Cara Membantu Anak Lebih Berani Bersosialisasi di Tempat Baru Selama Liburan Sekolah

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 16 Juni 2026, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, selama liburan sekolah anak bisa mendapatkan banyak pembelajaran berharga. Bukan hanya dari pengalaman menyenangkan bersama keluarga, tetapi juga dari kesempatan untuk belajar bersosialisasi di lingkungan baru. Mulai dari playground, tempat wisata, acara keluarga, hingga kelas liburan, semua bisa menjadi ruang baru bagi anak untuk mengenal orang lain dan membangun rasa percaya diri.

Namun, tidak semua anak bisa langsung merasa nyaman di tempat ramai. Ada anak yang terlihat antusias di rumah, tetapi mendadak diam, malu, atau bahkan menangis saat bertemu banyak orang baru. Kondisi ini sering membuat orangtua bingung, terlebih ketika anak sebenarnya ingin ikut bermain, tetapi terlihat kesulitan menyesuaikan diri.

Bagi sebagian anak, suasana baru memang bisa terasa sangat mengintimidasi. Keramaian, suara bising, banyak wajah asing, hingga rasa takut dinilai orang lain dapat membuat mereka kewalahan. Meski begitu, bukan berarti anak tidak bisa belajar menjadi lebih berani. Dengan pendekatan yang lembut dan bertahap, keberanian sosial anak tetap bisa dilatih selama liburan sekolah. Dilansir dari Child Mind Institute, berikut ini adalah cara melatih keberanian sosial anak di tempat keramaian baru selama liburan sekolah!

 

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Pahami Bahwa Setiap Anak Punya Cara Beradaptasi yang Berbeda

Sebagai orangtua kamu harus mengetahui seperti apa cara anakmu beradaptasi, karena tiap anak memiliki cara beradaptasi yang berbeda. [Dok/freepik.com/pch.vector]

Hal pertama yang penting dipahami orangtua adalah tidak semua anak nyaman langsung terjun ke lingkungan baru. Ada anak yang cepat akrab dengan orang lain, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa aman.

Karena itu, hindari membandingkan anak dengan teman sebaya atau saudara lainnya. Anak yang memilih duduk mengamati dari jauh bukan berarti tidak menikmati suasana. Bisa jadi, ia sedang memproses keadaan di sekitarnya sebelum akhirnya siap bergabung. Saat orangtua menerima ritme anak tanpa memberi tekanan berlebihan, anak biasanya akan merasa lebih aman untuk mencoba perlahan.

Ceritakan Dulu Tempat yang Akan Dikunjungi

Salah satu cara paling efektif membantu anak lebih percaya diri adalah memberi gambaran tentang situasi yang akan dihadapi. Anak biasanya lebih tenang ketika mereka tahu apa yang akan terjadi.

Sebelum pergi, coba ceritakan tempat yang akan dikunjungi, siapa saja yang mungkin ada di sana, dan aktivitas apa yang akan dilakukan. Cara ini membantu anak merasa lebih siap dan tidak terlalu terkejut saat tiba di lokasi.

Jika memungkinkan, tunjukkan foto tempat tersebut atau ajak anak membayangkan suasananya bersama-sama. Semakin familiar sebuah situasi terasa, semakin kecil kemungkinan anak merasa kewalahan.

 

 

3 dari 4 halaman

Latih Anak dengan Role Play Sederhana

Kamu dapat mengajak anak untuk berlatih menyapa teman baru, memperkenalkan diri, atau memulai percakapan sederhana. [Dok/freepik.com]

Role play atau bermain peran bisa menjadi cara menyenangkan untuk melatih keberanian sosial anak. Orangtua bisa mengajak anak berlatih menyapa teman baru, memperkenalkan diri, atau memulai percakapan sederhana.

Misalnya, ajarkan kalimat seperti, “Hai, aku boleh ikut main?” atau “Namaku Aira, kamu suka main apa?” Kalimat sederhana seperti ini dapat membantu anak merasa lebih siap ketika benar-benar berada di situasi sosial. Selain melatih keberanian, role play juga membantu anak memahami bahwa bertemu orang baru bukan sesuatu yang menakutkan.

Beri Waktu Anak untuk Mengamati

Saat tiba di tempat ramai, jangan langsung memaksa anak untuk bergabung. Banyak anak membutuhkan waktu untuk mengamati suasana terlebih dahulu sebelum merasa nyaman.

Biarkan anak duduk di dekat orangtua sambil melihat anak-anak lain bermain. Setelah merasa lebih aman, biasanya mereka akan mulai mendekat sedikit demi sedikit. Proses kecil seperti berdiri lebih dekat, tersenyum kepada anak lain, atau ikut bermain sebentar sudah merupakan bentuk keberanian yang patut diapresiasi.

 

 

4 dari 4 halaman

Datang Lebih Awal Bisa Membantu Anak Lebih Tenang

Dengan datang lebih awal dapat membantu anak untuk mengenal tempat terlebih dulu. [Dok/freepik.com/gpointstudio]

Bagi anak yang mudah cemas, datang terlalu saat tempat sudah penuh orang justru bisa membuat mereka semakin terintimidasi. Karena itu, datang lebih awal bisa menjadi strategi yang membantu. Anak memiliki kesempatan untuk mengenal tempat lebih dulu sebelum suasana menjadi terlalu ramai. Mereka juga bisa menyesuaikan diri secara perlahan tanpa merasa kewalahan oleh keramaian sekaligus.

Beri Pujian pada Langkah Kecil Anak

Ketika anak berhasil mencoba hal baru, sekecil apa pun itu, jangan lupa memberikan apresiasi. Pujian sederhana dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak. Misalnya, saat anak akhirnya mau menyapa teman baru atau duduk lebih dekat dengan kelompok bermain, orangtua bisa berkata, “Tadi kamu berani mendekat dan melihat mereka bermain, itu hebat sekali.” Fokuslah pada usaha anak, bukan hasil akhirnya. Dengan begitu, anak merasa prosesnya dihargai dan tidak takut mencoba lagi.