Tren Lari Makin Digemari, PUMA Hadirkan Sepatu Lari Ringan Tanpa Plat untuk Segala Ritme

najwa maulidinaDiterbitkan 02 September 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Lari menjadi salah satu olahraga yang terus digemari. Aktivitas yang terlihat sederhana ini semakin sering masuk ke rutinitas sehari-hari, baik untuk menjaga tubuh tetap aktif, meningkatkan kebugaran, maupun sekadar mencari waktu untuk bergerak di tengah kesibukan. Tidak heran jika easy run, latihan rutin, sampai social run semakin mudah ditemui. Tren ini pun membuat kebutuhan akan perlengkapan lari yang nyaman dan sesuai dengan berbagai ritme semakin mendapat perhatian, termasuk dari PUMA.

Selain praktis karena tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya, lari juga menawarkan berbagai manfaat bagi tubuh. Jika dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan, aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, memperkuat otot, serta mendukung tubuh agar tetap aktif. Lari juga bisa menjadi cara sederhana untuk mendapatkan waktu bergerak tanpa harus selalu pergi ke tempat olahraga khusus.

Perkembangan tren tersebut membuat pengalaman berlari ikut berubah. Bagi sebagian orang, lari bukan lagi sekadar aktivitas olahraga, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Ada yang berlari di pagi hari sebelum beraktivitas, mengikuti komunitas pada akhir pekan, atau menjadikan latihan sebagai persiapan menuju perlombaan.

PUMA juga melihat bahwa budaya lari terus berkembang dan kebutuhan terhadap sepatu yang dapat mendukung berbagai jenis sesi lari semakin meningkat. Karena itu, perlengkapan lari pun mulai mendapat perhatian lebih. Bukan berarti harus memiliki seluruh atribut sejak awal, tetapi memilih perlengkapan yang sesuai dapat membuat aktivitas terasa lebih nyaman.

Sepatu menjadi salah satu yang paling penting karena kaki terus bekerja selama berlari. Selain itu, pakaian yang ringan, kaus kaki yang nyaman, hingga jam olahraga dapat menjadi pendukung sesuai kebutuhan masing-masing.

Jadi, ketika lari semakin menyatu dengan keseharian, perlengkapannya pun ikut berkembang. Bukan hanya tentang seberapa jauh kita berlari, tetapi bagaimana membuat setiap langkah terasa lebih nyaman.

2 dari 3 halaman

Atribut Pendukung yang Penting untuk Olahraga Lari

Mulai dari sepatu, pakaian, hingga aksesori kecil, ini beberapa atribut yang bisa dipertimbangkan sebelum mulai berlari. (Foto/Dok: Puma)

Kalau baru mulai rutin berlari, membeli sepatu mungkin menjadi salah satu hal pertama yang terpikirkan. Padahal, ada beberapa atribut lain yang bisa membantu aktivitas terasa lebih nyaman.

1. Sepatu lari

Ini menjadi salah satu perlengkapan utama. Pilih sepatu yang terasa nyaman, sesuai bentuk kaki, dan mendukung jenis aktivitas yang dilakukan. Untuk pelari yang memiliki rutinitas berbeda-beda, sepatu yang versatile juga bisa menjadi pilihan menarik.

2. Pakaian yang ringan

Saat berlari, tubuh akan bergerak terus dan menghasilkan panas. Karena itu, pakaian yang ringan dan nyaman dapat membuat aktivitas terasa lebih leluasa. Material yang memiliki sirkulasi udara baik juga dapat menjadi pertimbangan.

3. Running socks

Kelihatannya sederhana, tetapi kaus kaki juga ikut bersentuhan langsung dengan kaki selama berlari. Pilih bahan dan ukuran yang nyaman agar kaki tidak mudah terasa terganggu ketika bergerak.

4. Running belt atau waist bag

Buat yang terbiasa membawa ponsel, kartu, atau barang kecil lainnya, running belt bisa menjadi pilihan praktis. Bentuknya yang ringkas memungkinkan barang tetap dibawa tanpa harus memegangnya sepanjang perjalanan.

5. Jam olahraga

Jam pintar dapat membantu memantau berbagai aktivitas selama olahraga. Data seperti durasi atau aktivitas bisa menjadi referensi untuk melihat kebiasaan latihan dan perkembangan rutinitas.

6. Botol minum

Untuk aktivitas dengan durasi lebih panjang, membawa air minum juga penting agar kebutuhan cairan tetap bisa diperhatikan.

Pada akhirnya, tidak semua atribut harus langsung dimiliki. Kebutuhan setiap pelari berbeda, jadi perlengkapan bisa dilengkapi secara bertahap sesuai rutinitas. Yang terpenting, jangan sampai perlengkapan justru membuat lari terasa ribet. Pilih yang memang berguna, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan.

3 dari 3 halaman

Satu Sepatu untuk Berbagai Ritme Lari

Hadir tanpa pelat dan mengandalkan NITROFOAM™, Deviate Pure NITRO™ menawarkan pendekatan yang ringan dan responsif untuk aktivitas lari. (Foto/Dok: Puma)

Ketika lari sudah menjadi bagian dari rutinitas, kebutuhan terhadap sepatu pun bisa berubah. Bukan hanya digunakan untuk perlombaan, sepatu juga perlu nyaman ketika dipakai untuk easy run, latihan rutin, hingga aktivitas setelah berlari.

Hal tersebut menjadi salah satu konsep yang dibawa oleh Deviate Pure NITRO™. Sepatu ini merupakan tambahan terbaru dalam lini Deviate dan dirancang untuk berbagai kegiatan, mulai dari lari santai, interval, race day, hingga aktivitas sehari-hari.

Berbeda dari sepatu performa yang menggunakan pelat, model ini hadir tanpa pelat dan mengandalkan NITROFOAM™ untuk memberikan pengembalian energi yang responsif. Pendekatan tersebut dirancang untuk menghasilkan pengalaman berlari yang mulus dan penuh energi.

Bagian upper menggunakan engineered mesh yang ringan dengan sirkulasi udara yang baik. Kerah sepatu dibuat lembut dan bagian lidah dilengkapi bantalan untuk memberikan kenyamanan. Sementara itu, outsole menggunakan PUMAGRIP yang dirancang memberikan traksi di berbagai permukaan jalan. Bobotnya sekitar 220 gram untuk lini pria dan 180 gram untuk lini wanita, dengan drop 8 mm.

Menariknya, desain sepatu ini juga tidak berhenti pada kebutuhan olahraga. Siluetnya yang ramping dan minimalis dibuat agar tetap relevan digunakan setelah sesi lari selesai. Deviate Pure NITRO™ tersedia dalam berbagai pilihan warna untuk pria dan wanita. Sepatu ini sudah tersedia di gerai PUMA Indonesia, jaringan retailer resmi, dan situs resmi PUMA dengan harga Rp2.499.000.

Jadi, ketika tren lari terus berkembang dan aktivitas ini semakin menyatu dengan keseharian, perlengkapan pun ikut beradaptasi. Bukan sekadar soal mengejar kecepatan, tetapi juga menemukan perlengkapan yang bisa mengikuti ritme lari dan gaya hidup masing-masing.

Penulis: Najwa Maulidina