Panduan Membuat Keripik Gadung Renyah, Detoks Aman dan Cara Membuat

Ricka Milla SuatinDiterbitkan 07 Juli 2026, 06:39 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, keripik gadung dikenal renyah dan gurih, namun proses mengolahnya memerlukan ketelitian tinggi. Secara alami, umbi gadung (Dioscorea hispida) mengandung senyawa toksik sehingga tidak boleh dikonsumsi mentah. Karena itu, cara membuat keripik gadung yang renyah dan aman harus mengikuti tahap detoksifikasi tradisional yang ketat.

Melalui rangkaian pengupasan, pelumuran abu dan garam, penjemuran, perendaman 3–4 hari, hingga pencucian dan pengeringan ulang, senyawa berbahaya dapat dihilangkan tanpa mengurangi kelezatannya. Setelah aman, barulah gadung diolah menjadi camilan renyah yang siap dinikmati.

2 dari 4 halaman

Mengenal Gadung dan Alasan Wajib Didetoksifikasi

Ilustrasi: Umbi Gadung. Sumber: pertanian.uma.ac.id

Umbi gadung berbentuk bulat tidak beraturan hingga silindris, dengan kulit kasar berbulu halus berwarna cokelat keabu-abuan. Di beberapa daerah, tanaman ini telah lama dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan keripik tradisional.

Gadung mentah mengandung alkaloid dioskorin yang bersifat neurotoksik dan glikosida sianogenik yang dapat melepaskan asam sianida (HCN). Kedua senyawa ini beracun bagi manusia, sehingga gadung tidak boleh dimakan langsung dalam kondisi mentah.

Setelah melalui detoksifikasi yang tepat, gadung berpotensi menjadi sumber pangan alternatif. Secara umum, umbi ini kaya karbohidrat sebagai sumber energi, serta mengandung serat, protein, dan mineral seperti kalium, fosfor, dan kalsium yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

3 dari 4 halaman

Tahap Detoksifikasi Tradisional yang Krusial

Langkah awal dimulai dari pengupasan kulit luar secara tebal hingga bersih, kemudian daging umbi diiris tipis-tipis. Pengirisan tipis membantu mempercepat proses pengeluaran zat beracun sekaligus memudahkan pengeringan.

Potongan gadung kemudian dilumuri abu gosok atau abu sekam padi serta garam krosok secara merata. Pada tahap ini, irisan biasanya diremas lembut atau diinjak perlahan untuk membantu mengeluarkan cairan beracun dari pori-pori umbi. Setelah itu, irisan dijemur di bawah terik matahari hingga kering atau layu.

Sesudah penjemuran awal, irisan gadung direndam dalam air mengalir selama 3–4 hari agar sisa dioskorin dan sianida larut terbawa air. Jika tidak tersedia air mengalir, air rendaman diganti berkala setiap 2 jam sekali.

Berikutnya, irisan diangkat lalu dicuci bersih berkali-kali sampai air cucian jernih dan rasa asin atau pahitnya hilang. Terakhir, gadung dijemur kembali hingga benar-benar kering sebelum dapat digoreng menjadi keripik. Tanpa proses panjang dan teliti ini, senyawa toksik tidak akan hilang sepenuhnya; kompleksitas, risiko, dan lamanya waktu inilah yang membuat keripik gadung sulit diproduksi massal.

4 dari 4 halaman

Resep Keripik Gadung Renyah: Bahan, Cara Membuat, dan Tips

Keamanan adalah prioritas utama. Pastikan seluruh tahap detoksifikasi dilakukan dengan benar, mulai dari pelumuran abu dan garam, penjemuran, perendaman panjang, hingga pencucian berulang. Langkah ini bertujuan menurunkan kandungan senyawa berbahaya agar gadung aman dikonsumsi.

Setelah proses detoks aman, gadung siap diberi rasa dasar. Perendaman dalam air garam dapat digunakan, sementara sebagian metode tradisional di sejumlah daerah menambahkan larutan kapur sirih sebagai opsi sesuai kebiasaan setempat.

Tahap penggorengan menentukan kerenyahan akhir. Gunakan minyak cukup dengan panas stabil dan api sedang agar irisan dapat mengembang serta matang merata, lalu tiriskan baik-baik sebelum pendinginan dan penyimpanan.

Bahan-bahan

  • Umbi gadung segar (tua, berkulit cokelat keabu-abuan)
  • Garam dapur secukupnya
  • Abu dapur atau abu gosok
  • Air bersih
  • Minyak goreng
  • Bumbu penyedap (opsional)
  • Kapur sirih (opsional, untuk perendaman)

Cara Membuat

  1. Persiapan dan Pengirisan: Pilih umbi gadung yang segar dan tidak busuk, lalu kupas hingga bersih. Iris tipis-tipis umbi gadung agar proses pengolahan dan pengeringan lebih merata.
  2. Pelumuran Abu dan Penjemuran Awal: Lumuri irisan gadung dengan abu dapur atau abu gosok sambil diremas perlahan. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga irisan benar-benar kering.
  3. Perendaman Detoksifikasi: Rendam irisan gadung kering dalam air mengalir selama 3–4 hari. Jika tidak menggunakan air mengalir, ganti air rendaman setiap 2 jam sekali. Setelah itu, cuci bersih hingga bebas dari abu dan lendir.
  4. Perendaman Bumbu: Rendam kembali irisan gadung dalam air garam untuk memberi rasa dasar. Alternatif lain, dapat menggunakan larutan kapur sirih sesuai metode tradisional yang berlaku di beberapa daerah.
  5. Penjemuran Akhir: Jemur kembali irisan gadung hingga benar-benar kering sempurna. Tahap ini sangat penting karena memengaruhi tingkat kerenyahan keripik saat digoreng.
  6. Penggorengan: Panaskan minyak dalam jumlah banyak dengan api sedang. Goreng irisan gadung hingga mengembang dan berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan dengan baik.
  7. Pendinginan dan Penyimpanan: Dinginkan keripik sebelum disimpan. Simpan dalam wadah kedap udara agar kerenyahannya tetap terjaga lebih lama.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, perhatikan tingkat kekeringan irisan sebelum masuk ke wajan, kestabilan suhu minyak saat menggoreng, dan proses penirisan minyak setelah matang.

  • Keringkan sempurna sebelum menggoreng

    Pastikan irisan benar-benar kering karena kadar air tersisa dapat membuat keripik lembek dan tidak renyah. Penjemuran yang konsisten akan sangat memengaruhi hasil akhir.

  • Gunakan minyak cukup dan panas stabil

    Goreng dalam minyak yang cukup dengan suhu panas yang stabil agar irisan dapat mengembang merata dan matang dengan baik.

  • Tiriskan hingga tuntas

    Setelah diangkat, tiriskan dengan baik untuk mengurangi sisa minyak. Langkah ini membantu keripik tidak berminyak dan renyah lebih lama.

  • Perebusan tambahan (opsional)

    Beberapa metode tradisional menambahkan tahap perebusan setelah perendaman untuk memastikan keamanan sekaligus membantu memperbaiki tekstur agar lebih renyah saat digoreng.