8 Tips Mengajarkan Anak Mengatasi Rasa Takut saat Naik Pesawat

Kayla BridgitteDiterbitkan 29 Mei 2026, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, momen liburan keluarga adalah waktu yang sangat dinanti untuk menciptakan memori indah bersama anak. Namun, tantangan sering kali muncul bahkan sebelum kita sampai di destinasi tujuan, terutama saat harus menempuh perjalanan udara. Bagi sebagian anak, melihat pesawat yang besar dan berada di ketinggian ribuan kaki bisa menjadi pengalaman yang sangat menegangkan. Rasa cemas ini adalah hal yang wajar karena mereka dihadapkan pada situasi baru yang di luar kendali mereka.

Mengapa Anak Merasa Takut Terbang?

Melansir dari laman Travel and Leisure, kecemasan pada anak biasanya bersumber dari ketidaktahuan mereka akan apa yang sedang terjadi. Guncangan kecil akibat turbulensi atau perubahan tekanan pada telinga sering kali dianggap sebagai tanda bahaya oleh imajinasi mereka yang aktif. Sebagai orang tua, peran Sahabat Fimela sangat krusial untuk memberikan pemahaman yang logis namun tetap hangat agar rasa takut tersebut tidak berubah menjadi trauma.

Menyiapkan si kecil untuk penerbangan pertama atau mengatasi ketakutan yang sudah ada memerlukan strategi yang lembut. Edukasi yang dilakukan secara santai melalui buku cerita atau video simulasi dapat membantu anak memvisualisasikan perjalanan mereka. Dengan memberikan gambaran yang jelas mengenai proses di bandara hingga saat pesawat lepas landas, Sahabat Fimela sedang membangun rasa percaya diri dalam diri si kecil. Mari kita ubah rasa takut itu menjadi rasa ingin tahu yang besar demi perjalanan yang lebih berkesan.

2 dari 4 halaman

Langkah Persiapan Sebelum Keberangkatan untuk Membangun Keberanian si Kecil

Yuk, coba ajak si kecil bermain peran sebagai pilot dan penumpang di rumah agar ia merasa lebih akrab dengan prosedur penerbangan! [Dok/Pexels.com/Vlada Karpovich].

Sahabat Fimela, keberhasilan perjalanan udara dimulai dari persiapan matang di rumah jauh sebelum hari keberangkatan tiba. Kecemasan sering kali berkurang drastis saat anak merasa memiliki kontrol atau pengetahuan tentang apa yang akan ia hadapi. Dengan memberikan informasi yang jujur namun menenangkan, Anda sedang menanamkan rasa aman di dalam hati si kecil.

Berikut adalah beberapa tips persiapan yang bisa Sahabat Fimela terapkan:

1. Berikan Edukasi Visual Secara Rutin 

Manfaatkan buku cerita atau video animasi yang menjelaskan proses naik pesawat dengan cara yang ceria. Jelaskan bahwa suara mesin yang berisik atau perasaan melayang saat take off adalah hal yang normal dan aman. Semakin sering anak terpapar informasi yang positif, semakin sedikit ruang bagi rasa takut untuk berkembang di pikiran mereka.

2. Gunakan Teknik Bermain Peran atau Role Play 

Ajak anak bermain pura-pura naik pesawat. Sahabat Fimela bisa menjadi pramugari dan anak menjadi penumpang. Simulasikan cara memakai sabuk pengaman dan duduk tenang saat lampu tanda kenakan sabuk pengaman menyala. Permainan ini sangat efektif untuk membiasakan anak dengan instruksi keselamatan tanpa membuatnya merasa tertekan.

3. Libatkan Anak dalam Menyiapkan Tas Kabin

 Biarkan si kecil memilih mainan favorit atau buku gambar yang ingin ia bawa ke dalam pesawat. Memiliki benda-benda yang familiar di lingkungan baru yang asing akan memberikan rasa nyaman secara emosional. Sahabat Fimela juga bisa menyelipkan kejutan kecil berupa stiker atau camilan kesukaan di dalam tasnya sebagai reward atas keberaniannya.

4. Jelaskan Tentang Tekanan Udara pada Telinga 

Banyak anak menangis karena telinga mereka terasa sakit saat tekanan udara berubah. Berikan penjelasan sederhana bahwa telinga mereka akan terasa sedikit "tersumbat" dan ajarkan cara mengatasinya seperti dengan mengunyah permen, minum air, atau melakukan gerakan menelan. Kesiapan fisik ini sangat membantu mengurangi kepanikan saat penerbangan berlangsung.

3 dari 4 halaman

5. Pilih Posisi Duduk yang Strategis

Menjaga mood anak tetap ceria melalui aktivitas menarik di kursi penumpang sangat ampuh untuk mengalihkan fokus mereka dari rasa cemas. [Dok/Pexels.com/Atlantic Ambience].

 

Jika memungkinkan, pilihlah kursi di bagian depan atau di atas sayap karena biasanya guncangan turbulensi akan terasa lebih minim di area tersebut. Memberikan kursi di dekat jendela juga bisa menjadi ide bagus agar anak bisa melihat keindahan awan, namun bagi anak yang sangat takut ketinggian, kursi di lorong atau aisle mungkin akan membuatnya merasa lebih tenang.

6. Hadirkan Distraksi yang Menghibur 

Siapkan rangkaian aktivitas setiap satu jam sekali. Mulailah dengan mewarnai, bermain puzzle kecil, hingga menonton film favorit melalui in-flight entertainment. Distraksi yang berganti-ganti akan mencegah anak merasa bosan dan mulai memikirkan rasa takutnya. Pastikan Anda memiliki cadangan baterai yang cukup untuk gawai jika diperlukan.

7. Lakukan Teknik Relaksasi Bersama 

Jika si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda panik seperti napas yang cepat atau tangan yang gemetar, ajaklah ia untuk melakukan latihan napas dalam bersama. Sahabat Fimela bisa membisikkan kata-kata afirmasi seperti "Ibu ada di sini, kita aman, pesawat ini sangat kuat." Kehadiran dan ketenangan Anda adalah obat penenang paling mujarab bagi anak.

8. Manfaatkan Fasilitas untuk Anak di Pesawat 

Jangan ragu untuk meminta bantuan pramugari jika anak membutuhkan sesuatu. Banyak maskapai yang menyediakan amenity kit khusus anak atau kartu ucapan pilot yang bisa membuat anak merasa spesial. Rasa diistimewakan ini akan mengubah persepsi mereka bahwa pesawat adalah tempat yang ramah bagi anak-anak.

4 dari 4 halaman

Tips Membuat Perjalanan Pesawat Lebih Nyaman untuk Anak

Salah satu langkah paling sederhana sebelum memulai perjalanan liburan bersama anak adalah membangun suasana positif terlebih dahulu. [Dok/Pexels.com/Rahul Singh].

Perjalanan udara bersama anak bisa terasa jauh lebih menyenangkan jika dipersiapkan sejak sebelum hari keberangkatan. Sahabat Fimela dapat mulai membangun suasana positif dengan menceritakan bahwa naik pesawat adalah pengalaman seru yang patut dinantikan. Datang lebih awal ke bandara juga menjadi langkah penting agar perjalanan berlangsung santai tanpa tekanan. Ritme yang tenang membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus mengurangi rasa cemas sebelum penerbangan dimulai.

Selama menunggu boarding hingga berada di dalam pesawat, anak mungkin mudah merasa bosan atau gelisah. Membawa aktivitas favorit seperti buku cerita, mainan kecil, atau camilan kesukaan dapat membantu menjaga suasana hati tetap stabil. Saat turbulensi terjadi, orang tua sebaiknya tetap tenang dan memberikan penjelasan sederhana bahwa guncangan udara adalah hal yang normal, layaknya kendaraan melewati jalan bergelombang. Respons orang tua yang santai akan membuat anak merasa lebih aman.

Perubahan tekanan udara saat lepas landas dan mendarat sering memicu rasa tidak nyaman pada telinga anak. Untuk membantu meredakannya, ajak anak minum air, mengunyah camilan, atau sering menguap agar tekanan telinga lebih seimbang. Jika anak terlihat takut, dengarkan kekhawatiran mereka dan alihkan perhatian melalui cerita, permainan ringan, atau mainan favorit. Pendekatan yang hangat dan penuh empati akan membantu anak memahami bahwa perjalanan pesawat adalah pengalaman aman sekaligus menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga.