Fimela.com, Jakarta - Cara membuat bika ambon teflon menjadi pilihan praktis untuk menyajikan kue tradisional bersarang tanpa bantuan oven. Dengan komposisi bahan yang tepat serta pengaturan panas yang konsisten, bika ambon teflon tetap bisa menghasilkan tekstur kenyal dengan rongga-rongga cantik dan aroma khas yang menggoda.
Meski namanya identik dengan Ambon, kue ini berasal dari Medan, Sumatera Utara. Kunci rasa dan tampilannya terletak pada fermentasi adonan serta teknik memanggang yang benar. Mulai dari pengaktifan ragi (biang), perebusan santan beraroma, hingga kontrol api saat adonan dipanaskan di teflon—setiap tahapan memengaruhi hasil akhir.
Panduan berikut menguraikan bahan, langkah detail, teknik memanggang di teflon, hingga tips anti-gagal untuk memastikan bika ambon teflon yang dihasilkan lembut, kenyal, dan bersarang rapi.
Advertisement
Advertisement
Bahan dan Persiapan Awal
Untuk memudahkan proses, kelompokkan bahan menjadi tiga: bahan biang untuk memastikan ragi aktif, bahan santan yang direbus bersama rempah aromatik, dan bahan utama sebagai dasar adonan. Penataan ini membantu alur kerja lebih rapi dan meminimalkan kesalahan takaran.
-
Bahan Biang
Bagian ini berfungsi mengaktifkan ragi agar adonan nantinya berfermentasi baik.
- 1 sdt ragi instan (pastikan masih aktif)
- 1 sdt gula pasir
- 50 ml air hangat kuku
-
Bahan Santan (Direbus)
Santan direbus bersama rempah untuk menghadirkan aroma khas dan warna kuning yang menawan.
- 200 ml santan kental (dari 1 butir kelapa atau santan instan yang diencerkan)
- 2 batang serai, memarkan
- 5 lembar daun jeruk, buang tulangnya agar tidak pahit
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul
- 1/2 sdt kunyit bubuk (atau pewarna kuning secukupnya)
- 1/2 sdt garam
-
Bahan Utama
Kombinasi tepung sagu/tapioka, tepung terigu, dan gula memberikan struktur kenyal dengan serat khas bika ambon.
- 100 gram tepung sagu atau tepung tapioka
- 50 gram tepung terigu protein sedang
- 150 gram gula pasir
- 2 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
- 2 sdm margarin, cairkan dan biarkan dingin
Langkah Membuat Bika Ambon Teflon
Ikuti urutan kerja berikut agar fermentasi optimal, adonan homogen, dan serat bika terbentuk. Perhatikan suhu santan, durasi pengistirahatan adonan, hingga pengaturan api saat memasak di teflon.
-
Langkah 1: Aktifkan Biang
Campurkan ragi instan, gula pasir, dan air hangat kuku dalam wadah kecil. Aduk rata dan diamkan 10–15 menit.
Biang sukses ditandai busa/buih yang melimpah. Jika tidak berbuih, ragi kemungkinan tidak aktif dan perlu diganti agar adonan tidak bantat.
-
Langkah 2: Rebus Santan Aromatik
Masak santan bersama serai, daun jeruk, daun pandan, kunyit bubuk, dan garam di api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Begitu mendidih, matikan api.
Saring santan lalu biarkan hingga hangat kuku. Jangan mencampurkan santan panas ke adonan karena dapat mematikan ragi dan menggagalkan proses fermentasi.
-
Langkah 3: Membuat Adonan Utama
Dalam wadah besar, campurkan tepung sagu/tapioka, tepung terigu, dan gula pasir. Tuangkan setengah bagian santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan whisk hingga tidak menggumpal.
Masukkan telur kocok, aduk rata. Kemudian tuang sisa santan dan margarin cair, aduk hingga homogen. Setelah itu, masukkan bahan biang yang sudah berbusa, aduk rata kembali.
Tutup wadah dengan kain bersih atau plastic wrap. Diamkan 1 jam sampai adonan mengembang dan permukaannya dipenuhi gelembung udara.
-
Langkah 4: Proses Memasak dengan Teflon
Panaskan teflon berdiameter sekitar 20–22 cm di api kecil. Olesi tipis permukaannya dengan margarin. Untuk distribusi panas merata, alasi bagian bawah teflon dengan seng atau cobek bekas (double pan) agar dasar kue tidak cepat gosong.
Ketika teflon sudah benar-benar panas, aduk singkat adonan lalu tuang seluruhnya. Masak dalam keadaan terbuka terlebih dahulu. Biarkan gelembung udara bermunculan hingga permukaan adonan tampak penuh lubang dan bagian pinggir mulai agak mengering. Tahap terbuka ini krusial untuk membentuk “sarang”.
-
Langkah 5: Penyelesaian
Saat lubang-lubang kecil telah merata dan permukaan mulai mengering, tutup teflon rapat. Kecilkan api ke tingkat paling rendah dan lanjutkan 5–10 menit hingga bagian atas matang sempurna dan terasa kesat saat disentuh.
Angkat perlahan menggunakan spatula plastik agar tidak merusak lapisan teflon. Biarkan dingin hingga set, baru potong-potong sesuai selera. Hasil akhirnya diharapkan kenyal dan bersarang rapi.
Advertisement
Teknik Pemanggangan di Teflon agar Bersarang
Fase pemanggangan menentukan keberhasilan serat bika. Salah pengaturan panas dapat membuat bawahnya gosong sementara bagian atas masih mentah. Terapkan teknik berikut untuk memaksimalkan rongga dan kematangan merata.
-
Pakai Alas Tambahan (Double Pan)
Teflon yang bersentuhan langsung dengan api kerap menerima panas terlalu tajam. Gunakan alas tambahan di atas kompor sebelum meletakkan teflon agar panas lebih merata.
Pilihan alas: seng tebal bekas, loyang pizza yang sudah tidak terpakai, atau cobek batu/piringan besi pemanggang. Dengan cara ini, bagian bawah bika tidak cepat gosong sementara busa ragi sempat naik membentuk serat.
-
Pastikan Teflon Sudah Cukup Panas
Panaskan teflon 5–10 menit pada api sedang cenderung kecil. Uji kesiapan dengan meneteskan sedikit air ke permukaan teflon; jika langsung berdesis dan menguap, berarti sudah siap digunakan.
-
Masak Terbuka di Awal
Setelah adonan dituang, biarkan teflon terbuka di api kecil. Permukaan akan perlahan muncul gelembung udara yang pecah dan meninggalkan lubang-lubang (sarang).
Proses ini memakan waktu sekitar 15–20 menit hingga permukaan adonan penuh lubang dan bagian bawah mulai set. Menutup teflon terlalu dini akan menahan uap dan mematikan gelembung yang hendak naik.
-
Tutup di Tahap Akhir
Saat gelembung berhenti naik, permukaan tampak mengering namun masih sedikit lembap, dan tepi mulai kecokelatan, barulah tutup teflon rapat.
Turunkan api ke tingkat paling kecil dan masak 7–10 menit hingga bagian atas matang melalui uap panas yang terperangkap di dalam teflon.
Tips Tambahan dan Solusi Masalah Umum
Selain teknik pemanggangan, beberapa detail kecil kerap menentukan hasil akhir—apakah bika ambon menjadi kenyal bersarang atau justru bantat. Di bagian ini juga disertakan solusi untuk kendala yang sering muncul di dapur.
-
Keplok/Aduk Lebih Lama Sebelum Ragi Masuk
Sebelum menambahkan biang, aduk atau keplok adonan (tepung dan santan) selama minimal 10–15 menit. Tahap ini membantu mengaktifkan gluten dan mengikat udara sehingga serat kue lebih panjang dan kenyal.
-
Jangan Sering Membuka Tutup di Tahap Akhir
Saat teflon sudah ditutup, usahakan tidak sering dibuka agar suhu tetap stabil. Jika memakai tutup kaca, cukup pantau dari luar tanpa mengangkat tutup.
-
Lapisi Tutup Teflon dengan Kain
Bungkus tutup dengan kain/serbet bersih jika kondensasi berlebih. Tetesan air yang jatuh ke adonan dapat mengganggu pembentukan sarang dan membuat permukaan basah atau cacat.
-
Lakukan Tes Tusuk
Untuk memastikan bagian tengah matang, tusuk pusat kue dengan tusuk gigi atau lidi. Jika keluar bersih tanpa adonan basah menempel, bika ambon sudah matang sempurna.
-
Biarkan Dingin Sebelum Dipotong
Bika ambon yang baru matang masih sangat lembut. Tunggu hingga benar-benar dingin di suhu ruang agar tekstur set dan serat tidak rusak saat dipotong. Gunakan pisau tajam, bisa dilapisi plastik agar tidak lengket.
-
Bika Tidak Bersarang dan Bantat
Penyebab tersering adalah ragi tidak aktif atau santan yang dicampurkan terlalu panas sehingga mematikan ragi. Pastikan biang berbuih banyak pada tahap awal dan suhu santan sudah hangat kuku saat dicampur.
-
Dasar Gosong, Permukaan Masih Mentah
Ini menandakan panas terlalu tajam dari api kompor. Terapkan teknik double pan (alas seng/cobek/loyang) dan pertahankan api kecil sepanjang proses memasak.
-
Jangan Menutup Teflon Sesaat Setelah Menuang Adonan
Menutup terlalu dini akan memerangkap uap dan mematikan gelembung yang hendak naik. Masak terbuka sampai seluruh permukaan dipenuhi lubang dan agak mengering, baru tutup untuk mematangkan bagian atas.
-
Kue Hancur atau Lembek Saat Dipotong
Biasanya kue dipotong saat masih panas atau hangat. Biarkan benar-benar dingin supaya struktur serat mengeras alami sebelum dipotong, sehingga tampilannya tetap rapi dan kenyal.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4793887/original/014357500_1712204631-WhatsApp_Image_2024-04-04_at_11.04.52_893090e4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494166/original/091075500_1770279848-Screenshot__183_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290428/original/083708400_1783480911-6bc1236b-0422-4461-bf3b-ed468d3c8636.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499710/original/052491600_1770792705-gambar__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442460/original/099643700_1765538038-Ilustrasi_Perkedel_Nasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/664269/original/kue%20sagon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256412/original/010386300_1750236587-sensual-photo-cute-little-girl-people-walks-outside-woman-brown-coat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8964587/original/077614900_1782978033-IMG_1846.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6924748/original/062801600_1779695089-pexels-gustavo-fring-4173218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666759/original/012774400_1782700347-SnapInsta.to_731462219_18602610151004502_6886542019264665847_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9168686/original/052028100_1783089795-SnapInsta.to_731390804_18633683221028089_4612980540689131065_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111127/original/006590700_1783059947-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_13.21.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537481/original/061504900_1774424944-pexels-polina-tankilevitch-3735155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928406/original/044133000_1779698635-young-activists-preparing-action.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771065/original/068235200_1710317271-IMG_1701.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7421431/original/081522300_1780198905-kids-playing-around-calm-cosy-spaces_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296039/original/016252400_1784002052-jpo1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296041/original/048733600_1784002053-jpo2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296026/original/078050500_1784001112-WhatsApp_Image_2026-07-14_at_10.34.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296011/original/080278300_1783999775-1000978405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7608169/original/041098700_1780392986-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295953/original/017008400_1783996713-IMG_8084.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325355/original/077961300_1755962747-cheerful-asian-young-women-sitting-cafe-drinking-coffee-with-friends-talking-together_11zon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295758/original/036265900_1783942688-SnapInsta.to_743975215_18360416923265211_6827133024343553792_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295718/original/094766600_1783940232-SnapInsta.to_742266893_18630050227024953_465524270620937328_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295913/original/082020900_1783994515-Screenshot_2026-07-14_085926.jpg)