Fakta Mengejutkan, Mengapa Campak Kena Orang Dewasa? Bukan Cuma Anak-anak

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 10 Maret 2026, 13:43 WIB

ringkasan

  • Orang dewasa dapat terkena campak karena kurangnya imunisasi lengkap atau tidak divaksinasi sama sekali, terutama bagi mereka yang lahir sebelum 1957 atau menerima vaksin jenis lama.
  • Kekebalan dari vaksinasi campak dapat menurun seiring waktu, menyebabkan 'waning immunity' atau kegagalan vaksin sekunder yang membuat orang dewasa rentan kembali terhadap virus.
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat berbagai faktor dan sifat virus campak yang sangat menular meningkatkan risiko infeksi serius pada orang dewasa dengan gejala yang lebih parah dan komplikasi.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, campak seringkali dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang anak-anak. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa orang dewasa juga dapat terinfeksi virus Morbillivirus penyebab campak ini. Penyakit yang sangat menular ini tidak mengenal batasan usia dan berpotensi menimbulkan komplikasi yang lebih serius pada orang dewasa.

Orang dewasa bisa terkena campak karena beberapa alasan utama, seperti kurangnya imunisasi lengkap, penurunan kekebalan dari vaksinasi seiring waktu, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah. Memahami mengapa orang dewasa rentan terhadap campak menjadi krusial untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat dari potensi bahaya yang mengintai.

Virus campak menyebar dengan mudah melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bahkan hanya bernapas, dan dapat bertahan aktif di udara atau permukaan benda hingga dua jam. Tingkat penularannya sangat tinggi, di mana sekitar 90% individu yang belum divaksinasi akan terinfeksi jika terpapar virus.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Kurangnya Vaksinasi atau Kekebalan Alami yang Meragukan

Penyebab utama mengapa campak kena orang dewasa adalah infeksi virus campak itu sendiri, seringkali karena kurangnya imunisasi lengkap atau tidak divaksinasi sama sekali. Banyak orang dewasa mungkin belum menerima imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) lengkap saat anak-anak, sehingga tubuh mereka lebih rentan terhadap infeksi virus campak.

Meskipun vaksin campak sangat efektif dengan dua dosis vaksin MMR memiliki efektivitas hingga 97%, tidak ada vaksin yang 100% efektif. Sebagian kecil orang yang divaksinasi dapat mengalami 'breakthrough cases' dengan gejala yang biasanya lebih ringan.

Orang yang lahir sebelum tahun 1957 umumnya dianggap memiliki kekebalan alami karena kemungkinan besar terpapar campak saat kecil ketika penyakit ini masih umum. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki bukti kekebalan atau menerima vaksin jenis lama (antara 1963-1968) yang kurang efektif, disarankan untuk mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin MMR hidup.

3 dari 5 halaman

Kekebalan Menurun Seiring Waktu: Fenomena Waning Immunity

Meskipun vaksin MMR dianggap memberikan kekebalan seumur hidup ketika diberikan kepada anak-anak berusia 12 bulan atau lebih, kekebalan yang diinduksi vaksin dapat menurun seiring waktu. Fenomena ini dikenal sebagai 'waning immunity' atau penurunan kekebalan.

Studi menunjukkan bahwa respons antibodi yang dihasilkan oleh vaksin campak hidup yang dilemahkan secara kuantitatif lebih rendah dan cenderung menurun seiring waktu dibandingkan dengan kekebalan yang diperoleh dari infeksi alami. Penurunan kadar antibodi ini dapat menyebabkan kegagalan vaksin sekunder, di mana perlindungan yang diinduksi vaksin terganggu meskipun respons kekebalan awal memadai.

Diperkirakan kegagalan vaksin sekunder terjadi pada sekitar 5% individu 10–15 tahun setelah imunisasi. Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat penurunan kekebalan rata-rata setelah dosis kedua vaksin MMR (usia 10-33 tahun) adalah 4,8% per tahun, menegaskan bahwa orang dewasa yang sudah divaksinasi pun masih bisa rentan.

4 dari 5 halaman

Sistem Kekebalan Tubuh Melemah dan Risiko Penularan Tinggi

Sistem kekebalan tubuh yang melemah merupakan faktor penting mengapa campak kena orang dewasa. Penurunan kekebalan karena stres, kelelahan, kurang tidur, atau penyakit tertentu seperti leukemia dan infeksi HIV, dapat membuat sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan virus dengan baik.

Campak adalah penyakit yang sangat menular, menyebar melalui tetesan udara ketika orang yang terinfeksi bernapas, batuk, atau bersin. Virus ini dapat tetap aktif dan menular di udara atau pada permukaan yang terinfeksi hingga dua jam, menjadikannya ancaman penularan yang signifikan.

Risiko penularan meningkat jika melakukan kontak langsung dengan penderita campak, terutama dalam jarak dekat dan untuk waktu yang lama. Bepergian ke daerah dengan kasus campak yang tinggi atau berada di komunitas dengan tingkat vaksinasi rendah juga meningkatkan kemungkinan terpapar virus.

5 dari 5 halaman

Gejala dan Komplikasi Campak pada Orang Dewasa

Nggak semua pacar layak diperjuangkan mati-matian, ada juga yang lebih layak kamu campakkan! (Foto: unsplash.com/Ian Dooley)

Orang dewasa di atas usia 20 tahun cenderung memiliki gejala campak yang lebih parah dan lebih mungkin memerlukan rawat inap. Gejala awal seringkali mirip flu, meliputi demam tinggi yang berlangsung beberapa hari, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan mata merah yang sensitif terhadap cahaya.

Bintik Koplik, yaitu bintik putih kecil di dalam mulut, dapat muncul 2-3 hari setelah gejala awal. Kemudian, ruam merah yang terdiri dari bintik-bintik kecil dan benjolan akan muncul 3-5 hari setelah gejala awal, biasanya dimulai di wajah dan kepala, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Komplikasi campak pada orang dewasa bisa sangat serius, termasuk pneumonia (radang paru-paru), radang telinga, ensefalitis (radang otak) yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian, hingga diare parah. Ibu hamil yang terinfeksi campak juga berisiko mengalami keguguran atau kelahiran prematur.