Fimela.com, Jakarta - Nama plogging sendiri merupakan gabungan dari kata jogging dan kata Swedia plocka up yang berarti memungut sampah. Plogging menjadi salah satu gerakan gaya hidup berkelanjutan yang pertama kali populer di Swedia. Aktivitas ini memadukan olahraga ringan seperti jogging dengan aksi nyata menjaga lingkungan. Sambil berlari, para peserta juga mengumpulkan sampah yang mereka temukan di sepanjang jalan.
Melansir dari Iberdrola, sudah lebih dari 20.000 orang di lebih dari 100 negara kini rutin melakukan plogging setiap hari. Selain membantu tubuh tetap aktif, kebiasaan sederhana ini juga memberi dampak positif bagi bumi. Aktivitas ini menuntut Anda untuk berhenti sejenak, membungkuk, atau melakukan gerakan jongkok setiap kali Anda menemukan sampah di sepanjang rute lari. Gerakan tambahan inilah yang membuat plogging menjadi latihan seluruh tubuh yang jauh lebih efektif dibandingkan jogging biasa.
Plogging mengajak kita untuk lebih peka terhadap kondisi bumi sambil tetap fokus pada target kesehatan pribadi. Tidak perlu peralatan mahal, Anda hanya membutuhkan sepatu lari yang nyaman dan sebuah kantong sampah
Gerakan Utama dalam Plogging
Sahabat Fimela, mengapa plogging dianggap lebih baik daripada sekadar berlari tanpa arah. Jawabannya terletak pada variasi gerakan yang Anda lakukan secara tidak sadar selama aktivitas berlangsung. Saat Anda melihat sampah plastik atau botol kosong, Anda tidak hanya terus berlari melainkan melakukan gerakan fungsional yang sangat bermanfaat bagi otot. Aktivitas ini memberikan sensasi latihan interval yang membuat jantung bekerja lebih optimal dan otot otot tubuh menjadi lebih aktif bekerja dibandingkan hanya melangkah secara statis.
Berikut adalah beberapa elemen gerakan yang membuat plogging sangat efektif bagi kebugaran tubuh Anda:
1. Gerakan Squat dan Lunge yang Intens
Setiap kali Anda membungkuk untuk mengambil sampah, Anda sebenarnya sedang melakukan gerakan squat atau lunge. Gerakan ini sangat bagus untuk memperkuat otot paha, bokong, dan betis secara bersamaan.
2. Melatih Kekuatan Otot Inti (Core)
Membawa kantong sampah yang semakin lama semakin berat akan memberikan beban tambahan pada tubuh. Hal ini menuntut otot perut dan punggung Anda untuk tetap stabil guna menyeimbangkan berat tersebut saat Anda tetap bergerak maju.
3. Meningkatkan Kelenturan Tubuh
Jangkauan tangan saat memungut sampah di berbagai sudut jalan melatih fleksibilitas dan koordinasi tubuh Anda. Anda akan menjadi lebih lincah karena harus bermanuver di rute lari sambil tetap fokus mencari sampah.
4. Pembakaran Kalori yang Lebih Tinggi
Menurut penelitian, melakukan plogging selama 30 menit dapat membakar kalori sekitar 288 kalori, lebih tinggi dibandingkan jogging biasa yang hanya sekitar 235 kalori dalam durasi yang sama. Ini tentu menjadi berita baik bagi Sahabat Fimela yang ingin menurunkan berat badan dengan cara yang lebih seru.
Starter-pack sebelum Memulai Plogging
1. Gunakan Sarung Tangan Pelindung
Ini adalah hal yang wajib agar tangan Anda tetap bersih dan terhindar dari luka akibat pecahan kaca atau benda tajam lainnya. Pilihlah sarung tangan karet atau kain yang bisa dicuci ulang agar tetap ramah lingkungan.
2. Siapkan Kantong Sampah yang Kuat
Gunakan tas kain yang kuat atau kantong sampah berbahan plastik daur ulang. Anda bisa mengikatnya di pinggang atau membawanya dengan tangan secara bergantian untuk melatih kekuatan otot lengan secara seimbang.
3. Pilih Rute Lari yang Strategis
Mulai dari lingkungan sekitar rumah, taman kota, atau area pinggir pantai yang seringkali memiliki tumpukan sampah plastik. Pastikan rute tersebut aman bagi pejalan kaki dan tidak terlalu padat kendaraan agar Anda bisa beraksi dengan tenang.
4. Perhatikan Postur Tubuh Saat Memungut
Hindari membungkuk hanya dengan punggung. Tekuklah lutut Anda dalam posisi squat setiap kali mengambil sampah agar tulang punggung tetap terlindungi dan otot kaki bekerja dengan maksimal.
5. Pisahkan Sampah Berdasarkan Jenisnya
Jika memungkinkan, sediakan dua kantong untuk memisahkan sampah plastik yang bisa didaur ulang dengan sampah organik atau residu lainnya. Ini akan memudahkan proses pengolahan sampah setelah Anda selesai berolahraga.
Dampak Positif Plogging bagi Mental dan Lingkungan
Melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain atau lingkungan sekitar memicu pelepasan hormon endorfin dan serotonin dalam otak. Perasaan berguna dan memiliki tujuan hidup yang positif akan membuat Anda merasa lebih percaya diri dan tenang. Plogging memberikan "kepuasan instan" karena Anda bisa melihat langsung perubahan nyata berupa jalanan yang menjadi bersih segera setelah Anda melewatinya.
Selain itu, plogging merupakan cara yang sangat efektif untuk membangun kesadaran sosial di lingkungan tempat tinggal Anda. Saat tetangga atau orang asing melihat Anda berlari sambil memungut sampah, Anda sebenarnya sedang menyebarkan pengaruh positif tanpa perlu berkata-kata. Aksi nyata ini sering kali menginspirasi orang lain untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan atau bahkan ikut serta dalam gerakan plogging di kemudian hari. Ini adalah bentuk kepemimpinan perempuan dalam skala kecil namun berdampak besar bagi komunitas lokal.
Mari kita jadikan plogging sebagai bagian dari gaya hidup modern yang cerdas dan bertanggung jawab, Sahabat Fimela. Dengan tubuh yang bugar dan lingkungan yang bersih, kita sedang membangun masa depan yang lebih sehat bagi diri sendiri dan generasi mendatang.