Roger Vivier Rayakan Keindahan Kupu-Kupu Lewat Koleksi Pièce Unique Autumn-Winter 2026/27

Revania ImmanuelaDiterbitkan 10 Juli 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, bertepatan dengan gelaran Paris Haute Couture Week, Roger Vivier kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam menghadirkan karya-karya luxury fashion yang memadukan nilai seni, craftsmanship, dan warisan sejarah. Melalui presentasi bertajuk L'Atelier des Papillons, rumah mode asal Prancis ini memperkenalkan koleksi Pièce Unique Autumn-Winter 2026/27 di bawah arahan Creative Director Gherardo Felloni. Koleksi ini menjadi wujud interpretasi baru terhadap identitas Roger Vivier yang selama puluhan tahun dikenal melalui desain aksesori mewah dengan detail yang kaya dan pengerjaan yang sangat teliti.

Pièce Unique sendiri merupakan lini paling eksklusif dari Roger Vivier yang mengedepankan konsep one-of-a-kind, sehingga setiap karya hanya dibuat satu buah di dunia. Karena itu, setiap tas, sepatu, maupun gilet dalam koleksi ini memiliki karakter, detail, dan identitas yang berbeda satu sama lain. Koleksi ini bukan dirancang untuk mengikuti tren musiman semata, melainkan sebagai karya yang dapat diapresiasi layaknya sebuah objek seni dan dikoleksi dari generasi ke generasi. Melalui L'Atelier des Papillons, Roger Vivier kembali menunjukkan bagaimana perpaduan antara warisan maison yang kaya dengan pendekatan desain kontemporer mampu melahirkan karya-karya yang terasa relevan, sekaligus mempertahankan nilai eksklusivitas dan keahlian artisan yang menjadi ciri khas rumah mode tersebut.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Terinspirasi dari Kupu-Kupu yang Menjadi Simbol Ikonis Roger Vivier

Untuk musim Autumn-Winter 2026/27, Gherardo Felloni memilih kupu-kupu sebagai inspirasi utama koleksi L'Atelier des Papillons. (Foto/Dok: Roger Vivier)

Untuk musim Autumn-Winter 2026/27, Gherardo Felloni memilih kupu-kupu sebagai inspirasi utama koleksi L'Atelier des Papillons. Motif ini bukan sekadar elemen dekoratif, tetapi merupakan salah satu simbol yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Roger Vivier. Sejak era Monsieur Roger Vivier, kupu-kupu telah hadir dalam berbagai desain ikonis melalui bordir, detail sculptural, hingga ornamen kristal yang menghiasi koleksi-koleksinya.

Motif tersebut pernah muncul pada karya yang dibuat untuk Christian Dior pada tahun 1955 dan 1963, kemudian hadir kembali pada berbagai desain sepanjang dekade 1960-an hingga akhirnya dikenang melalui sepatu Papillon yang diperkenalkan dalam retrospektif Roger Vivier di Musée des Arts Décoratifs pada 1987. Selama bertahun-tahun, kupu-kupu menjadi lambang feminitas, transformasi, sekaligus kebebasan berekspresi. Melalui koleksi terbaru ini, Felloni tidak hanya menghidupkan kembali warisan tersebut, tetapi juga menerjemahkannya dalam bahasa desain yang lebih modern dan relevan dengan dunia mode saat ini.

Craftsmanship Tingkat Tinggi yang Membuat Setiap Karya Berbeda

Keindahan koleksi ini semakin terasa melalui teknik pengerjaan yang sangat detail. Alih-alih membuat motif kupu-kupu dengan cara yang sama pada setiap produk, Roger Vivier menghadirkannya melalui berbagai teknik artisan yang berbeda sehingga setiap karya memiliki karakter yang unik.

Motif kupu-kupu diwujudkan lewat bordir manik-manik yang rumit, organza berlapis, macramé, bulu yang dilukis secara manual, pahatan logam, hingga taburan kristal yang memberikan efek berkilau. Setiap teknik dipilih untuk menghadirkan kesan ringan sekaligus menggambarkan proses metamorfosis kupu-kupu yang menjadi inspirasi utama koleksi ini.

Layaknya tidak ada dua kupu-kupu yang identik di alam, setiap kreasi Pièce Unique juga hadir sebagai interpretasi yang berbeda. Filosofi tersebut membuat setiap produk tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga menunjukkan dedikasi para artisan Roger Vivier dalam menghasilkan karya yang benar-benar eksklusif dan tidak dapat ditemukan dalam bentuk yang sama di tempat lain.

3 dari 3 halaman

Untuk Pertama Kalinya, Pièce Unique Hadir dalam Koleksi Sepatu

Musim ini juga menjadi momen penting bagi Roger Vivier karena koleksi Pièce Unique tidak lagi terbatas pada tas mewah dan gilet bordir. Untuk pertama kalinya, maison menghadirkan lini alas kaki eksklusif sebagai bagian dari koleksi tersebut. (Foto/Dok: Roger Vivier)

Musim ini juga menjadi momen penting bagi Roger Vivier karena koleksi Pièce Unique tidak lagi terbatas pada tas mewah dan gilet bordir. Untuk pertama kalinya, maison menghadirkan lini alas kaki eksklusif sebagai bagian dari koleksi tersebut.

Salah satu sorotan utamanya adalah Choc Pump Pièce Unique, yang menghidupkan kembali hak melengkung ikonis ciptaan Roger Vivier pada tahun 1959. Desain legendaris tersebut kini dihiasi berbagai detail couture sehingga tampil semakin artistik tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Selain itu, Roger Vivier juga memperkenalkan Pièce Unique Sneaker, sebuah interpretasi mewah dari siluet sporty yang pertama kali dirancang oleh Gherardo Felloni pada 2018. Sneaker ini tetap mempertahankan hak melengkung sculptural khas Roger Vivier, namun dipadukan dengan teknik dekoratif couture yang menjadikannya tampil berbeda dari sepatu olahraga pada umumnya. Kehadiran kedua desain tersebut membuktikan bahwa craftsmanship tingkat tinggi mampu diterapkan pada berbagai kategori produk, termasuk desain yang lebih modern dan kasual.

Pengalaman Mendalam Menjelajahi Warisan Roger Vivier

Presentasi L'Atelier des Papillons digelar di Maison Vivier, Paris, dengan konsep yang mengajak para tamu memahami proses kreatif di balik lahirnya koleksi Pièce Unique Autumn-Winter 2026/27. Tidak hanya menampilkan produk jadi, Roger Vivier juga menghadirkan moodboard yang berisi foto arsip, sketsa desain, hingga berbagai dokumen historis yang memperlihatkan perjalanan riset sebelum koleksi ini diwujudkan.

Di area arsip, para tamu dapat melihat berbagai sepatu ikonis Roger Vivier, contoh bordir, serta dokumen asli yang menunjukkan bagaimana warisan maison terus menjadi sumber inspirasi bagi karya-karya masa kini. Lewat presentasi ini, Gherardo Felloni kembali menegaskan bahwa inovasi tidak selalu berarti meninggalkan masa lalu. Sebaliknya, sejarah dapat menjadi fondasi untuk menciptakan sesuatu yang baru, relevan, dan tetap memiliki nilai artistik tinggi. Melalui L'Atelier des Papillons, Roger Vivier sekali lagi memperlihatkan bagaimana kreativitas, craftsmanship, dan heritage dapat berpadu menghasilkan karya couture yang terasa abadi sekaligus penuh makna.

Penulis: Revania Immanuela