Hari-Hari Sulit Bukan Alasan untuk Menyerah pada Hidup

Endah WijayantiDiterbitkan 11 Februari 2026, 09:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Ada masa-masa dalam hidup ketika kita bangun pagi tanpa semangat, menjalani hari dengan setengah hati, dan menutup malam dengan lelah yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan. Bukan karena satu masalah besar, melainkan akumulasi dari banyak hal kecil yang terus menekan. Di titik itu, wajar jika muncul pikiran, “Kalau hidup seperti ini terus, apa masih layak dilanjutkan?”

Pertanyaan itu manusiawi dan tidak selalu menandakan kelemahan, apalagi kegagalan. Justru sering kali muncul dari orang-orang yang sudah terlalu lama berusaha kuat.

Kita hidup di dunia yang kerap mempromosikan gagasan bahwa hidup seharusnya terasa baik-baik saja. Bahagia, produktif, penuh pencapaian, dan terlihat stabil. Media sosial, lingkungan kerja, bahkan obrolan sehari-hari sering membuat seolah hidup yang layak dijalani adalah hidup yang rapi dan menyenangkan. Padahal kenyataannya, hidup jarang berjalan lurus seperti itu.

Ada hari-hari ketika kita hanya bertahan. Tidak berkembang, tidak bersinar, hanya bertahan. Dan itu pun sudah cukup.

What's On Fimela
2 dari 7 halaman

Hidup yang Berat Tidak Berarti Hidup yang Salah

Hidup yang Berat Tidak Berarti Hidup yang Salah./Copyright depositphotos.com/theshots.contributor

Banyak orang mengira bahwa jika hidup terasa berat, berarti ada yang salah dengan dirinya. Padahal, hidup memang kadang berat—bahkan ketika kita sudah berusaha sebaik mungkin. Kehilangan, kekecewaan, kegagalan, perubahan yang tak diinginkan, semuanya adalah bagian dari pengalaman manusia.

Merasa lelah, kecewa, atau sedih tidak otomatis membuat hidupmu tidak layak dilanjutkan. Itu hanya tanda bahwa kamu sedang hidup, sedang merasakan, dan sedang menghadapi sesuatu yang nyata.

Tidak semua fase hidup perlu diselesaikan dengan senyum. Ada fase yang cukup dilewati dengan napas yang masih bisa diatur dan langkah kecil yang konsisten.

3 dari 7 halaman

Kamu Tidak Harus Selalu Kuat untuk Tetap Bertahan

Kamu Tidak Harus Selalu Kuat untuk Tetap Bertahan./Copyright freepik.com/author/benzoix

Sahabat Fimela, salah satu beban terbesar dalam hidup adalah tuntutan untuk selalu kuat. Seolah jika kita mengaku lelah, berarti kita menyerah. Padahal, mengakui lelah justru sering menjadi awal dari kejujuran pada diri sendiri.

Kamu boleh merasa tidak sanggup hari ini. Kamu boleh mengakui bahwa hidup sedang tidak baik-baik saja. Itu tidak membatalkan hakmu untuk terus hidup dan melanjutkan hari esok.

Bertahan tidak selalu terlihat heroik. Kadang bentuknya sederhana: bangun dari tempat tidur, makan meski tak berselera, menyelesaikan satu tugas kecil, atau sekadar tidak menyerah pada pikiran terburuk.

4 dari 7 halaman

Melanjutkan Hidup Tidak Selalu Butuh Alasan Besar

Melanjutkan Hidup Tidak Selalu Butuh Alasan Besar./Copyright depositphotos.com/mentatdgt

Sering kali kita merasa harus punya alasan kuat untuk tetap hidup: demi keluarga, demi mimpi besar, demi tanggung jawab. Semua itu memang bisa menjadi penguat. Tapi bagaimana jika di satu fase, alasan-alasan itu terasa jauh dan kabur?

Di saat seperti itu, melanjutkan hidup boleh dilakukan tanpa alasan besar. Cukup karena hari ini belum ingin menyerah. Cukup karena masih ada satu hal kecil yang ingin dilihat besok. Cukup karena kamu ingin memberi dirimu sendiri kesempatan, meski belum tahu untuk apa.

Hidup tidak selalu dilanjutkan dengan keyakinan penuh. Kadang ia dilanjutkan dengan ragu, takut, dan langkah yang goyah. Dan itu tetap sah.

5 dari 7 halaman

Tidak Baik-Baik Saja Bukan Akhir dari Segalanya

Tidak Baik-Baik Saja Bukan Akhir dari Segalanya./Copyright freepik.com/author/lookstudio

Ada fase hidup yang terasa stagnan. Kamu tidak jatuh terlalu dalam, tapi juga tidak merasa naik ke mana-mana. Hari-hari terasa datar, hambar, bahkan melelahkan. Banyak orang menganggap fase ini sebagai tanda kegagalan, padahal sering kali itu adalah masa jeda.

Jeda bukan berarti berhenti selamanya. Jeda adalah ruang bernapas. Tempat di mana kamu belajar mengenali diri lagi, tanpa tuntutan untuk segera berubah atau membuktikan sesuatu.

Sahabat Fimela, hidup yang tidak baik-baik saja bukanlah akhir cerita. Ia hanya satu bab, bukan keseluruhan buku.

6 dari 7 halaman

Kamu Boleh Bergerak Pelan

Kamu Boleh Bergerak Pelan./Copyright depositphotos.com/reezky11

Dunia sering mendorong kita untuk cepat pulih, cepat bangkit, cepat sukses lagi. Padahal, pemulihan tidak selalu linear. Ada hari ketika kamu merasa lebih baik, lalu keesokan harinya merasa jatuh lagi. Itu normal.

Melanjutkan hidup tidak harus dengan langkah besar. Bergerak pelan pun tetap bergerak. Tidak apa-apa jika hari ini kamu hanya mampu melakukan sedikit. Tidak apa-apa jika prosesmu terlihat lambat dibanding orang lain.

Yang penting, kamu tidak meninggalkan dirimu sendiri di tengah jalan.

7 dari 7 halaman

Hidup Layak Dilanjutkan, Bahkan Saat Kamu Meragukannya

Hidup Layak Dilanjutkan, Bahkan Saat Kamu Meragukannya./Copyright freepik.com/author/freepik

Ada kalanya kita tidak bisa melihat masa depan dengan jelas. Semua terasa kabur dan tidak menjanjikan. Tapi masa depan tidak selalu harus terlihat jelas untuk tetap dituju. Banyak hal dalam hidup baru terasa bermakna setelah kita melewatinya.

Sahabat Fimela, hidupmu tetap bernilai bahkan saat kamu meragukan nilainya. Keberadaanmu tidak diukur dari seberapa bahagia kamu hari ini, seberapa sukses kamu sekarang, atau seberapa rapi hidupmu terlihat dari luar.

Kadang, satu-satunya hal yang perlu kamu lakukan adalah bertahan sedikit lebih lama. Memberi waktu bagi hidup untuk bergerak dengan caranya sendiri.

Hidup tidak harus selalu baik-baik saja untuk tetap dilanjutkan. Kamu tidak harus menunggu semuanya membaik untuk berhak bertahan. Selama kamu masih bernapas, masih merasakan, dan masih memilih untuk tidak menyerah hari ini, itu sudah cukup.

Jika saat ini hidup terasa berat, izinkan dirimu untuk berjalan pelan. Kamu tidak sendirian dalam perjuangan ini. Dan meski sekarang belum terasa, ada kemungkinan-kemungkinan yang masih menunggumu di depan, bahkan jika kamu belum bisa mempercayainya sepenuhnya.