Tren Skin Cycling: Apakah Cocok untuk Semua Orang?

Hilda IrachDiterbitkan 31 Mei 2026, 23:13 WIB

ringkasan

  • Skin cycling adalah metode rotasi perawatan kulit malam.
  • Manfaat skin cycling termasuk mengurangi iritasi dan meningkatkan tekstur kulit.
  • Konsultasi dengan dermatolog penting sebelum memulai skin cycling.

 

Fimela.com, Jakarta - Skin cycling adalah metode perawatan kulit malam yang terstruktur, di mana penggunaan bahan aktif dirotasi dengan malam pemulihan. Konsep ini diperkenalkan oleh dermatolog asal New York, Dr. Whitney Bowe, yang menjelaskan bahwa skin cycling mirip dengan memberikan waktu istirahat pada otot setelah berolahraga. Dengan memberikan jeda dua hari dari penggunaan retinol dan asam eksfoliasi, kulit dapat mengurangi iritasi dan peradangan.

Rutinitas klasik skin cycling biasanya melibatkan siklus empat malam: malam pertama untuk eksfoliasi, malam kedua untuk retinol, dan malam ketiga serta keempat untuk pemulihan dengan fokus pada hidrasi dan perbaikan penghalang kulit.

2 dari 4 halaman

Manfaat Skin Cycling Menurut Ahli

kulit kusam dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti dehidrasi, penumpukan sel kulit mati, hingga penuaan alami. Karena itu, menerapkan rutinitas perawatan kulit yang tepat dapat membantu mempercepat regenerasi kulit, meningkatkan hidrasi, serta membuat wajah tampak lebih sehat dan bercinar. (foto/dok: freepik/frimufilms)

Para dermatolog mendukung skin cycling karena beberapa manfaat yang ditawarkannya:

  1. Mengurangi Iritasi: Rotasi produk malam dapat membantu mengurangi iritasi dan meningkatkan hasil perawatan. Dr. Lesley Loss menyatakan bahwa memberikan waktu istirahat pada kulit dapat mencegah kekeringan dari bahan-bahan keras.
  2. Meningkatkan Tekstur dan Warna Kulit: Penggunaan eksfoliator dan retinol secara teratur dapat mengurangi kekasaran, garis halus, dan warna kulit yang tidak merata.
  3. Memperkuat Fungsi Penghalang Kulit: Malam pemulihan membantu mengembalikan lipid penghalang kulit, yang penting untuk mencegah kehilangan air dan peradangan.
  4. Menyederhanakan Rutinitas: Skin cycling memudahkan pemula untuk mengikuti rutinitas perawatan kulit yang lebih seimbang.
  5. Fleksibilitas dan Kustomisasi: Metode ini dapat disesuaikan dengan berbagai jenis kulit, memungkinkan penyesuaian sesuai kebutuhan individu.
3 dari 4 halaman

Apakah Skin Cycling Cocok untuk Semua Orang?

Meskipun skin cycling menawarkan banyak manfaat, para ahli menekankan bahwa metode ini bukan solusi satu ukuran untuk semua. Dr. Idriss menyatakan bahwa skin cycling adalah pilihan baik bagi pemula dan mereka yang memiliki kulit sensitif. Namun, tidak semua orang cocok dengan pendekatan ini.

Beberapa kondisi kulit tertentu, seperti rosacea atau eksim, memerlukan konsultasi dengan dokter sebelum mengubah rutinitas perawatan. Selain itu, orang dengan jerawat kistik mungkin memerlukan penggunaan retinoid yang lebih sering, sementara mereka dengan warna kulit lebih gelap harus berhati-hati terhadap risiko hiperpigmentasi.

Selama kehamilan, penggunaan retinol juga harus dihindari karena potensi risiko cacat lahir. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dermatolog sebelum memulai skin cycling.

4 dari 4 halaman

Pentingnya Konsultasi Ahli

Selalu disarankan untuk berbicara dengan seorang dermatolog sebelum memulai rutinitas perawatan kulit baru. Jika Anda tertarik dengan skin cycling tetapi tidak yakin apakah itu tepat untuk kulit Anda, temui ahli perawatan kulit terlebih dahulu. Dengan memahami kebutuhan kulit Anda, Anda dapat melakukan skin cycling dengan aman dan efektif.

Skin cycling bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga memahami kebutuhan kulit Anda dengan lebih baik. Metode ini membantu menjaga kesehatan kulit dan memberikan kesempatan bagi kulit untuk beristirahat dan memperbaiki diri.