Fimela.com, Aceh - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Aceh tetap berlangsung selama bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian operasional. Kebijakan ini mengacu pada Surat Gubernur Aceh Nomor 400.7.13.4/1545 tentang pengaturan kegiatan selama bulan puasa, sekaligus memastikan layanan bagi penerima manfaat tetap optimal.
Kepala SPPG Dayah Thautiatul Abrar Kabupaten Pidie, Saiful Fajril, menjelaskan perubahan dilakukan pada alur waktu persiapan hingga distribusi makanan. Jika pada hari biasa produksi dimulai sejak dini hari, selama Ramadan kegiatan baru dimulai pukul 07.00 WIB, dilanjutkan proses memasak pukul 12.00 WIB, dan distribusi ke sekolah dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB.
Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas makanan agar tetap segar saat dikonsumsi pada waktu berbuka puasa.
“Dengan produksi di siang hari dan distribusi pada sore hari, makanan yang diterima siswa tetap dalam kondisi segar dan layak konsumsi saat berbuka,” ujar Saiful, Senin (23/2).
Menu Disesuaikan dengan Kearifan Lokal
Dari sisi menu, SPPG turut menghadirkan sentuhan kearifan lokal. Bubur kanji khas Aceh menjadi salah satu menu yang disajikan selama Ramadan. Selain itu, tersedia pula menu kering seperti kurma, risol, serta aneka kue basah yang lebih sesuai dikonsumsi saat berbuka. Pola distribusi MBG di wilayah ini juga diatur setiap tiga hari sekali, yakni pada hari Senin dan Kamis, guna memastikan efektivitas dan kesiapan layanan.
Pelaksanaan MBG di bulan suci menghadirkan dinamika tersendiri. Sebagian siswa menyambut dengan antusias karena dapat mengambil MBG di sekolah sambil menunggu waktu berbuka bersama teman-teman.
“Banyak siswa yang senang karena bisa mengambil MBG sembari ngabuburit bersama teman-temannya di sekolah,” tambah Saiful.
Meski demikian, terdapat pula siswa yang merasa perlu menyesuaikan ritme kegiatan karena harus kembali ke sekolah pada sore hari setelah mengikuti pembelajaran sejak pagi hingga siang.
Dukungan Masyarakat dan Kisah Haru di Lapangan
Di balik dinamika tersebut, tersimpan kisah-kisah hangat yang menjadi penyemangat bagi para relawan. Sejumlah siswa penerima manfaat menyelipkan catatan kecil berisi ucapan terima kasih dan pesan semangat di dalam ompreng atau wadah MBG. Bahkan, buah anggur tercatat sebagai salah satu menu favorit yang paling sering diminta oleh para siswa.
Secara umum, masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Pidie menyambut baik keberlanjutan program ini. MBG dinilai memberikan dampak positif dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak, termasuk di tengah pelaksanaan ibadah Ramadan.
“Harapannya program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat luas bagi generasi menuju Indonesia Emas 2045, terlebih ini merupakan program prioritas Bapak Presiden,” tutup Saiful.