Fimela.com, Jakarta - Vidio kembali menghadirkan tayangan Original Series terbaru berjudul Di Luar Nurul, sebuah serial teen comedy drama produksi Screenplay Films yang mengangkat dinamika kehidupan remaja masa kini. Dibintangi Nayla Purnama, Gabriel Harun Giroux, Rayensyah Rassya, Lea Ciarachel, Keysha Angelica, dan Ghina Sungkar, serial ini mengajak penonton mengikuti perjalanan seorang remaja yang harus keluar dari zona nyaman demi mengejar mimpi besarnya.
Disutradarai oleh Angling Sagaran dan Adis Kayl, Di Luar Nurul tak hanya menyajikan kisah cinta remaja, tetapi juga menyoroti persahabatan, perjuangan meraih cita-cita, pencarian jati diri, hingga realitas anak muda yang sedang berproses menemukan tempatnya di dunia.
Menariknya, serial ini mengangkat kehidupan para anggota geng “The Centils” yang kerap diasosiasikan dengan stereotip “anak Nurul” atau “The Nuruls”, istilah yang akrab di kalangan Gen Z. Namun alih-alih memperkuat stigma, serial ini justru mencoba melihat mereka dari sisi yang lebih manusiawi.
Menurut Kristo Damar Alam, Senior Vice President Vidio Original Series, Di Luar Nurul lahir dari keinginan untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan realitas sekaligus memperlihatkan sisi istimewa dari komunitas yang sering kali dipandang sebelah mata.
“Kita melihat manusia dilahirkan dengan hak yang sama, yaitu memiliki mimpi dan mengejarnya,” ujar Kristo dalam press conference dan screening film Di Luar Nurul yang digelar di XXI Senayan City, Jakarta Selatan
Ia menegaskan bahwa serial ini bukan dibuat untuk menghakimi kelompok tertentu, melainkan menjadi medium untuk memahami mereka lebih dalam.
“Ini adalah medium untuk meng-capture kehidupan The Nuruls yang memang ada di sekitar kita dan memperlihatkan keistimewaannya sebagai sebuah komunitas. Kami ingin menyelami lebih dalam bahwa ada banyak hal istimewa dari The Nuruls,” kata Kristo.
Kania dan Mimpi Besar Menuju Oxford
Cerita berpusat pada Kania (Nayla Purnama), siswi cerdas dan ambisius yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Universitas Oxford. Bersama dua sahabatnya, Jihan (Keysha Angelica) dan Aisyah (Ghina Sungkar), Kania menjalani masa remaja yang penuh warna, mulai dari berburu jajanan favorit hingga menikmati waktu bersama teman-temannya.
Meski memiliki mimpi besar, Kania tetaplah remaja biasa yang nyaman dengan dirinya sendiri dan tidak berusaha menjadi orang lain demi diterima lingkungan.
Namun kehidupannya berubah ketika ia mendapat kesempatan bersekolah di SMA Galaxy, sekolah internasional bergengsi yang membuka jalan menuju impiannya untuk kuliah di luar negeri.
Di sekolah baru tersebut, Kania mengalami culture shock. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan yang jauh berbeda dari sekolah lamanya, mulai dari fasilitas, gaya hidup teman-teman sekelasnya, hingga standar akademik yang jauh lebih kompetitif.
Jika sebelumnya ia termasuk murid terbaik di sekolah, di SMA Galaxy Kania justru harus berjuang keras agar tidak tertinggal. Perbedaan latar belakang dan stigma terhadap siswa sekolah negeri membuatnya harus membuktikan bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh asal sekolah maupun status sosial.
Menghidupkan karakter tersebut, Nayla Purnama mengaku tertarik dengan keberanian Kania yang tidak membiarkan dirinya dibatasi oleh pandangan orang lain.
“Yang aku suka dari Kania adalah dia nggak gampang minder. Walaupun sering dipandang sebelah mata karena berasal dari sekolah negeri, dia tetap fokus sama tujuannya dan nggak mau membatasi dirinya karena omongan orang lain. Menurut aku, itu pesan yang relatable banget buat anak-anak muda yang mungkin pernah merasa diremehkan atau dianggap nggak mampu,” ujar Nayla.
Potret Remaja yang Dekat dengan Kehidupan Gen Z
Bagi tim kreatif Screenplay Films, kekuatan utama Di Luar Nurul terletak pada kedekatannya dengan kehidupan remaja sehari-hari.
Creative Producer Keke Mayang mengatakan bahwa serial ini berusaha menampilkan potret remaja yang realistis, lengkap dengan mimpi, persahabatan, rasa tidak percaya diri, hingga perjuangan untuk diterima lingkungan baru.
“Kalau bicara tentang serial remaja, kami ingin menampilkan kehidupan yang relatable dengan mereka. Kami ingin menghadirkan potret realistis tentang remaja; ada persahabatan, ada mimpi, ada yang tinggal di Depok, Jakarta Selatan, atau di mana pun. Problem mereka sebenarnya universal,” ujar Keke.
Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan adalah keberanian untuk menjadi diri sendiri dan terus mengejar impian meski berada di tengah perbedaan.
“Kamu ingin menjadi dirimu sendiri dan meraih mimpimu. Jangan takut karena ada perbedaan di antara kita. Pada akhirnya, kita semua ingin memiliki memori yang indah dalam perjalanan hidup.”
Keke juga mengakui bahwa masyarakat sering kali memiliki prasangka terhadap kelompok tertentu tanpa benar-benar mengenal mereka.
“Kadang-kadang kita suka mengkotak-kotakkan orang dan punya banyak prasangka terhadap mereka. Karena itu kami ingin menampilkan realitas remaja yang sebenarnya.”
Menggambarkan Hijabers yang Sedang Berproses
Salah satu tantangan terbesar dalam proses produksi adalah menggambarkan karakter-karakter hijabers secara autentik tanpa terjebak pada penggambaran yang terlalu ideal ataupun stereotip.
Tim kreatif melakukan berbagai riset, mulai dari mengamati komunitas yang menjadi inspirasi cerita hingga mempelajari kehidupan remaja muslim masa kini.
Menurut tim produksi, stereotip mengenai sosok “Nurul” justru menjadi titik awal untuk mengeksplorasi cerita yang lebih dalam. Meski demikian, mereka juga menyadari adanya risiko perdebatan di ruang publik karena serial ini bersinggungan dengan isu agama dan perjalanan spiritual anak muda.
“Tantangannya adalah ketika bersinggungan dengan akidah. Karakter-karakter ini adalah hijabers yang masih berproses. Ada kekhawatiran akan memunculkan kontroversi di kalangan netizen. Tapi yang ingin kami tampilkan adalah realitas bahwa anak muda memang sedang berproses dalam hidupnya,'' kata Adis.
Lewat pendekatan tersebut, Di Luar Nurul berusaha menunjukkan bahwa remaja muslim tidak hidup dalam hitam-putih. Mereka juga mengalami kebimbangan, kegagalan, jatuh cinta, persahabatan, dan pencarian jati diri seperti remaja pada umumnya.
Mulai tayang 5 Juni 2026 di Vidio, Di Luar Nurul menawarkan cerita yang hangat, lucu, dan penuh makna tentang keberanian keluar dari zona nyaman, melampaui stereotip, serta membuktikan bahwa mimpi tidak pernah ditentukan oleh latar belakang seseorang.