Sukses

Beauty

Dokter Kulit Ungkap Cara Menyamarkan dan Tidak Memperparah Stretch Mark Bagi Ibu Hamil

Fimela.com, Jakarta Ketika hamil dan menyusui perubahan tubuh pada perempuan tidak bisa dihindari. Bukan hanya berat badan yang meningkat drastis, melainkan kulit pun berubah, ntah lebih glowing atau perbuahan yang tidak menyenangkan.

Hal tersebut pun disampaikan oleh dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK, seorang dokter spesialis kulit. Ia juga menambahkan, biasanya perubahan kulit yang tidak menyenangkan ilah kulit lebih kering atau dalam banyak khasus terjadinya stretch mark.

dr. Arini mengatakan perubahan tersebut dikarenakan selama hamil hormon akan berubah, seperti hormon estrogen dan progesteron yang semakin meningkat. Lalu, alasannya lain terjadi stretch mark adalah kenaikan berat yang membuat kulit tertarik dengan cepat dan tiba-tiba. Perubahan berat badan yang rata-rata naik hingga 13,5 kg membuat kulit merenggang.

"Biasanya bukan hanya di perut, Stretch Mark bisa terjadi di beberapa daerah tubuh seperti sekitar payudara, paha, panggul," ujar dr. Arini dalam peluncuran virtual DaƩ Organics oleh Varsha Adhikumoro.

Penelitian pun mengungkapkan jika stretch mark pasti terjadi di 50-90 persen ibu hamil. Dan biasanya terjadi saat memasuki kehamilan 6-7 bulan.

Tidak bisa hilang namun bisa disamarkan

Sayangnya, stretch mark tidak bisa hilang dan kulit pun tidak bisa kembali seperti semula. Namun, untuk menyemarkan atau mengurangi keparahan stretch mark ibu bisa melakukan beberapa hal.

"Kulit para ibu hamil tidak bisa kembali seperti semuak karena stretch mark tidak bisa hilang. Namun bisa melakukan berbagai cara agar tidak terlalu parah," papar dr. Arini.

dr. Arini pun mengatakan baiknya selama masa kehamilan, ibu wajib mengonsumsi makanan bernutrisi, menghidarasi kulit dengan rutin minum air mineral, kontrol kenaikan berat badan.

Ia juga menyarankan untuk melakukan olahraga, dengan melakukan olahraga akan lebih mengurangi stretch mark.

Selain itu, jangan digaruk karena gejala stretch mark biasanya akan menimbulkan rasa gatal. Lalu, yang paling penting ialah selalu menggunakan moisturizer untuk melembapkan kulit.

"Gunakan moisturizer pada awal muncul gejala, biasanya di usia kehamilan 6-7 bulan. Oleskan dengan sedikit pemijatan agar lebih efektif, dan gunakan rutin setiap harinya. Biasanya akan terlihat efeknya dalam beberapa minggu," ujarnya.

Dan terpenting pilihlah pelembap atau mouisturizer yang aman untuk ibu hamil.

#women for women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading