Gen Z Makin Peduli Sustainable Travel, Ini Cara Sederhana Memulai Wisata Ramah Lingkungan

Hilda IrachDiterbitkan 04 Juni 2026, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kesadaran untuk berwisata secara lebih bertanggung jawab terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Perjalanan kini bukan lagi sekadar soal mengunjungi destinasi baru, tetapi juga bagaimana aktivitas tersebut memberikan dampak yang lebih baik bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

Tren ini tercermin dalam Travel & Sustainability Report 2026 yang dirilis Booking.com. Hasil survei menunjukkan bahwa Gen Z menjadi kelompok yang paling memperhatikan praktik perjalanan berkelanjutan. Tiga dari empat responden berusia 18 hingga 28 tahun menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan aspek keberlanjutan saat merencanakan perjalanan.

Tingkat kepedulian tersebut bahkan melampaui generasi lain. Milenial menempati posisi berikutnya, diikuti Gen X dan Baby Boomers. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi muda semakin sadar bahwa kebiasaan saat berlibur dapat memberikan dampak langsung terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat lokal.

Meski istilah sustainable travel terdengar kompleks, sebenarnya menerapkan gaya liburan yang lebih ramah lingkungan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana.

2 dari 6 halaman

1. Membawa Botol Minum dan Peralatan Makan Sendiri

Mulai dari tumbler warna-warni, tote bag lucu, tempat makan sendiri, hingga sedotan stainless, semua kini tak hanya soal fungsi, tetapi juga menjadi bagian dari fashion statement. [Dok/Pinterest].

Salah satu cara paling mudah mengurangi sampah saat bepergian adalah dengan membawa botol minum isi ulang. Selain lebih hemat, kebiasaan ini juga membantu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai yang sering kali berakhir menjadi limbah.

Jika memungkinkan, bawalah pula alat makan dan sedotan reusable, terutama saat berkunjung ke destinasi wisata alam atau menghadiri festival outdoor.

3 dari 6 halaman

2. Memilih Transportasi yang Lebih Ramah Lingkungan

Simak di sini rekomendasi aktivitas outdoor yang seru dan menenangkan untuk liburan musim dingin kamu di Hong Kong. [Dok/FIMELA/Hilda Irach].

Saat menjelajahi kota tujuan, pertimbangkan untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum. Selain menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibanding kendaraan pribadi, cara ini juga memberi kesempatan untuk menikmati suasana lokal dengan lebih dekat.

Bagi perjalanan jarak jauh, wisatawan dapat mempertimbangkan penerbangan langsung untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari transit berulang.

4 dari 6 halaman

3. Menginap di Akomodasi Berkelanjutan

Untuk merayakan pencapaian bersejarah ini, Banyan Tree menghadirkan Rainforest Festival, perayaan selama seminggu yang berlangsung pada 27 November hingga 3 Desember 2025. Festival ini menandai pembukaan resor sekaligus menjadi bagian dari kampanye 100 Journeys, yaitu 100 hari aktivasi global menuju properti ke-100 mereka. [Dok/Banyan Tree].

Kini semakin banyak hotel dan penginapan yang menerapkan praktik ramah lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penggunaan energi terbarukan, hingga program penghematan air.

Memilih akomodasi dengan komitmen keberlanjutan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap industri pariwisata yang lebih bertanggung jawab.

5 dari 6 halaman

4. Mendukung Produk dan Bisnis Lokal

Beralih dari penggunaan kantong plastik sekali pakai ke tas belanja ramah lingkungan/copyright freepik.com/freepik

Saat berlibur, cobalah membeli kerajinan tangan, makanan, atau produk yang dibuat oleh pelaku usaha lokal. Selain memberikan pengalaman yang lebih autentik, langkah ini juga membantu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Begitu pula saat memilih restoran atau pemandu wisata, wisatawan dapat memberikan prioritas pada bisnis lokal yang memberdayakan warga sekitar.

6 dari 6 halaman

5. Menghormati Alam dan Budaya Setempat

Ariel Tatum Tutup Bulan Ulang Tahun dengan Melukat di Bali. [@arieltatum]

Prinsip dasar sustainable travel adalah meninggalkan destinasi dalam kondisi yang sama baiknya, atau bahkan lebih baik, dibanding saat pertama kali dikunjungi.

Karena itu, hindari membuang sampah sembarangan, merusak ekosistem alam, atau mengambil bagian dari lingkungan sebagai suvenir. Wisatawan juga perlu menghormati aturan, adat, dan budaya masyarakat lokal agar kehadiran mereka memberikan dampak positif.