Tetap Aktif Tanpa Berlebihan, Ini Panduan Porsi Gerak Harian yang Ideal

Devita AdyaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Aktivitas fisik menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat yang sering kali terabaikan di tengah kesibukan sehari-hari. Duduk terlalu lama saat bekerja, menghabiskan waktu di depan layar, hingga minimnya kesempatan berjalan kaki dapat membuat tubuh kurang bergerak. Padahal, menjaga tubuh tetap aktif tidak selalu membutuhkan waktu khusus untuk pergi ke pusat kebugaran atau melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), orang dewasa berusia 18–64 tahun dianjurkan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit per minggu. Aktivitas tersebut dapat berupa jalan cepat, bersepeda, berenang, maupun kegiatan fisik lain yang sesuai dengan kemampuan tubuh.

Rekomendasi tersebut bukan berarti seseorang harus langsung berolahraga dalam durasi panjang setiap hari. Porsi gerak dapat dibagi menjadi sesi-sesi singkat agar lebih mudah diterapkan dalam rutinitas. Berjalan kaki saat istirahat, memilih tangga daripada lift, atau melakukan peregangan setelah duduk lama juga bisa menjadi bagian dari kebiasaan aktif.

Hal terpenting adalah membangun konsistensi tanpa memaksakan diri. Dengan memahami kebutuhan gerak dan menyesuaikannya dengan kondisi tubuh, aktivitas fisik dapat menjadi rutinitas yang menyenangkan, bukan kewajiban yang terasa memberatkan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Memenuhi Kebutuhan Gerak Harian

Memenuhi kebutuhan gerak harian bisa dimulai dari aktivitas sederhana yang mudah dilakukan. (Foto/Dok: Pexels)

Setelah memahami kebutuhan aktivitas fisik, langkah berikutnya adalah menentukan jenis gerakan dan durasi yang sesuai dengan rutinitas. Tidak semua aktivitas harus dilakukan dalam bentuk olahraga terstruktur. Berjalan kaki dengan tempo cukup cepat, bersepeda, menari, atau membersihkan rumah dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

Bagi yang memiliki jadwal padat, membagi waktu olahraga menjadi beberapa sesi singkat bisa menjadi solusi. Misalnya, berjalan kaki selama 10–15 menit pada pagi hari, melakukan aktivitas ringan saat istirahat siang, lalu meluangkan waktu untuk bergerak kembali pada sore hari. Cara ini membantu aktivitas fisik terasa lebih mudah dilakukan tanpa harus menyediakan waktu panjang sekaligus.

Intensitas gerakan juga perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Saat melakukan aktivitas intensitas sedang, napas dan detak jantung biasanya meningkat, tetapi seseorang masih bisa berbicara. Jika baru mulai berolahraga, berjalan kaki dengan kecepatan nyaman dapat menjadi pilihan sebelum meningkatkan durasi atau intensitas secara bertahap.

Selain latihan kardio, aktivitas penguatan otot juga dapat dimasukkan ke dalam rutinitas mingguan. Gerakannya bisa berupa squat, push-up sesuai kemampuan, atau latihan menggunakan resistance band. Kombinasi berbagai jenis aktivitas membantu tubuh bergerak lebih seimbang.

Kuncinya bukan melakukan semuanya sekaligus, melainkan memilih kegiatan yang realistis dan mudah dipertahankan. Dengan begitu, kebutuhan gerak harian dapat dipenuhi tanpa membuat jadwal terasa semakin padat.

3 dari 3 halaman

Begini Cara Menjaga Konsistensi Gerak Harian

Dengan meningkatkan aktivitas secara bertahap dan memberi waktu untuk pemulihan, kebiasaan bergerak dapat terasa lebih nyaman dan berkelanjutan. (Foto/Dok: Pexels)

Menjalani rutinitas aktif bukan berarti harus selalu menambah durasi atau meningkatkan intensitas olahraga. Tubuh membutuhkan penyesuaian terhadap kebiasaan baru, terutama bagi mereka yang sebelumnya jarang bergerak. Karena itu, memulai dengan porsi ringan dan meningkatkannya secara perlahan dapat membantu aktivitas fisik terasa lebih nyaman.

Perhatikan pula kondisi tubuh sebelum dan sesudah berolahraga. Rasa lelah ringan setelah bergerak bisa menjadi hal yang wajar, tetapi nyeri tajam, pusing, sesak napas yang tidak biasa, atau rasa tidak nyaman di dada perlu diperhatikan. Jika mengalami gejala tersebut, hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis sesuai kebutuhan.

Keseimbangan antara aktivitas dan pemulihan juga penting. Tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta memenuhi kebutuhan cairan dapat mendukung tubuh menjalani rutinitas harian. Tidak perlu merasa bersalah ketika harus mengurangi intensitas atau beristirahat saat kondisi tubuh sedang kurang fit.

Agar lebih konsisten, pilih jenis aktivitas yang disukai dan mudah dilakukan. Menjadwalkan jalan kaki setelah makan, melakukan peregangan di sela pekerjaan, atau bersepeda pada akhir pekan bisa menjadi pilihan sederhana. Variasikan gerakan agar rutinitas tidak terasa monoton.

Pada akhirnya, tujuan bergerak bukan sekadar memenuhi angka durasi, melainkan membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan dalam jangka panjang. Dengan menyesuaikan aktivitas terhadap kemampuan dan kebutuhan pribadi, tubuh tetap aktif tanpa harus menghadapi tekanan untuk selalu berolahraga lebih keras.