Kekayaan Kuliner Amerika Latin di Jakarta dari COPA dan Santanera

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 05 Juli 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pertengahan Juli menghadirkan perayaan kuliner Amerika Latin yang menonjolkan sentuhan arang dan fermentasi. Selama dua malam pada 17–18 Juli 2026, COPA di 25hours Hotel Jakarta berkolaborasi dengan Santanera Bali menghadirkan pengalaman bersantap yang melampaui konsep chef takeover.

Dua sosok di balik agenda ini adalah Chef Matias Mardones dari Chile dan Chef Andrés Becerra dari Kolombia. “COPA dan Santanera memiliki pendekatan yang serupa terhadap makanan. Semuanya berawal dari rasa, disajikan dengan santai, dan pada akhirnya menjadi alasan orang-orang berkumpul di satu meja,” ujar Chef Matias Mardones.

Keduanya berangkat dari akar budaya Amerika Latin dengan kecintaan pada teknik memasak berbasis api, eksplorasi rasa yang berani, dan keyakinan bahwa makanan terbaik dinikmati bersama. Dalam kolaborasi ini, arang, kayu bakar, fermentasi, rempah Amerika Latin, serta bahan lokal Indonesia dirangkai menjadi eksplorasi rasa yang autentik sekaligus kontemporer.

2 dari 4 halaman

Jadwal dan Lokasi: Dua Malam di 25hours Hotel Jakarta

Kolaborasi eksklusif COPA × Santanera berlangsung selama dua malam, tepatnya pada 17–18 Juli 2026. Agenda ini digelar di COPA, restoran Amerika Latin yang berlokasi di 25hours Hotel Jakarta.

COPA dikenal menghadirkan suasana penuh warna dan interior eklektik. Konsep charcoal-grilled dining yang hidup dan energik menjadi ciri khasnya, menjadikan ruang ini panggung yang pas untuk menyajikan hidangan berbasis api.

Kekuatan api menjadi bahasa universal dalam kerja sama dua dapur ini. Arang dan kayu bakar dipadukan dengan fermentasi, rempah khas Amerika Latin, serta bahan-bahan lokal Indonesia untuk membangun lapisan rasa yang kaya, mengalir dari tradisi menuju pendekatan yang lebih modern.

3 dari 4 halaman

Jejak Dapur Dua Chef: Chile dan Kolombia Bertemu Api

Kolaborasi dua chef asal Chile dan Kolombia hadirkan pengalaman kuliner Amerika Latin yang makin kaya (COPA Restaurant)

Chef Andrés Becerra memimpin dapur Santanera Bali dengan pendekatan ingredient-driven. Ia memadukan teknik tradisional Amerika Latin dengan kekayaan bahan lokal Indonesia, membentuk karakter masakan yang kompleks dengan permainan tekstur, keasaman, dan aroma smokey yang khas. Perjalanannya terbentuk dari pengalaman di Bogotá, Melbourne, Copenhagen, hingga Bali.

Sementara itu, Chef Matias Mardones membawa semangat kuliner Chile yang ditempa oleh karier internasionalnya di Hong Kong, Manila, Macau, dan Korea Selatan. Di COPA, ia dikenal lewat hidangan berbasis charcoal dan wood fire cooking yang menghadirkan cita rasa intens sekaligus pengalaman bersantap hangat dan komunal.

Benang merah keduanya terajut pada kecintaan terhadap teknik memasak menggunakan api dan eksplorasi rasa yang berani. Keyakinan bahwa hidangan terbaik dinikmati bersama menjadi fondasi kolaborasi ini, yang menjadikan api sebagai medium pemersatu dua perspektif dapur.

4 dari 4 halaman

Menu Kolaborasi: Scallop Toston, Torta Ahogada, hingga Fired Quail

Kolaborasi dua chef asal Chile dan Kolombia hadirkan pengalaman kuliner Amerika Latin yang makin kaya (COPA Restaurant)

Rangkaian menu yang disajikan merepresentasikan perjalanan personal kedua chef sekaligus penghormatan terhadap warisan kuliner Amerika Latin yang terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai budaya.

Salah satu hidangan yang diprediksi menjadi sorotan adalah Scallop Toston. Menu ini memadukan French scallop dengan sambal hijau Indonesia di atas toston tradisional khas Amerika Latin. Manis alami scallop bertemu karakter pedas dan segar sambal hijau, membuka dialog rasa lintas budaya yang tak terduga.

Torta Ahogada dihadirkan sebagai interpretasi modern dari sandwich klasik Meksiko. Disajikan menggunakan potato bun buatan sendiri, ikan kakap merah segar, acar kol, serta siraman bisque udang yang kaya rasa, sajian ini merangkum tekstur lembut dengan perpaduan gurih, asam, dan umami dalam satu gigitan.

Bagi pencinta hidangan berbasis api, Fired Quail menjadi menu yang tidak boleh dilewatkan. Burung puyuh tanpa tulang dipanggang dalam wood-fired oven khas COPA, lalu dipadukan dengan jamur dan black mole. Hasilnya adalah sajian beraroma asap yang earthy dan kompleks.

Pada akhirnya, pengalaman bersantap terbaik bukan hanya tentang apa yang tersaji di atas piring, tetapi juga tentang cerita, tradisi, dan percakapan yang lahir di sekeliling meja makan. Dan selama dua malam di Jakarta nanti, COPA dan Santanera Bali tampaknya siap menghadirkan semuanya dalam satu pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.