Fimela.com, Jakarta - Melansir dari healthline.com, menstrual cup adalah alternatif modern selain pembalut dan tampon konvensional untuk menampung darah menstruasi. Produk ini hadir dalam berbagai ukuran yang bisa Sahabat Fimela pilih sesuai kebutuhan. Selain praktis, banyak jenis menstrual cup yang bersifat reusable sehingga bisa digunakan berkali kali.
Siklus bulanan sering kali membuat Sahabat Fimela harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pembalut sekali pakai. Tren penggunaan menstrual cup dan period underwear kini semakin populer di mancanegara karena manfaat jangka panjangnya. Bukan hanya soal gaya hidup hijau. Ini juga tentang kenyamanan maksimal selama masa menstruasi.
Satu menstrual cup bisa bertahan hingga 10 tahun penggunaan. Bayangkan berapa banyak sampah pembalut yang bisa Sahabat Fimela kurangi dalam satu dekade tersebut. Sampah pembalut sekali pakai mengandung plastik yang butuh ratusan tahun untuk terurai di alam. Dengan beralih ke produk reusable, Sahabat Fimela turut berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian bumi kita dari polusi plastik yang menumpuk.
Selain ramah bumi, aspek ekonomis menjadi alasan utama banyak perempuan beralih ke menstrual cup. Investasi di awal mungkin terasa lebih mahal daripada sebungkus pembalut. Namun, jiika dihitung secara tahunan, Sahabat Fimela bisa menghemat jutaan rupiah karena tidak perlu membeli pembalut setiap bulan. Menstrual cup juga memberikan rasa aman ekstra karena bisa menyerap cairan dengan efisien. Ini adalah langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi kenyamanan diri dan kesehatan lingkungan.
Panduan Lengkap Menggunakan Menstrual Cup untuk Pemula, Lebih Nyaman dan Anti Ribet
Menstrual cup semakin menjadi pilihan banyak perempuan karena praktis, ramah lingkungan, dan bisa digunakan berulang kali. Namun bagi pemula, cara penggunaannya mungkin terasa sedikit membingungkan di awal. Tenang, Sahabat Fimela, dengan langkah yang tepat, penggunaan menstrual cup justru bisa terasa lebih nyaman dibandingkan produk menstruasi lainnya.
Menentukan Ukuran Menstrual Cup yang Tepat
Sebelum mulai menggunakan menstrual cup, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau tenaga kesehatan. Meski menstrual cup mudah ditemukan di toko maupun online, memilih ukuran yang sesuai sangat penting untuk kenyamanan.
Beberapa hal yang biasanya dipertimbangkan antara lain usia, panjang serviks, intensitas aliran menstruasi, fleksibilitas cup, kapasitas tampung, kekuatan otot dasar panggul, hingga riwayat persalinan normal.
Secara umum, ukuran kecil direkomendasikan bagi perempuan di bawah usia 30 tahun yang belum pernah melahirkan secara vaginal. Sementara ukuran lebih besar biasanya cocok bagi perempuan di atas 30 tahun, memiliki aliran menstruasi lebih banyak, atau pernah melahirkan normal.
Persiapan Sebelum Memasang Menstrual Cup
Penggunaan pertama mungkin terasa sedikit asing. Untuk membantu proses pemasangan lebih mudah, basahi bagian tepi menstrual cup menggunakan air bersih. Permukaan yang lembap akan membuat cup lebih mudah dimasukkan dan terasa nyaman.
Cara Memasang Menstrual Cup
1. Sterilisasi Alat
Sahabat Fimela harus merebus cup dalam air mendidih selama 3 hingga 5 menit sebelum awal siklus. Pastikan alat tidak menyentuh dasar panci agar tidak rusak karena panas berlebih.
2. Kebersihan Tangan
Cuci tangan menggunakan sabun tanpa pewangi. Pastikan tangan benar benar bersih sebelum menyentuh area intim dan cup. Langkah ini sangat krusial untuk mencegah infeksi atau iritasi pada area sensitif.
3. Teknik Lipatan Cup
Gunakan teknik lipatan seperti C fold atau Punch down fold. Teknik ini membuat ukuran cup menjadi jauh lebih kecil. Ukuran yang kecil memudahkan proses masuk ke dalam vagina dengan rasa nyaman.
4. Posisi Tubuh
Sahabat Fimela perlu mencari posisi paling santai untuk memasukkannya. Cobalah posisi jongkok atau mengangkat satu kaki ke atas tepi bak mandi.
5. Proses Insersi
Masukkan cup secara perlahan ke dalam vagina. Sahabat Fimela harus memastikan cup terbuka sempurna dengan memutar bagian dasarnya sedikit.
Jika terpasang dengan benar, Sahabat Fimela tidak akan merasakan keberadaan menstrual cup. Aktivitas sehari-hari seperti berjalan, duduk, hingga olahraga ringan tetap bisa dilakukan dengan nyaman.
Kapan Menstrual Cup Perlu Dilepas?
Menstrual cup dapat digunakan selama 6–12 jam tergantung banyaknya aliran menstruasi. Bahkan, cup bisa digunakan semalaman sebagai perlindungan ekstra.
Namun, pastikan menstrual cup dilepas maksimal setiap 12 jam. Jika terasa penuh sebelum itu, segera kosongkan untuk menghindari kebocoran.
Cara Melepas Menstrual Cup
- Cuci tangan terlebih dahulu.
- Masukkan jari telunjuk dan ibu jari ke dalam vagina.
- Tarik batang cup perlahan hingga mencapai bagian dasar.
- Cubit bagian bawah cup untuk melepaskan segel udara, lalu tarik perlahan keluar.
- Kosongkan isi cup ke toilet atau wastafel.
Cara Merawat Menstrual Cup agar Tetap Higienis dan Tahan Lama
1. Bilas dengan Air Dingin
Segera bilas celana setelah digunakan menggunakan air dingin yang mengalir. Langkah sederhana ini membantu mengangkat sisa darah sebelum noda menempel permanen pada serat kain. Bilas hingga air terlihat jernih agar proses pencucian selanjutnya lebih maksimal.
2. Hindari Menggunakan Air Panas
Air panas justru bisa membuat noda darah semakin sulit dibersihkan. Suhu tinggi menyebabkan protein dalam darah mengeras dan menempel pada kain, sekaligus berisiko merusak lapisan penyerap di dalam celana menstruasi.
3. Gunakan Deterjen yang Lembut
Pilih deterjen cair dengan formula ringan tanpa pemutih atau bahan kimia keras. Deterjen lembut membantu menjaga daya serap tetap optimal sekaligus mengurangi risiko iritasi pada kulit sensitif.
4. Tidak Perlu Pelembut atau Pewangi
Hindari penggunaan pelembut pakaian maupun pewangi tambahan. Kandungan tersebut dapat melapisi serat kain dan menutup pori-pori penyerap, sehingga fungsi utama celana menstruasi menjadi kurang efektif.
5. Pilih Metode Pencucian yang Aman
Mencuci dengan tangan menjadi pilihan terbaik untuk menjaga elastisitas bahan. Jika ingin menggunakan mesin cuci, gunakan laundry bag agar jahitan dan lapisan pelindung tetap aman dari gesekan berlebih.
6. Keringkan Secara Alami
Biarkan celana kering dengan cara diangin-anginkan atau dijemur di bawah sinar matahari. Hindari mesin pengering atau setrika karena panas berlebih dapat merusak lapisan anti bocor di bagian dalam.
7. Simpan di Tempat Kering dan Bersih
Pastikan celana benar-benar kering sebelum disimpan. Gunakan tempat penyimpanan dengan sirkulasi udara baik untuk mencegah kelembapan yang dapat memicu pertumbuhan jamur maupun bakteri.