Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, siapa yang bisa menolak semangkuk mi nyemek hangat dengan kuah kental, rasa gurih yang nendang, dan sensasi pedas yang bikin nagih? Hidangan sederhana yang selama ini identik dengan Warmindo kini hadir dalam kemasan yang lebih praktis tanpa harus jauh-jauh ke Medan atau Jogja.
Lewat lini Indomie Hype Abis Mi Nyemek, Indomie menghadirkan inovasi yang terinspirasi langsung dari dua Warmindo legendaris, yaitu Warmindo Agem Senyum Ketawa di Medan dan Warmindo Mie Nyemekee Bu Siti di Yogyakarta. Tak hanya meluncurkan produk, Indomie juga merayakan kolaborasi ini melalui acara spesial bertajuk “Indomie Nyemek on The Block” yang digelar pada 13 hingga 15 Februari 2026 di Lobi Piazza, Mall Gandaria City, Jakarta.
Dari Warmindo ke Panggung Nasional
Mi nyemek bukan sekadar menu sederhana. Teksturnya yang berada di antara mi goreng dan mi rebus dengan kuah lebih kental, rasa lebih medok, dan sensasi hangat yang membuat nyaman. Sehingga memiliki tempat tersendiri di hati pencinta kuliner Indonesia.
Indomie melihat potensi besar dari kreativitas lokal ini. Alih-alih hanya mengikuti tren global, brand mi instan yang telah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia ini justru mengangkat kultur Warmindo sebagai inspirasi inovasi.
Cherie Anisa Nuraini, Senior Brand Manager Indomie, menjelaskan bahwa kreativitas kuliner masyarakat adalah fondasi penting dalam perjalanan inovasi Indomie.
“Indomie percaya bahwa kreativitas kuliner masyarakat merupakan fondasi strategis yang mampu menyatukan dan menginspirasi lahirnya kolaborasi yang lebih besar. Lewat ‘Indomie Nyemek on The Block’, kami ingin mengajak generasi muda merayakan semangat inovasi dalam kreasi mi nyemek khas Warmindo yang kini menjadi sensasi nasional,” jelasnya.
Proses Lahirnya Indomie Hype Abis Mie Nyemek yang Tidak Instan
Sahabat Fimela, mungkin kamu bertanya, apakah apakah rasa Indomie Hype Abis Mi Nyemek benar-benar sama seperti versi Warmindo? Tim Indomie mengungkapkan bahwa proses pengembangannya dilakukan dengan kolaborasi intensif.
Mereka bahkan bolak-balik ke Medan dan Yogyakarta untuk menyempurnakan resep bersama Bang Agem dan Bu Siti. Setiap tahap pengembangan harus mendapatkan approval langsung dari kedua pemilik resep.
Tantangan terbesarnya adalah menghadirkan rasa yang sedekat mungkin dengan versi fresh yang dimasak langsung di Warmindo, dalam satu kemasan praktis. Proses ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar lima bulan melalui berbagai uji coba rasa.
Hasilnya, lahirlah dua varian dengan karakter berbeda:
- Mi Nyemek ala Bang Agem (Medan) dengan sentuhan rempah kari yang lebih kuat dan gurih khas Sumatra.
- Mi Nyemek ala Bu Siti (Jogja) dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang hangat, khas selera Jawa.
Perbedaan ini merepresentasikan keberagaman selera masyarakat Indonesia, dan membuktikan bahwa cita rasa lokal bisa tampil modern tanpa kehilangan identitasnya.
Bukan Sekadar Produk, Tapi Perayaan Kolaborasi
“Indomie Nyemek on The Block” bukan hanya event peluncuran produk, tetapi ruang kolaboratif yang mempertemukan brand, komunitas, pelaku UMKM, dan generasi muda. Selama tiga hari, pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas seru seperti:
- Legendary Nyemek Experience, dimasakkan langsung oleh Bang Agem dan Bu Siti saat happy hour
- Waktu Indomie Berdendang (WIB) bersama Nyanyi Bareng Jakarta dan Juicy Luicy
- Photo spots estetik dan Instagrammable
- Arcade games dan digital challenge
- Merchandise kekinian yang bisa dikreasikan sesuai gaya masing-masing
Dukungan Nyata untuk Warmindo
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap Warmindo sebagai bagian dari UMKM yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Bang Agem mengaku bangga melihat kreasi Warmindo bisa dikenal lebih luas. “Kreativitas bisa lahir dari dapur mana pun, termasuk Warmindo. Saya nggak menyangka mi nyemek ala Banglahdes’e yang dulu cuma ada di Warmindo sekarang bisa dinikmati banyak orang. Rasanya bangga banget,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Bu Siti menekankan pentingnya menjaga konsistensi rasa. Baginya, yang terpenting adalah memastikan karakter kuah kental dan rasa hangat khas Jogja tetap terasa meski hadir dalam versi instan. Keduanya juga membagikan pesan sederhana namun bermakna bagi pelaku UMKM: semangat, jujur, bersyukur, dan terus berdoa.