Kapan Bayi Siap MPASI? Ini Makanan Pendamping ASI Terbaik untuk Tumbuh Kembang Optimal

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 23 Februari 2026, 12:30 WIB

ringkasan

  • Bayi umumnya siap menerima Makanan Pendamping ASI (MPASI) sekitar usia 6 bulan, ditandai dengan kemampuan duduk, kontrol kepala yang baik, dan minat pada makanan, serta tidak disarankan sebelum 4 bulan
  • Makanan awal terbaik meliputi sereal yang diperkaya zat besi, daging murni yang dihaluskan, buah dan sayuran lumat, produk susu penuh lemak (selain susu sapi sebagai minuman utama), biji-bijian utuh.
  • Perkenalkan MPASI satu per satu dengan jeda 3-5 hari, mulai dari tekstur halus dan bertahap ke kasar, hindari madu, susu sapi sebagai minuman utama sebelum 1 tahun, makanan yang tidak dipasteurisasi, bahaya tersedak.

Fimela.com, Jakarta - Memasuki usia sekitar 6 bulan, perjalanan tumbuh kembang si Kecil akan semakin menarik dengan pengenalan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Fase ini bukan hanya tentang mengisi perut bayi, tetapi juga tentang memperkenalkan beragam rasa, tekstur, dan nutrisi penting yang tidak lagi cukup hanya dari ASI atau susu formula. Pemberian MPASI yang tepat sangat krusial untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif bayi.

Sahabat Fimela, memahami kapan dan bagaimana memulai MPASI adalah kunci. Organisasi kesehatan terkemuka seperti American Academy of Pediatrics (AAP) dan Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan pengenalan makanan pelengkap sekitar usia 6 bulan, bukan sebelum 4 bulan. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko obesitas dan kondisi kronis lainnya, serta memastikan bayi tetap mendapatkan asupan ASI yang maksimal sebagai sumber nutrisi utama hingga usia satu tahun.

Dilansir dari berbagai sumber, kita akan memandu Sahabat Fimela dalam mengenali tanda-tanda kesiapan bayi untuk MPASI, rekomendasi makanan awal terbaik, cara memperkenalkan makanan dengan aman, serta daftar makanan yang perlu dihindari. Dengan informasi yang komprehensif, Anda dapat memberikan fondasi gizi terbaik bagi si Kecil untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Tanda-tanda Si Kecil Siap Menerima MPASI Terbaik

Sebelum memulai petualangan MPASI, penting bagi Sahabat Fimela untuk memastikan si Kecil benar-benar siap secara fisik dan motorik. / Christian Hermann/unsplash.

Sebelum memulai petualangan MPASI, penting bagi Sahabat Fimela untuk memastikan si Kecil benar-benar siap secara fisik dan motorik. Memberikan makanan padat terlalu dini dapat meningkatkan risiko tersedak, diare, dan masalah pencernaan lainnya. Sebagian besar bayi menunjukkan kesiapan untuk makanan padat sekitar usia 6 bulan, namun setiap bayi memiliki laju perkembangan yang berbeda.

Ada beberapa tanda kesiapan yang bisa Anda amati. Pertama, bayi sudah mampu duduk sendiri atau dengan sedikit bantuan, serta memiliki kontrol kepala dan leher yang baik dan stabil. Ini menunjukkan bahwa otot-otot yang diperlukan untuk menelan sudah cukup kuat. Kedua, si Kecil mulai menunjukkan minat pada makanan, seperti memperhatikan orang lain makan, meraih makanan, atau membuka mulut saat makanan ditawarkan.

Selain itu, perhatikan apakah refleks dorong lidah alami bayi sudah menghilang, yang biasanya terjadi antara usia 4-6 bulan. Refleks ini adalah mekanisme alami bayi untuk mendorong benda asing keluar dari mulutnya. Tanda kesiapan lainnya termasuk kemampuan membawa benda ke mulut, mencoba menggenggam benda kecil, dan mampu memindahkan makanan dari bagian depan ke belakang lidah untuk menelan.

3 dari 4 halaman

Rekomendasi Makanan Pendamping ASI Terbaik: Apa Saja yang Boleh?

Tidak ada urutan makanan tertentu yang harus diikuti saat memperkenalkan MPASI. Yang terpenting adalah menawarkan berbagai makanan padat yang kaya nutrisi dari semua kelompok makanan.

  • Sereal Bayi yang Diperkaya Zat Besi: Sereal bayi yang diperkaya zat besi, seperti oat, barley, dan multigrain, adalah pilihan umum dan baik. Zat besi sangat penting, terutama untuk bayi yang disusui karena cadangan zat besi mereka mulai menipis sekitar usia 4-6 bulan. Hindari hanya memberikan sereal beras bayi karena dapat meningkatkan risiko paparan arsenik. Campurkan sereal dengan ASI, susu formula, atau air hingga teksturnya halus.
  • Daging dan Makanan Kaya Protein: Daging murni yang dihaluskan atau dilumatkan adalah sumber zat besi dan seng yang sangat baik, nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak. Contohnya termasuk daging sapi, ayam, ikan, dan kalkun yang dimasak dan dihaluskan. Telur, kacang-kacangan, dan lentil juga merupakan sumber protein dan zat besi yang baik.
  • Buah-buahan dan Sayuran yang Dihaluskan: Buah-buahan dan sayuran yang dihaluskan atau dilumatkan kaya akan vitamin A, C, vitamin B, dan kalsium. Contohnya termasuk ubi jalar, labu, kacang polong, wortel, pisang, alpukat, apel, brokoli, pir, dan labu siam. Masak buah dan sayuran keras hingga lunak sebelum dihaluskan. Penelitian menunjukkan bahwa memperkenalkan sayuran dan makanan beraroma sejak dini dapat membuat anak lebih mungkin mengonsumsinya di kemudian hari.
  • Produk Susu (selain susu sapi sebagai minuman utama): Yogurt tawar penuh lemak dan keju adalah sumber protein dan kalsium yang baik. Susu sapi utuh dapat mulai diberikan setelah bayi berusia 1 tahun.
  • Biji-bijian Utuh: Roti gandum utuh, biskuit bayi, atau pasta dapat diperkenalkan. Sereal sarapan siap saji yang diperkaya dan rendah gula juga bisa menjadi pilihan.
  • Pengenalan Alergen Umum: Bukti menunjukkan bahwa memperkenalkan makanan yang merupakan alergen umum (seperti telur, kacang tanah, produk susu sapi, kacang pohon, gandum, dan kerang) antara usia 4 dan 9 bulan dapat membantu mencegah alergi makanan. Telur yang dimasak sepenuhnya direkomendasikan untuk diperkenalkan terlebih dahulu. Bubuk protein kacang dapat dicampur ke dalam ASI, susu formula, atau makanan yang dihaluskan.
4 dari 4 halaman

Panduan Aman Memperkenalkan MPASI Terbaik dan yang Perlu Dihindari

Proses pengenalan MPASI memerlukan kesabaran dan perhatian. Perkenalkan satu makanan baru pada satu waktu dan tunggu 3 hingga 5 hari sebelum memperkenalkan makanan baru lainnya. Ini membantu mengidentifikasi reaksi alergi atau intoleransi.

Mengenai tekstur, pada awalnya, makanan yang dihaluskan, dilumatkan, atau disaring dengan tekstur yang sangat halus lebih mudah bagi bayi. Secara bertahap perkenalkan makanan dengan tekstur yang lebih kental dan kasar seiring perkembangan kemampuan makan bayi. Sekitar usia 7-9 bulan, bayi mungkin siap untuk makanan yang kurang dihaluskan. Sekitar 9 bulan, sebagian besar bayi dapat mengonsumsi porsi kecil makanan jari, seperti sayuran yang dikukus dengan baik, buah-buahan lunak, pasta yang dimasak, keju, dan daging empuk.

Penting untuk menerapkan pemberian makan responsif, yaitu memperhatikan isyarat bayi yang menunjukkan bahwa ia lapar atau kenyang. Berhenti memberi makan saat bayi menunjukkan tanda-tanda kenyang, seperti memalingkan kepala atau menutup mulut. Jangan pernah memaksa bayi untuk makan jika ia tidak tertarik atau kenyang. Bayi berusia 6 hingga 12 bulan juga dapat ditawarkan air putih sebanyak 4 hingga 8 ons sehari.

Beberapa makanan harus dihindari untuk bayi di bawah usia tertentu. Jangan berikan madu (mentah atau dimasak) kepada bayi di bawah 12 bulan karena risiko botulisme infantil. Susu sapi tidak boleh menjadi minuman utama sebelum usia 12 bulan, meskipun produk susu seperti yogurt dan keju boleh diberikan. Hindari makanan yang tidak dipasteurisasi dan bahaya tersedak seperti anggur utuh, wortel dan apel mentah, hot dog, kacang utuh, dan popcorn. Potong makanan lunak menjadi potongan kecil atau irisan tipis. Selain itu, hindari gula tambahan dan makanan tinggi natrium, serta minuman manis seperti soda atau jus buah berlebihan.