Wanita Tionghoa Ungkap Mengapa Keramas dan Menyapu di Tahun Baru Imlek Bawa Sial

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 18 Februari 2026, 10:49 WIB

ringkasan

  • Mencuci rambut saat Lunar New Year dihindari karena kata 'rambut' (发) homofon dengan 'kemakmuran' (发财), sehingga dianggap 'mencuci bersih' keberuntungan.
  • Menyapu atau membersihkan rumah pada hari pertama Lunar New Year dipercaya dapat 'menyapu bersih' keberuntungan dan kemakmuran dari rumah.
  • Berbagai tradisi lain seperti tidak memotong rambut, mengenakan pakaian merah, dan menghindari pertengkaran juga dilakukan untuk menyambut keberuntungan sepanjang tahun.

Fimela.com, Jakarta - Tahun Baru Imlek, atau Festival Musim Semi, adalah perayaan kaya tradisi dan kepercayaan yang mendalam. Bagi banyak orang Tionghoa, tindakan di hari pertama tahun baru dipercaya memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun. Karen Gray, seorang wanita Tionghoa, berbagi pandangannya tentang pantangan mencuci rambut dan menyapu di hari istimewa ini.

Dua pantangan utama yang sering dibahas adalah larangan mencuci rambut dan membersihkan rumah. Kepercayaan ini berakar pada makna simbolis serta linguistik dalam budaya Tionghoa. Memahami alasan di baliknya dapat memberi kita wawasan tentang kekayaan tradisi ini.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa kedua aktivitas tersebut dianggap membawa kesialan. Sahabat Fimela akan diajak menelusuri perspektif Karen Gray dan tradisi lain. Tujuannya adalah menyambut keberuntungan maksimal di tahun baru.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Larangan Mencuci Rambut: Menjaga Kemakmuran di Lunar New Year

Salah satu pantangan utama pada hari pertama Lunar New Year adalah mencuci rambut. Kepercayaan ini berakar pada hubungan linguistik dalam bahasa Mandarin. Kata Tionghoa untuk rambut (发, ) memiliki pelafalan yang mirip dengan kata 'kemakmuran' atau 'kekayaan' (发财, fà cái).

Oleh karena itu, mencuci rambut pada Hari Tahun Baru Imlek melambangkan 'mencuci bersih' kekayaan dan keberuntungan yang seharusnya datang di tahun baru. Karen Gray menyebutkan, "Inilah juga mengapa kami tidak mencuci rambut pada hari pertama tahun baru; kami tidak ingin membuang apa yang mungkin dibawa oleh tahun itu." Tradisi ini masih banyak dipatuhi, terutama di Tiongkok selatan dan oleh generasi yang lebih tua.

Sebaliknya, mencuci rambut pada Malam Tahun Baru Imlek justru dianjurkan untuk membersihkan nasib buruk dari tahun sebelumnya dan menyambut kemakmuran. Dengan demikian, seseorang dapat memulai tahun baru dengan bersih dan segar, siap menerima keberuntungan.

3 dari 4 halaman

Menyapu dan Membuang Sampah: Mengapa Dihindari Saat Lunar New Year

Selain mencuci rambut, menyapu atau membersihkan rumah juga merupakan pantangan pada hari Lunar New Year. Kepercayaan ini menyatakan bahwa menyapu atau membuang sampah pada hari pertama tahun baru akan 'menyapu bersih' keberuntungan dan kemakmuran dari rumah.

Karen Gray menjelaskan, "Menurut adat Tionghoa, tidak ada kegiatan membersihkan debu atau menyapu yang diizinkan selama 15 hari periode tahun baru... jika tidak, Anda akan menyapu keberuntungan dan kemakmuran." Oleh karena itu, semua kegiatan bersih-bersih harus diselesaikan sebelum Malam Tahun Baru Imlek untuk membersihkan nasib buruk yang mungkin menumpuk.

Jika membersihkan memang diperlukan, disarankan untuk menyapu ke arah dalam rumah dan membuang sampah melalui pintu belakang, bukan pintu depan. Hal ini untuk memastikan keberuntungan tetap berada di dalam rumah.

4 dari 4 halaman

Tradisi Lain Pembawa Keberuntungan di Lunar New Year yang Perlu Sahabat Fimela Tahu

Selain pantangan mencuci rambut dan menyapu, ada beberapa tradisi lain yang diyakini dapat membawa keberuntungan selama Lunar New Year. Sahabat Fimela perlu memahami tradisi ini untuk menyambut tahun baru dengan positif.

  • Tidak Memotong Rambut: Karen Gray juga mematuhi tradisi untuk tidak memotong rambut selama 15 hari penuh musim tahun baru, karena memotong rambut dianggap memotong keberuntungan dan kekayaan.
  • Mengenakan Pakaian Merah: Mengenakan pakaian berwarna merah dianggap membawa keberuntungan dan perlindungan dari roh jahat.
  • Menghindari Warna Hitam dan Putih: Warna hitam dan putih, yang diasosiasikan dengan duka, harus dihindari selama perayaan Imlek.
  • Tidak Membuang Sampah: Membuang sampah pada hari pertama tahun baru dianggap membuang keberuntungan.
  • Tidak Meminjamkan Uang: Meminjamkan uang dapat memutuskan koneksi dengan keberuntungan.
  • Menghindari Pertengkaran dan Tangisan: Hari pertama tahun baru harus damai dan penuh sukacita untuk menetapkan nada positif sepanjang tahun.
  • Tidak Memecahkan Barang: Memecahkan piring atau barang lainnya melambangkan kehilangan atau perpisahan. Jika terjadi, pecahannya harus segera dibungkus kertas merah sambil mengucapkan frasa yang berarti 'damai sepanjang tahun'.
  • Tidak Mengucapkan Kata-kata Negatif: Hindari kata-kata yang berhubungan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, atau hantu, karena dipercaya dapat membawa nasib buruk.
  • Tidak Makan Bubur untuk Sarapan: Makan bubur pada hari pertama Imlek dianggap sebagai pertanda kemiskinan.

Lunar New Year adalah tentang menyapu yang lama dan menyambut energi baru yang positif, seperti kesehatan dan kekayaan yang baik. Tindakan yang dilakukan pada hari pertama diyakini akan memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun. Oleh karena itu, banyak keluarga Tionghoa dengan setia mengikuti daftar panjang 'boleh dan tidak boleh' ini untuk memastikan awal yang paling menguntungkan di tahun baru.