Fimela.com, Jakarta - Kalau biasanya melihat mesin olahraga dengan gerakan yang terlihat tenang, jangan langsung mengira latihannya mudah. Lagree pilates justru dikenal sebagai workout yang cukup intens meski sebagian besar gerakannya dilakukan secara perlahan dan terkontrol. Menggunakan mesin Megaformer, latihan ini mengajak tubuh bekerja lebih keras dengan fokus pada kekuatan, core, dan daya tahan.
Dilansir dari Lagree Fitness, Lagree merupakan metode latihan high-intensity dan low-impact yang dikembangkan oleh Sebastien Lagree. Latihan ini menggabungkan gerakan kekuatan, endurance, dan core dengan resistance berbasis pegas pada mesin Megaformer. Salah satu cirinya adalah gerakan yang dilakukan secara perlahan untuk membuat otot terus bekerja dalam waktu yang lebih lama.
Sekilas, bentuk Megaformer memang bisa mengingatkan pada mesin reformer yang biasa digunakan dalam Pilates. Ada carriage yang dapat bergerak maju-mundur, pegangan, dan sistem pegas yang bisa disesuaikan. Namun, Lagree sebenarnya bukan Pilates.
Yang membuatnya terasa berbeda adalah cara latihan dilakukan. Alih-alih bergerak cepat dari satu gerakan ke gerakan lain, Lagree banyak menggunakan gerakan lambat dan terkontrol. Tujuannya agar tubuh tidak mengandalkan momentum dan otot tetap aktif selama melakukan gerakan.
Makanya, jangan heran kalau gerakan sederhana seperti squat, lunge, plank, atau push-up bisa terasa jauh lebih menantang ketika dilakukan di atas Megaformer.
Di sinilah bagian menariknya. Lagree mungkin terlihat calm dari luar, tetapi orang yang sedang melakukannya bisa merasakan otot bekerja cukup intens. Bahkan, sensasi tubuh gemetar atau “Lagree shakes” sering menjadi salah satu pengalaman yang identik dengan workout ini.
Kenapa Lagree Terasa Intens Padahal Gerakannya Pelan?
Salah satu hal yang membuat Lagree menarik adalah konsepnya yang cukup unik. Kalau olahraga lain sering mengandalkan gerakan cepat untuk membuat tubuh berkeringat, Lagree justru banyak menggunakan gerakan yang pelan dan terkontrol.
Jangan salah, semakin pelan bukan berarti semakin mudah. Ketika tubuh tidak menggunakan momentum untuk membantu menyelesaikan gerakan, otot harus bekerja lebih banyak. Inilah yang membuat gerakan sederhana terasa semakin berat ketika dilakukan di atas Megaformer.
Selain tempo, ada juga sistem resistance menggunakan pegas. Pengaturan resistance bisa disesuaikan sehingga latihan dapat terasa berbeda pada setiap gerakan. Megaformer sendiri dirancang dengan berbagai bagian yang memungkinkan pengguna melakukan banyak variasi latihan untuk tubuh bagian atas maupun bawah.
Lagree juga banyak menggunakan konsep time under tension, yaitu membuat otot tetap berada dalam kondisi bekerja selama durasi tertentu. Karena itu, satu gerakan yang terlihat sederhana bisa terasa cukup menantang ketika harus dilakukan secara perlahan.
Gerakannya pun cukup beragam. Kamu bisa menemukan variasi squat, lunge, plank, push-up, hingga gerakan khusus yang memang dibuat untuk metode Lagree.
Yang menarik, workout ini tidak hanya berfokus pada satu bagian tubuh. Dalam satu sesi, tubuh bisa diajak melatih core, kaki, tangan, dan otot lainnya.
Jadi, kalau melihat seseorang di atas Megaformer bergerak pelan sambil terlihat serius, jangan buru-buru menganggap latihannya santai. Justru di balik gerakan yang slow tersebut, ada resistance dan kontrol tubuh yang membuat otot terus bekerja.
Tidak heran kalau setelah kelas, sensasinya bisa terasa sampai beberapa jam berikutnya.
Tertarik Coba Lagree? Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Naik Megaformer
Buat yang baru pertama kali melihat Megaformer, wajar kalau muncul pertanyaan, “Ini sebenarnya Pilates atau bukan?” Jawabannya, Lagree bukan Pilates, meskipun Megaformer memang terinspirasi dari mesin reformer.
Menurut Lagree Fitness, Megaformer dibuat khusus untuk metode Lagree dan memiliki desain serta sistem resistance yang berbeda dari reformer Pilates. Karena itu, latihan di atas Megaformer juga memiliki fokus dan cara kerja yang berbeda.
Dalam Lagree, fokus utamanya adalah strength, muscular endurance, dan core. Gerakannya dilakukan dengan tempo yang lebih lambat, sementara tubuh tetap menghadapi resistance. Kombinasi tersebut membuat latihan terasa intens meskipun tidak banyak gerakan yang terlihat eksplosif.
Kalau baru pertama kali mencoba, tidak perlu langsung mengejar gerakan yang paling sulit. Lebih penting untuk mengikuti instruksi instruktur dan memahami cara menggunakan Megaformer dengan benar. Posisi tubuh dan kontrol gerakan juga menjadi bagian penting dalam metode ini.
Satu hal yang mungkin perlu disiapkan adalah rasa kaget ketika otot mulai bekerja. Gerakan yang awalnya terlihat gampang bisa tiba-tiba terasa berat setelah beberapa repetisi. Bahkan, kaki atau tangan yang mulai gemetar bisa menjadi pengalaman baru buat pemula.
Namun, justru sensasi tersebut yang membuat Lagree menarik bagi banyak orang. Workout ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari olahraga biasa karena menggabungkan strength, endurance, dan core dalam satu sesi.