Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kita semua pasti pernah mengalami momen ketika suasana hati terasa tidak karuan, atau yang sering disebut bad mood. Kondisi ini ditandai dengan perasaan kesal, sedih, atau mudah tersinggung yang datang tiba-tiba. Bad mood adalah bagian normal dari pengalaman manusia, namun jika dibiarkan berlarut-larut, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kreativitas, bahkan memicu stres dan depresi. [1, 9, 10, 11]
Penyebab bad mood sangat beragam, mulai dari faktor internal hingga eksternal yang tak terduga. Beberapa pemicu umum meliputi kegagalan, kelelahan akibat tugas berlebihan, merasa bersalah, kurang percaya diri, hingga rasa lapar. [4, 9, 11, 22] Stres dari pekerjaan, hubungan, kurang tidur, ketidakseimbangan nutrisi, serta perubahan hormon juga seringkali menjadi biang keladi suasana hati yang buruk. [9, 10, 16]
Mengatasi bad mood sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan kesehatan mental secara keseluruhan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan, baik sebagai strategi cepat maupun perubahan gaya hidup jangka panjang, agar kita bisa kembali ceria dan produktif. Artikel ini akan membahas tuntas cara-cara ampuh tersebut, termasuk beberapa trivia menarik yang mungkin belum Sahabat Fimela ketahui. [1, 12, 13, 23]
Strategi Cepat Mengatasi Mood Buruk
Saat bad mood melanda, ada beberapa trik instan yang bisa Sahabat Fimela coba untuk mengembalikan senyum. Salah satunya adalah dengan menenangkan diri melalui latihan pernapasan dalam. Mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh, terutama jika dilakukan di tempat yang sepi untuk meningkatkan fokus. [26]
Trivia: Musik memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah suasana hati dan menghilangkan stres. Mendengarkan musik dengan beat cepat dan lirik positif dapat memicu pelepasan hormon dopamin, yang memberikan efek kebahagiaan dan mengurangi kecemasan. [12, 26, 27, 33]
Aktivitas fisik juga merupakan mood booster yang sangat efektif. Saat berolahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin, serotonin, dan dopamin, yang dikenal sebagai 'hormon kebahagiaan'. [1, 14, 22, 31] Bahkan, tiga sesi olahraga 10 menit dapat sama efektifnya dengan satu sesi 30 menit dalam meningkatkan mood. [1] Melakukan peregangan singkat juga bisa membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. [15, 32]
Jangan remehkan kekuatan hobi atau hal-hal yang Sahabat Fimela sukai. Melakukan aktivitas menyenangkan seperti membaca buku, menulis jurnal, melukis, atau menonton film dapat memicu hormon kebahagiaan. [27, 32] Bermain dengan hewan peliharaan juga terbukti meningkatkan hormon serotonin dan dopamin, sehingga memperbaiki suasana hati. [22] Tidur siang singkat selama 20-30 menit juga bisa menjadi penyelamat mood yang rusak, karena kurang tidur dapat membuat suasana hati tidak stabil. [13, 15, 19, 20, 21, 24]
Kekuatan Makanan dan Interaksi Sosial untuk Mood Ceria
Apa yang kita makan ternyata sangat memengaruhi perasaan kita, Sahabat Fimela. Beberapa makanan mengandung nutrisi yang dapat menjadi mood booster alami. Misalnya, ikan kaya akan omega-3 yang baik untuk otak dan mampu mengatasi bad mood. [2, 3, 31] Trivia: Cokelat hitam dapat menurunkan hormon stres dan mengurangi rasa cemas berlebihan, bahkan merangsang pelepasan endorfin. [2, 7, 12]
Buah pisang juga sangat direkomendasikan karena dapat meningkatkan produksi hormon serotonin, yang efektif untuk mengatasi bad mood dan depresi. [3, 7, 8, 31] Selain itu, oatmeal menjaga kadar gula darah tetap stabil, sementara telur, alpukat, tomat, dan ubi manis juga dipercaya dapat memperbaiki suasana hati. [2, 3, 6, 8] Jangan lupakan pula air lemon hangat yang mengandung vitamin C dan teh hijau dengan L-Theanine untuk ketenangan. [7]
Selain makanan, memastikan tubuh terhidrasi dengan baik juga penting. Meminum air yang cukup, sekitar 2.5 liter per hari, adalah cara sederhana untuk meningkatkan semangat. [2] Trivia: Berinteraksi sosial, seperti berkumpul dan berbicara dengan orang terdekat, dapat melepaskan hormon oksitosin dan endorfin, membuat perasaan lebih lega dan mengurangi kesepian. [13, 17, 18, 22, 25, 29, 31] Mood yang menyenangkan bahkan memiliki kecenderungan untuk menyebar ke lingkungan sosial. [28]
Perubahan Gaya Hidup Jangka Panjang untuk Kesejahteraan Mental
Untuk menjaga mood tetap stabil dalam jangka panjang, mengelola stres adalah kunci utama. Stres merupakan salah satu penyebab paling umum dari bad mood, sehingga strategi efektif untuk mengelolanya akan sangat membantu. [9, 31]
Mempraktikkan rasa syukur setiap hari, misalnya dengan menuliskan tiga hal yang disyukuri, dapat meningkatkan optimisme dan kepuasan hidup. [15] Penting juga untuk berhenti menjadi perfeksionis dan mulai menerima diri sendiri. Tekanan untuk menjadi sempurna dapat menyebabkan burnout dan perasaan tidak berharga, sehingga melepaskan idealisme ini dapat meringankan beban mental. [29]
Menyelesaikan pemicu stres yang mendasari, seperti masalah pekerjaan atau hubungan, sangat krusial untuk perbaikan mood yang berkelanjutan. Meningkatkan harga diri melalui positive self-talk juga dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan. [14] Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang, karena meskipun banyak yang keliru mengira zat ini dapat mengatasi bad mood, justru dapat memperburuk gejala dan menyebabkan perilaku berisiko. [14]
Terakhir, jika bad mood yang dirasakan menghalangi aktivitas sehari-hari, atau jika ada perasaan sedih, mudah tersinggung, bosan, atau putus asa yang berlangsung terus-menerus, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Psikolog atau psikiater dapat memberikan penanganan yang sesuai untuk menjaga kesehatan mental Sahabat Fimela. [12, 14, 31]