Sukses

Lifestyle

7 Sikap agar Bisa Tenang saat Kamu Merasa Kosong

Fimela.com, Jakarta - Kadang ada momen dalam hidup ketika semuanya terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi di dalam hati terasa kosong. Bukan sedih, bukan marah, hanya hampa. Kamu tetap menjalani rutinitas, berbincang dengan orang lain, tertawa di momen tertentu, tetapi saat sendiri, ada ruang sunyi yang sulit dijelaskan. Perasaan kosong ini sering membuat seseorang gelisah, seolah ada yang kurang tetapi tak tahu apa.

Sahabat Fimela, merasa kosong bukan tanda kamu lemah atau gagal menjalani hidup. Perasaan ini justru sering muncul saat kita terlalu lama menahan diri, terlalu sibuk menyesuaikan ekspektasi, atau terlalu sering mengabaikan kebutuhan batin sendiri. Ketenangan tidak datang dengan menyingkirkan rasa kosong, melainkan dengan menyikapinya secara dewasa dan jujur. Berikut tujuh sikap yang bisa membantumu tetap tenang saat rasa kosong itu datang.

1. Berhenti Memusuhi Rasa Kosong

Banyak orang langsung panik ketika merasa kosong. Mereka menganggap perasaan ini harus segera dihilangkan, ditutupi dengan kesibukan, atau dilupakan. Padahal, semakin kamu memusuhi perasaan ini, semakin besar kegelisahan yang muncul.

Sikap pertama yang perlu dibangun adalah menerima bahwa rasa kosong itu ada. Bukan untuk dimanjakan, tetapi diakui keberadaannya. Mengatakan pada diri sendiri, “Aku sedang merasa kosong, dan itu tidak apa-apa,” sering kali sudah cukup untuk menurunkan ketegangan batin.

Ketenangan tumbuh saat kamu berhenti berperang dengan dirimu sendiri.

2. Jujur pada Diri Sendiri tentang Kelelahan Batin

Rasa kosong sering kali bukan datang tiba-tiba. Ia adalah akumulasi dari kelelahan emosional yang tidak pernah diakui. Terlalu sering mengalah, terlalu lama memendam, atau terlalu keras pada diri sendiri bisa membuat batin terasa mati rasa.

Sikap jujur di sini bukan berarti menyalahkan siapa pun. Ini tentang berani mengakui bahwa kamu lelah, meski hidupmu terlihat “baik-baik saja.” Mengakui kelelahan batin adalah langkah penting untuk kembali terhubung dengan diri sendiri. Tenang bukan berarti selalu kuat, tetapi berani mengakui batas diri.

3. Mengurangi Dorongan untuk Selalu Terlihat Baik

Saat merasa kosong, ada kecenderungan untuk tetap tampil ceria dan produktif agar tidak merepotkan orang lain. Namun, sikap ini justru membuat jarak antara dirimu dan perasaanmu sendiri semakin lebar.

Belajar untuk tidak selalu tampil baik-baik saja adalah bentuk kedewasaan emosional. Kamu tidak harus menceritakan semuanya ke semua orang, tetapi berhenti berpura-pura pada diri sendiri. Memberi ruang untuk jujur, bahkan dalam diam, akan membuat batin lebih tenang. Ketenangan lahir saat kamu berhenti memaksakan peran yang tidak lagi sanggup kamu jalani.

4. Menghargai Ritme Hidup yang Sedang Melambat

Rasa kosong sering muncul saat hidup terasa berjalan tanpa makna, padahal sebenarnya ritme hidupmu sedang melambat. Sayangnya, banyak orang justru memaksa diri untuk kembali cepat, produktif, dan penuh semangat.

Sikap tenang datang ketika kamu mau menghargai fase melambat ini. Tidak semua fase hidup harus penuh pencapaian. Ada masa untuk bergerak, ada masa untuk berhenti sejenak dan menata ulang arah. Melambat bukan kemunduran. Kadang, itu tanda bahwa jiwamu sedang meminta perhatian.

5. Tidak Mengukur Diri dari Perasaan Orang Lain

Ketika merasa kosong, kamu mungkin mulai mempertanyakan nilai dirimu berdasarkan respons orang lain. Apakah kamu masih dibutuhkan, masih disukai, atau masih berarti. Sikap ini membuat ketenangan semakin jauh.

Belajar melepaskan ketergantungan pada validasi eksternal adalah langkah penting. Nilai dirimu tidak berkurang hanya karena kamu sedang hampa. Kamu tetap berharga, bahkan saat tidak bisa memberi apa-apa pada siapa pun.

Tenang datang saat kamu berhenti menjadikan perasaan orang lain sebagai cermin utama harga dirimu.

6. Mengizinkan Diri Merasakan tanpa Harus Buru-Buru Menyimpulkan

Banyak orang ingin segera “menyelesaikan” rasa kosong dengan mencari jawaban besar: tentang tujuan hidup, makna hubungan, atau arah masa depan. Padahal, tidak semua perasaan perlu langsung disimpulkan.

Sikap yang menenangkan adalah mengizinkan diri merasakan tanpa terburu-buru memberi label. Kamu tidak harus tahu sekarang juga kenapa kamu kosong atau apa yang harus kamu lakukan. Kadang, cukup dengan merasakannya secara utuh, perasaan itu perlahan melembut dengan sendirinya.

Tidak semua hal butuh solusi cepat. Beberapa hanya butuh kehadiran yang sabar.

7. Menjaga Hubungan Baik dengan Diri Sendiri

Di saat merasa kosong, hubungan yang paling sering terabaikan adalah hubungan dengan diri sendiri. Kamu mungkin lebih sibuk memikirkan apa yang kurang, apa yang gagal, atau apa yang belum tercapai.

Sikap yang membawa ketenangan adalah memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan dasar. Istirahat saat lelah, makan dengan cukup, berbicara pada diri sendiri dengan nada yang tidak menyakitkan, dan tidak meremehkan perasaan sendiri.

Hubungan yang hangat dengan diri sendiri tidak menghilangkan rasa kosong seketika, tetapi membuatmu tidak sendirian saat menghadapinya.

Sahabat Fimela, rasa kosong bukan musuh yang harus dikalahkan. Ia sering menjadi sinyal bahwa ada bagian dalam dirimu yang butuh didengar, bukan diabaikan. Dengan sikap yang lebih lembut, jujur, dan dewasa, kamu bisa tetap tenang meski belum menemukan jawabannya.

Ketenangan sejati bukan tentang selalu merasa penuh, tetapi tentang tetap utuh meski ada ruang kosong di dalam diri.

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading