Kenali 7 Tips Membantu Anak Lebih Percaya Diri Saat Berbicara di Depan Umum Sejak Dini

Siti Nur ArishaDiterbitkan 06 April 2026, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, berbicara di depan umum sering kali terasa menegangkan, bahkan bagi orang dewasa. Tidak heran jika banyak anak merasa gugup ketika harus menyampaikan pendapat di depan kelas, melakukan presentasi, atau sekadar bercerita di hadapan banyak orang. Padahal, kemampuan berbicara dengan percaya diri merupakan keterampilan penting yang akan sangat berguna bagi mereka di masa depan.

Kemampuan ini tidak muncul secara instan. Anak membutuhkan waktu, pengalaman, serta dukungan dari lingkungan sekitar untuk mengasahnya. Kabar baiknya, public speaking adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih sejak dini, sehingga anak dapat belajar menyampaikan ide dan pendapat dengan lebih percaya diri.

Dilansir dari Perform Drama Classes, melatih kemampuan berbicara di depan umum sejak kecil tidak hanya membantu anak menjadi komunikator yang baik, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri, fokus, dan kemampuan menyampaikan pesan secara jelas. Dengan latihan sederhana dan konsisten, anak dapat berkembang menjadi pembicara yang lebih percaya diri.

Berikut beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk membantu anak mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, Yuk simak penjelasan lengkapnya!

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Kenalkan Anak pada Audiens dan Tujuan Pembicaraan

Sebelum anak mulai berbicara, penting bagi mereka memahami siapa yang akan menjadi pendengar. Apakah mereka berbicara di depan teman sekelas, guru, atau anggota keluarga. (foto/dok: freepik/vecstock)

Sebelum anak mulai berbicara, penting bagi mereka memahami siapa yang akan menjadi pendengar. Apakah mereka berbicara di depan teman sekelas, guru, atau anggota keluarga?

Dengan mengetahui audiens, anak dapat menyesuaikan cara berbicara dan contoh yang digunakan. Orangtua juga bisa membantu anak memahami tujuan pembicaraan, misalnya untuk berbagi cerita, menjelaskan sesuatu, atau meyakinkan orang lain tentang sebuah ide.

2. Ajak Anak Berlatih Berbicara di Rumah

Latihan sederhana di rumah bisa menjadi langkah awal yang efektif. Pilih topik yang disukai anak, seperti hobi atau pengalaman menyenangkan di sekolah.

Minta anak menyiapkan cerita singkat sekitar dua hingga tiga menit dan menyampaikannya di depan keluarga. Semakin sering berlatih, rasa gugup anak biasanya akan berkurang secara bertahap lho, Sahabat Fimela. 

3. Ajarkan Struktur Dasar Presentasi

Agar anak tidak bingung saat berbicara, ajarkan mereka struktur sederhana dalam menyampaikan ide, yaitu pembukaan, isi, dan penutup.

Pembukaan berfungsi memperkenalkan topik, bagian isi menjelaskan beberapa poin utama dengan contoh, sementara penutup merangkum pesan yang ingin disampaikan. Struktur ini membantu anak menyampaikan ide dengan lebih jelas.

4. Gunakan Catatan Singkat sebagai Panduan

Di awal latihan, anak boleh menuliskan naskah secara lengkap. Setelah itu, bantu mereka merangkum isi pembicaraan menjadi beberapa poin penting. Dengan poin-poin tersebut dapat ditulis pada kartu kecil atau cue cards sehingga anak bisa berbicara lebih alami tanpa harus membaca teks panjang.

3 dari 3 halaman

5. Perhatikan Postur dan Kontak Mata

Bahasa tubuh juga memengaruhi rasa percaya diri saat berbicara. Dorong anak untuk berdiri tegak dan tidak terlalu banyak bergerak saat menyampaikan presentasi. (foto/dok: freepik)

Bahasa tubuh juga memengaruhi rasa percaya diri saat berbicara. Dorong anak untuk berdiri tegak dan tidak terlalu banyak bergerak saat menyampaikan presentasi.

Selain itu, biasakan anak melakukan kontak mata dengan audiens. Kebiasaan ini membantu mereka terlihat lebih percaya diri sekaligus membuat pendengar merasa lebih terlibat.

6. Latih Tempo Bicara yang Tenang

Ketika gugup, anak sering kali berbicara terlalu cepat. Karena itu, penting melatih tempo bicara yang lebih tenang. Anak bisa mencoba berhenti sejenak setelah menyelesaikan satu kalimat sebelum melanjutkan ke kalimat berikutnya. Jeda singkat ini juga membantu penyampaian menjadi lebih jelas.

7. Dorong Anak Menggunakan Intonasi dan Ekspresi

Setelah anak mulai terbiasa berbicara, mereka dapat belajar menggunakan variasi intonasi agar penyampaian terdengar lebih hidup. Ekspresi yang sesuai atau humor ringan juga bisa membuat audiens lebih tertarik. Seiring waktu, anak akan menemukan gaya berbicara mereka sendiri.

Melatih anak berbicara di depan umum tidak harus dimulai dari panggung besar. Langkah sederhana seperti bercerita di rumah atau berdiskusi bersama keluarga dapat menjadi fondasi penting lho, Sahabat Fimela.

Melalui dukungan orangtua, anak tidak hanya belajar berbicara dengan percaya diri, tetapi juga berani menyampaikan ide dan menghargai pendapat orang lain.

Penulis: Siti Nur Arisha