Gula Berlebih Saat Berbuka Bisa Memicu Penuaan Kulit? Kenali Dampaknya!

Hilda IrachDiterbitkan 28 Februari 2026, 12:11 WIB

ringkasan

  • Gula berlebih saat berbuka dapat memicu penuaan kulit melalui proses glikasi.
  • Proses glikasi merusak kolagen dan elastin, menyebabkan kerutan dan kulit kendur.
  • Mengurangi asupan gula dan menjaga hidrasi penting untuk kesehatan kulit.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, saat berbuka puasa, banyak dari kita yang cenderung mengonsumsi makanan manis dan minuman manis. Namun, tahukah kamu bahwa gula berlebih saat berbuka bisa memicu penuaan kulit? Proses yang dikenal sebagai glikasi dapat merusak protein penting dalam kulit, seperti kolagen dan elastin. Hal ini menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan dini yang tidak diinginkan.

Glikasi adalah reaksi di dalam tubuh di mana molekul gula berikatan dengan molekul protein, membentuk senyawa baru yang disebut *Advanced Glycation End products* (AGEs). Proses ini bersifat non-enzimatik dan terjadi secara spontan. Akumulasi AGEs dalam tubuh menjadi ciri khas proses penuaan pada manusia dan organisme lainnya.

Ketika AGEs terbentuk, mereka dapat merusak kolagen dan elastin, dua protein yang sangat penting untuk menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit. Kerusakan ini dapat menyebabkan kulit kehilangan ketahanan, sehingga kerutan dan kulit kendur mulai muncul. Selain itu, AGEs juga dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang mempercepat tanda-tanda penuaan seperti kulit kusam dan kerutan di area sensitif.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Glikasi: Mekanisme Utama Penuaan Kulit Akibat Gula

Proses glikasi dimulai ketika gula berikatan dengan protein dalam tubuh. Hal ini menghasilkan AGEs yang dapat mengganggu struktur kulit. Kolagen dan elastin, yang berfungsi menjaga kulit tetap kencang dan elastis, menjadi rentan terhadap kerusakan akibat glikasi. Dr. Gaby Prinsloo, seorang ahli dermatologi, menjelaskan bahwa kerusakan pada kolagen dan elastin membuat kulit kehilangan kekencangan dan elastisitasnya.

Seiring waktu, penumpukan AGEs dapat menyebabkan kulit menjadi kaku dan kurang fleksibel. Dr. Aamer Khan menambahkan bahwa gula berlebih dalam diet dapat membuat kulit tampak kusam dan rentan terhadap kerutan. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi asupan gula agar kulit tetap sehat dan muda.

3 dari 4 halaman

Dampak AGEs pada Struktur Kulit

Kerusakan kolagen dan elastin akibat glikasi dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit, seperti:

  • Kerutan dan garis halus yang lebih terlihat.
  • Kulit kendur, terutama di area dagu dan leher.
  • Perubahan warna kulit dan hiperpigmentasi.
  • Kulit kering dan kusam akibat dehidrasi.

Dr. Ross Perry menjelaskan bahwa AGEs mengurangi efektivitas kolagen dan elastin, yang berfungsi menjaga penampilan muda kulit. Dengan mengurangi asupan gula, kita dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan memperlambat proses penuaan.

4 dari 4 halaman

Rekomendasi untuk Mengurangi Dampak Gula pada Kulit

Agar terhindar dari dampak negatif gula berlebih, berikut beberapa rekomendasi yang bisa diterapkan:

  • Kurangi asupan gula dalam diet sehari-hari.
  • Jaga pola makan seimbang dengan mengonsumsi makanan bergizi.
  • Perbanyak konsumsi antioksidan untuk melawan efek AGEs.
  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik untuk menjaga kelembapan kulit.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Sahabat Fimela dapat menjaga kesehatan kulit dan memperlambat tanda-tanda penuaan yang disebabkan oleh gula. Ingatlah, manis hari ini bisa menjadi kendur besok!