Sukses

Beauty

Waspada, Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Sampai saat ini, serangan jantung atau masalah kesehatan jantung masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan nomor satu dunia. Dari ratusan ribu bahkan jutaan penderita masalah jantung, lebih dari setengahnya meninggal dunia. Sementara mereka yang berhasil bertahan, mereka tetap harus mengkonsumsi obat di sepanjang sisa hidupnya.

Study menyebutkan bahwa masalah kesehatan jantung ini disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari pola hidup yang tak sehat, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas gerak atau olahraga dan yang terbaru adalah karena kurang tidur atau juga kelebihan tidur.

Dikutip dari laman dailymail.co.uk, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang tidur lebih dari 8 jam bisa berisiko menderita masalah jantung lebih besar yakni 36 persen. Sementara orang-orang yang tidur kurang dari 4 jam juga akan berisiko menderita serangan jantung sebesar 28 persen. Yang lebih mengejutkan lagi, wanita dengan waktu tidur kurang dikatakan lebih berisiko menderita serangan jantung jika dibandingkan dengan para pria.

Wanita lebih berisiko terkena serangan jantung | Photo: Copyright Thinkstockphotos.com

Tak hanya berpengaruh pada kesehatan jantung, lama tidur yang berlebih atau kurang juga meningkatkan risiko penyakit berbahaya lainnya. Risiko tersebut antara lain adalah obesitas, kanker, diabetes hingga depresi. Dr Lin Beate Strand dari Universitas Norwegia, seorang ahli di bidang Sains dan Tekhnologi menyebutkan bahwa, "Kurang tidur bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Tapi, tidur terlalu banyak atau lebih juga meningkatkan risiko terkena serangan jantung."

Meski belum diketahui persis kenapa kurang tidur bisa meningkatkan risiko jantung, para ahli percaya bahwa kurang tidur erat kaitannya dengan stres, depresi dan detak jantung yang tidak teratur. Mereka yang kurang tidur juga dikatakan memiliki tekanan darah yang bermasalah sehingga hal ini sangat memicu kerusakan atau serangan jantung. Selain durasi atau lama waktu tidur yang berpengaruh pada peningkatan risiko jantung, usia lanjut juga dipercaya meningkatkan risiko serangan jantung.

Bukan hanya itu saja, pola hidup, gula darah, kadar lemak dalam tubuh, konsumsi alkohol dan sejenisnya juga erat kaitannya dengan risiko serangan jantung. Well, jika kita ingin mencegah risiko serangan jantung, pastikan buat menerapkan pola hidup sehat, jauhi rokok maupun minuman beralkohol, miliki olahraga dan gerak cukup serta pastikan istirahat cukup (tidak berlebih juga tidak kurang). Semoga informasi ini bermanfaat ya.

(vem/mim)
Loading
Artikel Selanjutnya
Cara Tepat Bersepeda yang Menunjang Kesehatan Jantung Berdasarkan Buku Saku
Artikel Selanjutnya
Studi Membuktikan, Dirimu Lebih Cerdas Jika Punya Tubuh Tinggi