Manfaat Tak Terduga Makan Sahur Bergizi untuk Puasa Lebih Berkah

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 21 Februari 2026, 11:03 WIB

ringkasan

  • Makan sahur bergizi menyediakan energi berkelanjutan dari karbohidrat kompleks, mencegah kelelahan, dan menjaga kadar gula darah stabil sepanjang hari puasa.
  • Sahur yang seimbang dengan buah, sayur, dan air cukup efektif mencegah dehidrasi, mengurangi rasa haus, serta mendukung fungsi kognitif dan konsentrasi.
  • Asupan serat, protein, dan lemak sehat saat sahur membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, mendukung kesehatan pencernaan, dan mengoptimalkan metabolisme tubuh.

Fimela.com, Jakarta - Sahur adalah ritual penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Aktivitas makan dan minum sebelum fajar ini bukan sekadar mengisi perut, melainkan bekal energi untuk beraktivitas seharian penuh. Mengonsumsi makan sahur bergizi memiliki peran krusial dalam menjaga stamina dan konsentrasi.

Banyak yang mungkin belum menyadari betapa besar dampak sahur yang berkualitas terhadap kondisi fisik dan mental selama puasa. Persiapan yang baik saat sahur akan menentukan kelancaran ibadah serta produktivitas kita. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan yang tepat.

Sahabat Fimela, artikel ini akan mengupas tuntas berbagai manfaat tak terduga dari makan sahur bergizi. Dengan memahami manfaatnya, kita bisa memaksimalkan ibadah puasa dan tetap bugar sepanjang hari. Mari kita telusuri mengapa sahur bergizi tidak boleh dilewatkan.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Energi Optimal Sepanjang Hari dengan Makan Sahur Bergizi

Sahur yang bergizi menjadi sumber bahan bakar utama tubuh selama puasa. Terutama jika mengandung karbohidrat kompleks, energi akan dilepaskan secara bertahap, mencegah kelelahan dan kelesuan.

Karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, nasi merah, atau oatmeal dicerna perlahan, menjaga kadar gula darah stabil. Ini sangat membantu Sahabat Fimela tetap produktif tanpa merasa cepat lelah.

Dengan asupan yang tepat, tubuh tidak akan mudah merasa lesu, mudah mengantuk, atau mengalami penurunan konsentrasi. Ini adalah kunci untuk menjalani hari puasa dengan semangat dan fokus.

3 dari 5 halaman

Cegah Dehidrasi dan Jaga Keseimbangan Gula Darah

Makan sahur bergizi berperan penting dalam mencegah dehidrasi dan mengurangi rasa haus berlebihan. Mengonsumsi buah dan sayuran kaya air, serta minum cukup air, sangat krusial.

Hidrasi yang baik di pagi hari mencegah sakit kepala dan rasa haus parah di siang hari. Minum minimal dua gelas air saat sahur sangat dianjurkan.

Selain itu, sahur yang terencana baik membantu menjaga kadar glukosa darah tetap stabil. Ini mencegah penurunan energi tiba-tiba, hipoglikemia, dan sakit kepala yang sering terjadi saat puasa.

Keseimbangan gula darah sangat penting, bahkan bagi penderita diabetes, untuk menghindari fluktuasi yang cepat dan risiko hipoglikemia.

4 dari 5 halaman

Kenyang Lebih Lama dan Konsentrasi Meningkat

Makanan kaya serat, protein, dan lemak sehat saat sahur berkontribusi pada rasa kenyang yang lebih lama. Ini mengurangi rasa lapar ekstrem selama puasa, membuat Sahabat Fimela lebih nyaman.

Protein, seperti telur atau daging tanpa lemak, membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan secara tiba-tiba. Pilihan seperti biji-bijian utuh, buah, dan sayuran sangat dianjurkan.

Dengan mencegah kelelahan dan menjaga kadar gula darah stabil, sahur juga mendukung fungsi kognitif. Ini berarti fokus dan memori akan tetap terjaga, membantu Anda tetap produktif.

Sahur yang baik memberikan kejernihan mental, memungkinkan Anda berkonsentrasi penuh pada aktivitas harian, termasuk belajar atau bekerja secara optimal.

5 dari 5 halaman

Dukungan Pencernaan dan Metabolisme Tubuh Optimal

Ilustrasi makan sahur. Sumber foto: unsplash.com/Pablo Merchan Montes.

Makan sahur bergizi dengan asupan serat yang cukup sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh membantu mencegah sembelit, masalah umum selama Ramadan.

Serat berperan penting dalam melancarkan sistem pencernaan dan menjaga fungsi saluran cerna tetap optimal selama berpuasa. Pepaya, alpukat, dan buah naga adalah contoh buah yang baik untuk pencernaan.

Lebih lanjut, sahur membantu memulai sistem metabolisme tubuh. Ini mencegah tubuh masuk ke "mode kelaparan" yang dapat menyebabkan pemecahan protein otot alih-alih lemak untuk energi.

Dengan sahur, cadangan glikogen dan nutrisi lainnya dapat diisi kembali, menjaga metabolisme tetap efisien sepanjang hari puasa. Sahur juga membantu memperkuat daya tahan tubuh dengan memenuhi kebutuhan nutrisi penting.