Di Balik Senyum Manis Dion Wiyoko, Ada Perawatan Gusi yang Dilakukan Sejak Dini

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 06 Juni 2026, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Senyum hangat selalu menjadi salah satu daya tarik utama aktor sekaligus ayah satu anak, Dion Wiyoko. Di berbagai kesempatan publik, wajah ramah dan senyum manisnya kerap mencuri perhatian. Namun siapa sangka, di balik senyum sehat tersebut ada satu hal yang selama ini justru sering luput dari perhatian banyak orang: kesehatan gusi.

Dion Wiyoko mengaku dulu termasuk orang yang fokus merawat gigi tanpa benar-benar menyadari bahwa gusi memiliki peran yang sama pentingnya. Ia baru menyadari hal tersebut setelah mengalami masalah kesehatan gusi yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Merawat gigi selalu jadi salah satu prioritasku, tanpa benar-benar sadar kalau ada gusi sebagai fondasi yang perannya nggak kalah penting. Apalagi gusi tuh nggak kelihatan ya, jadi sering terabaikan. Tapi suatu hari aku mengalami masalah gusi. Awalnya mulut terasa nggak nyaman dan ternyata gusiku sudah bengkak," ungkap Dion Wiyoko.

Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan deep scaling untuk mengatasi masalah yang terjadi pada gusinya. Pengalaman itu menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap kesehatan mulut secara keseluruhan.

Menurut Dion Wiyoko, banyak orang menganggap senyum sehat hanya identik dengan gigi putih dan rapi. Padahal, gusi yang sehat merupakan fondasi utama yang menopang kekuatan gigi dalam jangka panjang.

 

2 dari 3 halaman

Gusi, Fondasi yang Sering Terlupakan

Dion Wiyoko menyadari pentingnya merawat kesehatan gusi sebagai bentuk aging gracefully (Pepsodent)

Kesadaran inilah yang juga ingin diangkat melalui Pepsodent GumExpert Lab, sebuah mall activation berbasis sains yang digelar Pepsodent bersama Audy Dental dan Guardian serta didukung Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di Central Park Mall, Jakarta pada 4-7 Juni 2026.

Meski masyarakat Indonesia mulai semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, perhatian terhadap kesehatan gusi masih relatif rendah. Banyak orang baru mencari pertolongan ketika muncul rasa sakit atau gangguan yang cukup serius.

Padahal menurut drg. Ines Augustina Sumbayak, Sp.Perio, dokter gigi spesialis periodonsia dari Audy Dental, masalah gusi sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas.

"Perawatan gusi masih sering terabaikan karena gejalanya muncul secara samar dan jarang menimbulkan rasa sakit, terutama di tahap awal atau biasa disebut gingivitis. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berkembang menjadi periodontitis yang bersifat irreversible," jelasnya.

Pada tahap awal, gejala yang muncul biasanya hanya berupa gusi kemerahan, mudah berdarah saat menyikat gigi, atau sedikit bengkak. Karena tidak terasa sakit, banyak orang menganggapnya sebagai hal yang normal. Padahal ketika peradangan terus berlangsung, jaringan penyangga gigi dapat mengalami kerusakan permanen yang berujung pada gigi goyang hingga tanggal.

Dampaknya Tidak Hanya pada Mulut

Yang mengejutkan, masalah gusi ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Peradangan kronis pada gusi diketahui memiliki kaitan dengan berbagai penyakit sistemik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyakit gusi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, infeksi pernapasan, hingga komplikasi selama kehamilan.

Selain itu, berbagai keluhan yang sering dianggap sebagai masalah gigi sebenarnya bisa berakar dari kondisi gusi yang tidak sehat. Mulai dari gigi sensitif, nyeri saat mengunyah, bau mulut yang tidak kunjung hilang, hingga rasa tidak nyaman di rongga mulut.

Karena itu, menjaga kesehatan gusi seharusnya menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri yang sama pentingnya dengan merawat kulit atau menjaga kebugaran tubuh.

 

3 dari 3 halaman

Investasi untuk Aging Gracefully

Dion Wiyoko menyadari pentingnya merawat kesehatan gusi sebagai bentuk aging gracefully (Pepsodent)

Bagi Dion, merawat gusi kini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup di masa depan. Ia percaya bahwa proses aging gracefully bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan agar tetap bisa menikmati hidup dengan nyaman seiring bertambahnya usia.

"Semua orang pasti ingin aging gracefully. Bukan menolak tua, tapi bagaimana dengan bertambah usia kita bisa lebih sehat dan happy. Jadi aku ajak semua orang untuk merawat gusi mulai sekarang agar kita bisa menikmati hidup sampai tua nanti dengan gusi dan gigi yang sehat, kuat, dan lengkap," ujarnya.

Agar lebih banyak masyarakat bisa aging gracefully dengan gusi yang sehat, Pepsodent Gum Expert mendekatkan inovasi dan akses perawatan gusi lewat kehadiran Pepsodent GumExpert Lab yang terdiri dari berbagai fasilitas dan aktivitas menarik, di antaranya

  1. Question Wall: Instalasi interaktif untuk membangun awareness tentang beragam masalah gigi dan mulut yang ternyata berawal dari gusi yang tidak terawat
  2. Dental Check: Menyediakan layanan screening gigi dan gusi gratis yang dilakukan langsung oleh dentist experts dari Audy Dental. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam consultation card sebagai referensi saat melakukan konsultasi lanjutan. Peserta yang telah mengikuti screening juga akan mendapatkan voucher spesial yang dapat digunakan untuk perawatan di Audy Dental. Selain itu, hadir pula teknologi canggih Pepsodent AI Gum Check Tool untuk mendekteksi masalah gusi
  3. GumExpert Solutions: Membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan perawatan gusi lewat rangkaian lengkap pasta gigi dan sikat gigi Pepsodent Gum Expert
  4. GumExpert Corner: Area yang mendemonstasikan kecanggihan rangkaian solusi Pepsodent Gum Expert dalam mengatasi masalah gusi
  5. Guardian Store: Menghadirkan promo menarik untuk pembelian rangkaian varian pasta dan sikat gigi Pepsodent Gum Expert.

Para dokter gigi juga menyarankan langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap hari, yakni menyikat gigi minimal dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk kesehatan gusi, memilih sikat gigi yang lembut pada gusi, serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.

Sebab pada akhirnya, senyum sehat bukan hanya soal gigi yang terlihat indah di permukaan. Senyum yang benar-benar sehat selalu dimulai dari fondasi yang kuat—dan fondasi itu adalah gusi.