Panduan Resep Kue Bugis Isi Kelapa: Kulit Empuk Kenyal, Tak Pecah Saat Dikukus

Arini NuranisaDiterbitkan 23 Juni 2026, 16:12 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kue bugis dengan isian kelapa yang manis-juicy selalu jadi favorit saat kumpul keluarga. Tantangannya, kulit sering kali retak atau bahkan meletus saat dikukus. Padahal, dengan komposisi bahan yang pas dan cara memasak yang tepat, hasilnya bisa kenyal, mulus, dan tetap lembut meski sudah dingin.

Kuncinya ada di dua hal: adonan kulit yang seimbang—ditopang kentang kukus dan santan hangat—serta teknik mengukus dengan api sedang sambil sesekali membuka tutup kukusan. Berikut bahan lengkap dan langkah detailnya agar kue bugis cantik dan antigagal.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Bahan untuk Kue Bugis Isi Kelapa

1) Isian (Unti Kelapa)

  • 200 gram kelapa parut (pilih yang agak muda, ambil bagian putihnya saja)
  • 150 gram gula merah/gula jawa, sisir halus
  • 2 sdm gula pasir
  • 100 ml air
  • 1 lembar daun pandan, simpulkan
  • ¼ sdt garam

2) Kulit Ketan

  • 250 gram tepung ketan putih
  • 50 gram kentang kukus, haluskan sampai benar-benar lembut (Rahasia agar empuk seharian!)
  • 1 sdm minyak goreng
  • ½ sdt garam
  • 200 ml santan hangat (dari ½ butir kelapa)
  • 1 sdt pasta pandan (atau air blenderan daun suji dan pandan asli)

3) Pembungkus & Olesan

  • Daun pisang secukupnya (layukan di atas kompor atau jemur sebentar agar lemas)
  • Minyak goreng secukupnya untuk olesan daun
3 dari 5 halaman

Langkah Membuat: Dari Unti hingga Proses Mengukus

Langkah 1: Membuat Unti Kelapa

  1. Masak air, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan di dalam wajan hingga gula larut dan menyusut sedikit. Larutan ini bisa disaring terlebih dahulu jika gula merahnya kotor.
  2. Masukkan kelapa parut, aduk rata.
  3. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga airnya meresap dan unti kelapa agak kesat (jangan terlalu kering agar tetap juicy).
  4. Angkat, biarkan dingin, lalu bulat-bulatkan sebesar kelereng. Sisihkan.

Langkah 2: Membuat Adonan Kulit

  1. Campurkan tepung ketan putih, kentang kukus yang sudah dihaluskan, garam, dan 1 sdm minyak goreng dalam satu wadah.
  2. Campur santan hangat dengan pasta pandan.
  3. Tuang santan sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil diuleni ringan. Hentikan menuang santan jika adonan sudah kalis dan bisa dibentuk (tidak terlalu lembek dan tidak pecah-pecah).

Langkah 3: Membungkus Kue Bugis

  1. Ambil sedikit adonan kulit (sekitar 25–30 gram), bulatkan, lalu pipihkan.
  2. Beri isian unti kelapa di tengahnya, lalu tutup rapat dan bulatkan kembali hingga mulus.
  3. Ambil selembar daun pisang yang sudah diolesi sedikit minyak (supaya tidak lengket setelah matang).
  4. Bentuk daun pisang menjadi kerucut, masukkan bulatan kue bugis, lalu lipat rapi khas kue bugis (berbentuk limas).

Langkah 4: Proses Mengukus

  1. Panaskan kukusan hingga airnya mendidih.
  2. Tata kue bugis di dalam kukusan.
  3. Kukus selama 20–25 menit menggunakan api sedang.
4 dari 5 halaman

Trik Mengukus agar Kulit Empuk dan Tidak Pecah

Pecah saat dikukus biasanya terjadi karena suhu terlalu tinggi atau komposisi cairan dalam adonan berlebih. Lakukan penyesuaian kecil berikut untuk hasil yang lebih stabil.

  • Tambahkan Kentang Kukus: Sedikit kentang kukus di adonan tepung ketan membantu menjaga kelembapan. Kulit kue jadi lentur dan tetap empuk bahkan setelah dingin.
  • Buka Tutup Kukusan Berkala: Setiap 5–7 menit, buka sedikit tutup kukusan selama beberapa detik untuk membuang uap panas berlebih. Langkah ini mencegah kulit mengembang agresif yang memicu retak.
  • Olesan Minyak: Olesi daun pisang dan permukaan adonan tipis-tipis dengan minyak agar kue tidak menempel saat matang, sehingga tekstur kulitnya tetap mulus.
5 dari 5 halaman

Catatan Teknis yang Sering Ditanyakan

Jika kue bugis sering pecah atau meleber, penyebab umumnya adalah api kukusan terlalu besar atau adonan kulit terlalu lembek karena kebanyakan cairan. Solusinya, gunakan api sedang dan keluarkan uap berlebih dengan membuka tutup kukusan setiap 5–7 menit.

Kentang kukus dalam adonan kulit berfungsi sebagai pelembap alami. Pati kentang mampu mengikat air lebih baik dibanding tepung ketan saja, sehingga kue terasa empuk, lentur, dan tidak cepat mengeras hingga keesokan harinya.

Agar tidak lengket pada daun pisang, olesi bagian dalam daun dengan minyak secara merata sebelum adonan dimasukkan. Melayukan daun di atas api sebentar juga membantu mencegah adonan menempel rapat saat matang.

Santan untuk adonan sebaiknya direbus terlebih dulu bersama garam hingga hangat. Santan hangat membantu tepung ketan cepat menyatu (kalis) dan membuat aroma pandan serta rasa gurihnya lebih meresap.