Sukses

Beauty

Yuk, Kenali Gejala Klamidia

Tahukah Ladies mengapa klamidia dikenal dengan sebutan ‘silent infection’? Salah satu penyakit seksual menular ini dijuluki demikian karena kebanyakan tidak ditemukan adanya gejala-gejala tertentu yang menandai seseorang terinfeksi klamidia.

Dilansir dari cdc.gov, hanya 10% pria dan 5-30% wanita penderita klamidia yang terbukti melalui uji laboratorium memiliki gejala-gejala ketika terinfeksi penyakit ini. Dengan kata lain, hanya sedikit jumlah penderita klamidia yang menunjukkan gejala terinfeksi penyakit ini.

Gejala seseorang terindikasi klamidia tidak langsung muncul ketika bakteri Chlamydia trachomatis, bakteri penyebab penyakit ini masuk ke dalam tubuh. Gejala bisa muncul setelah beberapa minggu penderita terinfeksi. Secara umum, gejala yang timbul pada wanita yang menderita klamidia adalah adanya peradangan pada leher rahim dan uretritis (radang uretra).

Wanita-wanita yang terinfeksi klamidia bisa mengalami pendarahan abnormal di antara dua periode menstruasi atau setelah melakukan hubungan suami istri. Lalu, rasa nyeri dan tidak nyaman di perut serta saat buang air kecil dan saat melakukan hubungan seksual juga kerap mereka rasakan.

Pada pria yang positif mengidap klamidia, gejala yang timbul juga merupakan rasa sakit saat berkemih. Selain itu, pria penderita penyakit yang disebarkan melalui perilaku seksual ini mengeluarkan cairan seperti susu dari uretra. Sebagian kecil pria yang terinfeksi klamidia juga menunjukkan adanya pembengkakan di daerah skrotum yang merupakan tanda epididimitis atau peradangan bagian dari sistem reproduksi pria di dekat testis.

Oleh: Meidita Kusuma Wardhani

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading