Nyeri dan Memar Saat Aktif Bergerak, Begini Cara Cepat Penanganannya

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 16 April 2026, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Gaya hidup aktif dengan berbagai aktivitas seperti olahraga memang menyehatkan. Mulai dari lari, gym, hingga olahraga intensitas tinggi, semuanya memberi manfaat bagi tubuh. Namun banyaknya aktivitas tersebut ada risiko yang perlu diwaspadai. 

Misalnya saja risiko cedera yang membuat di beberapa bagian tubuh memar, nyeri otot, nyeri dan memar karena benturan atau jatuh. Sayangnya, dr. Zeth Boroh, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga menyampaikan jika banyak orang yang menyepelekan cedera. Padahal, cedera seperti memar tidak segera ditangani agar memperburuk keadaan. 

“Cedera seperti memar sering dianggap sepele, padahal inflamasi harus ditangani secepat mungkin, diatasi segera agar tidak memperburuk cedera,” ujar dr. Zeth Boroh saat peluncuran Thrombovoren Emulgel di Jakarta (16/4)

Memar atau hematoma terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah akibat benturan atau tekanan. Saat berolahraga, tubuh lebih rentan mengalami gesekan, terbentur alat, atau tekanan berulang, terutama jika melakukan latihan intens.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Triyaningsih, sport enthusiast dan mantan atlet lari nasional, yang kerap menghadapi cedera ringan dalam rutinitas latihan ataupun kejuaraan yang diikutinya. “Dalam aktivitas olahraga, cedera seperti nyeri dan memar hampir tidak terhindarka,” katanya. 

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Pertolongan Pertama Nyeri dan Memar

Ilustrasi Pertolongan Pertama Nyeri dan Memar. Credit: unsplash.com/Kris

dr. Zeth Boroh menyampaikan bisa menggunakan krim atau gel saat cedera nyeri dan memar terutama yang mengandung Diclofenac Diethylamine dan Heparin Sodium. “Heparin dapat mengencerkan darah yang mengumpal di bawah kulit yang disebut memah. Dan Diclofenac dapat mempercepat pemulihan. Dua kandungan ini bisa mencegah inflamasi,” kata dr. Zeth.

Kombinasi agen antiinflamasi dan antikoagulan dalam sediaan topikal memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam penanganan cedera ringan. “Formulasi ini membantu meredakan nyeri dan memar sekaligus kemampuannya dalam menanggulangi proses terjadinya inflamasi dan hematoma pada area cedera, sehingga dapat menunjang pemulihan jaringan di area tersebut dan meningkatkan kenyamanan dalam beraktivitas,” jelasnya

Kedua kandungan tersebut dihadirkan PT Tunggal Idaman Abdi lewat produk terbarunya Thrombovoren Emulgel, produk gel topikal 2-in-1 yang diformulasikan untuk membantu meredakan nyeri sekaligus pemulihan memar akibat cedera.

dr. Hendra Gunawan MBA, Managing Director PT Tunggal Idaman Abdi menyampaikan produk ini menggabungkan dua bahan aktif dalam satu formulasi, yaitu Diclofenac Diethylamine 11,6 mg per gram dan Heparin Sodium 200 IU, yang bekerja secara topikal. 

“Pendekatan kombinasi dalam satu sediaan ini memberikan solusi yang lebih praktis bagi masyarakat aktif yang membutuhkan penanganan cepat dan mudah setelah beraktivitas,” katanya. 

Dengan tekstur emulgel yang tidak lengket di kulit dan mudah meresap, Thrombovoren Emulgel dirancang untuk memberikan kenyamanan pada penggunanya sebagai persediaan setelah aktivitas fisik.

“Kami memahami bahwa masyarakat saat ini semakin aktif, baik dalam berolahraga maupun menjalani rutinitas harian. Melalui Thrombovoren, kami menghadirkan solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga praktis - cukup satu oles dua masalah beres. Membantu meredakan nyeri dan memar pasca cedera, sehingga aktivitas kembali bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Kurniawan Agung Subekti, S.Si, Marketing Product Manager Thrombovoren menambahkan 

Sudah memiliki izin BPOM,  dengan cara dioleskan 3–4 kali sehari pada area yang mengalami nyeri atau memar, kemudian diratakan secara perlahan pada permukaan kulit. Produk tidak disarankan untuk digunakan pada area luka terbuka atau selaput lendir dan ibu hamil trimester tiga.