Fimela.com, Jakarta - Di tengah tren kecantikan yang terus berubah cepat, muncul satu pendekatan baru yang justru mengajak orang untuk kembali pada hal mendasar: merawat kulit secara konsisten dan berkelanjutan. Tren ini dikenal dengan istilah timeless glow, sebuah konsep kecantikan yang menitikberatkan pada kulit sehat, glowing alami, dan terawat dalam jangka panjang, bukan sekadar hasil instan semalam.
Belakangan, istilah timeless glow semakin banyak diperbincangkan di kalangan pecinta skincare hingga beauty enthusiast karena dianggap lebih realistis dan relevan dengan kebutuhan kulit masa kini. Fokusnya bukan hanya membuat wajah tampak cerah sementara, tetapi menjaga kesehatan kulit agar tetap terlihat segar, sehat, dan bercahaya seiring bertambahnya usia.
Jika dulu tren kecantikan identik dengan makeup tebal dan efek glowing instan, kini banyak orang mulai beralih pada tampilan kulit yang sehat dari dalam. Kulit yang terhidrasi baik, tekstur lebih halus, dan tampak cerah alami menjadi standar kecantikan yang semakin diminati.
Konsep ini juga didukung oleh meningkatnya kesadaran bahwa kondisi kulit dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pola hidup, kualitas tidur, stres, hingga konsistensi penggunaan skincare yang tepat. Menurut banyak praktisi kecantikan, mendapatkan kulit sehat bukanlah proses singkat. Dibutuhkan perjalanan perawatan yang konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Timeless Glow Bukan Hasil Instan
Pandangan tersebut juga menjadi salah satu topik utama dalam talkshow bertajuk “Journey to a Timeless Glow” yang hadir dalam Grand Launching Eva Mulia Clinic Priority di Jakarta. Dalam sesi tersebut, dr Eddy Widjaja menjelaskan bahwa timeless glow merupakan investasi kulit jangka panjang yang dimulai sejak dini melalui perawatan yang tepat dan konsisten.
“Timeless glow merupakan hasil jangka panjang dari investasi kulit sejak dini. Kulit yang sehat dan terawat membutuhkan konsistensi, mulai dari basic skincare hingga treatment yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kulit,” ujar dr Eddy Widjaja dalam sebuah acara.
Pendekatan ini sejalan dengan tren kecantikan global yang kini lebih mengutamakan skin longevity atau menjaga kualitas kulit agar tetap sehat dalam jangka waktu lama. Selain skincare dan treatment, gaya hidup juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju timeless glow. dr Lie Man, ahli estetika dari Eva Mulia Clinic, menjelaskan bahwa kondisi kulit sangat dipengaruhi oleh keseimbangan lifestyle sehari-hari.
“Kulit yang sehat tidak hanya berasal dari skincare atau treatment saja, tetapi juga dari keseimbangan lifestyle, seperti menjaga pola makan, tidur yang cukup, olahraga rutin, dan menggunakan skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing,” jelas dr Lie Man.
Perawatan Personal Jadi Kebutuhan Baru
Meningkatnya minat terhadap perawatan kulit jangka panjang juga mendorong banyak klinik kecantikan menghadirkan layanan yang lebih personal dan advanced. Menjawab kebutuhan tersebut, Eva Mulia Clinic resmi memperkenalkan Eva Mulia Clinic Priority sebagai cabang terbaru dengan konsep yang lebih eksklusif, private, dan personal.
“Setiap kulit memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan perawatannya juga harus personalized. Melalui Eva Mulia Clinic Priority, kami ingin menghadirkan pengalaman perawatan yang lebih nyaman, modern, dan premium sehingga hasil lebih optimal.” tambah dr Eddy Widjaja.
Hadir sebagai evolusi terbaru dari perjalanan panjang Eva Mulia Clinic sejak tahun 1977, cabang Priority menawarkan pengalaman treatment yang lebih modern dengan pendekatan perawatan yang disesuaikan pada kebutuhan masing-masing kulit.
Beberapa treatment unggulan yang diperkenalkan antara lain IPL Glow, kombinasi IPL dan Laser Black Doll dalam Ultimate Treatment, hingga skin booster treatment untuk membantu kulit tampak lebih sehat, cerah, dan terhidrasi. Konsep personalized treatment seperti ini kini memang menjadi salah satu tren terbesar di industri kecantikan. Banyak orang mulai memahami bahwa setiap kulit memiliki kebutuhan berbeda, sehingga perawatan tidak bisa disamaratakan.