Fimela.com, Jakarta - Perjalanan menggunakan pesawat seringkali terasa cukup menantang bagi anak karena mereka harus duduk dalam waktu lama dengan ruang gerak yang terbatas. Situasi ini membuat anak lebih mudah merasa bosan, lapar, atau mulai rewel di tengah perjalanan.
Karena itu, banyak orang tua mulai menyiapkan berbagai distraksi sederhana sebelum bepergian termasuk camilan. Selain bisa membantu mengisi waktu selama penerbangan, camilan juga dapat membuat anak lebih tenang saat harus menunggu perjalanan selesai.
Dilansir dari ImTheChefToo.com, memilih camilan dengan kandungan gula yang tidak terlalu tinggi dapat membantu menjaga energi anak tetap lebih stabil selama perjalanan berlangsung.
Sahabat Fimela, selain kandungan gula, tekstur dan bentuk camilan juga cukup penting diperhatikan. Camilan yang praktis, tidak mudah tumpah, dan mudah dimakan biasanya lebih nyaman dibawa ke dalam kabin pesawat.
Dilansir dari MamaKnowsNutrition.com, kombinasi camilan dengan protein, serat, dan karbohidrat sederhana juga dapat membantu anak merasa kenyang lebih lama sehingga mereka tidak terlalu sering meminta makanan selama penerbangan.
Mengapa Camilan Menjadi Salah Satu Penyelamat Saat Anak Naik Pesawat
Saat berada di pesawat, anak biasanya tidak memiliki banyak aktivitas seperti saat di rumah atau di tempat bermain. Karena itu, rasa bosan sering muncul lebih cepat dan membuat mereka mulai kehilangan fokus selama perjalanan.
Camilan menjadi salah satu distraksi sederhana yang cukup membantu karena aktivitas makan dapat membuat anak memiliki kesibukan kecil selama duduk di kursi pesawat. Hal ini juga membantu suasana perjalanan terasa lebih tenang untuk anak maupun orang tua.
Sahabat Fimela, camilan juga sering membantu ketika jadwal makan anak berubah selama perjalanan. Waktu keberangkatan yang terlalu pagi, penerbangan panjang, atau antrean di bandara terkadang membuat anak belum sempat makan dengan nyaman sebelum naik pesawat.
Selain membantu mengurangi rasa lapar, aktivitas mengunyah juga dapat membantu sebagian anak merasa lebih nyaman saat pesawat lepas landas atau mendarat. Gerakan mengunyah bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman di telinga akibat perubahan tekanan udara selama penerbangan.
Beberapa anak juga cenderung lebih tenang ketika diberikan camilan favorit yang sudah familiar bagi mereka. Karena itu, banyak orang tua memilih membawa camilan yang memang sering dikonsumsi anak sehari-hari agar mereka tetap merasa nyaman selama perjalanan berlangsung.
Jenis Camilan yang Lebih Aman Dibawa untuk Anak di Pesawat
Memilih camilan untuk perjalanan pesawat sebaiknya tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga mempertimbangkan kandungannya. Camilan yang terlalu manis biasanya dapat membuat energi anak meningkat cepat lalu turun drastis sehingga mood mereka lebih mudah berubah di perjalanan.
-
Potongan Buah Segar
Buah seperti apel, stroberi, anggur, atau pisang cukup praktis dibawa dan terasa lebih segar saat dimakan di kabin. Kandungan seratnya juga dapat membantu anak merasa kenyang lebih lama tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.
-
Crackers Gandum atau Rice Crackers
Camilan dengan rasa gurih ringan biasanya lebih aman dibanding camilan tinggi gula. Teksturnya juga mudah dimakan anak dan tidak terlalu berantakan saat dikonsumsi di kursi pesawat.
-
Keju Potong
Keju dapat menjadi pilihan praktis karena mengandung protein yang membantu anak merasa kenyang lebih lama. Ukurannya yang kecil juga lebih mudah dibawa sebagai camilan selama perjalanan.
-
Yogurt Pouch
Yogurt kemasan pouch cukup praktis untuk dibawa karena mudah dikonsumsi tanpa sendok tambahan. Pilih yogurt dengan kandungan gula lebih rendah agar energi anak tetap lebih stabil selama penerbangan.
-
Granola Bar dengan Gula Lebih Rendah
Granola bar bisa menjadi camilan cadangan yang praktis untuk penerbangan panjang. Kombinasi oats dan kacang membantu camilan terasa lebih mengenyangkan tanpa membuat anak sugar rush setelah makan.