus pada orang lain. Kadang kita lupa memberi ruang untuk diri sendiri. Aktivitas sepertiflower arrangement ini adalah bentuk positive escaping: kita tenggelam dalam proses kreatif, fokus, lupa waktu, dan pulang dengan perasaan lebih ringan,” ujar Safira.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Workshop yang diikuti oleh tenaga kesehatan

Sebuah alternatif untuk healing sejenak dari riuhnya aktivitas.

Menariknya, workshop ini tidak hanya diikuti oleh tenaga kesehatan. Peserta dating dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari arsitek, dosen, pialang, jurnalis, hingga entrepreneur. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menikmati prosesmerangkai bunga sebagai pengalaman yang menyenangkan sekaligus menenangkan.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Alayya’s Community, sebuah komunitas pencinta bunga & pegiat gastronomi. Sesi flower arrangement dipandu oleh Rini Djafar, coach seni merangkai bunga yang telah lama aktif mengadakan kelas serupa, khususnya di Bali.

Rini Djafar mengungkapkan bahwa ketertarikan tenaga kesehatan terhadap flower arrangement bukanlah hal baru. “Di banyak kelas saya, peserta dari kalangan nakes cukup dominan. Mereka datang untuk healing, mencari ketenangan, dan menyalurkan kreativitas. Pesertakelas saya juga sangat beragam, mulai dari Gen Z hingga usia 82 tahun,” jelas Rini.

Fenomena ini sejalan dengan tren industri bunga yang semakin kuat, didorong oleh gaya hidup urban, kreativitas generasi muda, serta kesadaran akan manfaat bunga bagi kesehatan mental. Workshop dan edukasi seni bunga pun kini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga ruang pertemuan sosial dan emosional lintas profesi.

3 dari 3 halaman

Aktivitas self-care

Sebuah alternatif untuk healing sejenak dari riuhnya aktivitas.

Melalui kegiatan ini, Safira berharap flower arrangement dapat semakin diterima sebagai aktivitas self-care yang inklusif dan mudah diakses, khususnya bagi para profesional dengan tingkat stres tinggi. “Healing itu tidak selalu harus pergi jauh. Kadang cukup duduk, merangkai bunga,dan hadir penuh di momen tersebut,” tutupnya.