Sukses

Entertainment

Bintang 3 Generasi, Hetty Koes Endang dan Keikhlasan Menjadi Diva

Fimela.com, Jakarta Meski telah jarang bernyanyi di layar kaca, Hetty Koes Endang mampu mempertahankan eksistensinya di dunia entertainment, khususnya musik. Pelantun lagu 'Kasih' yang sempat memutuskan untuk berhenti bernyanyi ini kembali muncul sebagai juri di sebuah ajang pencarian bakat musik dangdut . Meski sudah berkarya selama 46 tahun, namanya tak pernah terlupakan. Bahkan, pesona divanya seakan tak pernah meredup.

***

Hetty Koes Endang pertama kali terjun ke dunia musik sejak berumur 14 tahun. Kini, setelah 46 tahun berkarya dan melantunkan sekian banyak lagu dengan beragam genre, Hetty sukses meraih berbagai penghargaan.

Lewat Oma-nya, penyanyi yang serba bisa ini belajar untuk menjadi bintang di dunia tarik suara. Tak hanya dikenal di dalam negeri, namanya juga terkenal di Malaysia, Brunei, dan Singapura. Tak hanya itu, dia pernah dinobatkan sebagai penyanyi terbaik berkat suara merdunya di lagu 'Sayang' pada Vina Del Mar Song Festival di Chili.

Bintang 3 Generasi, Hetty Koes Endang (Photo by Nurwahyunan, Digital Imaging by Denti Ebtaviani, Wardrobe by Hian Tjen, Accesories by Avecmoi Accesories, Make Up by First Make Up/Bintang.com)

Namun, perjalanan menjadi diva ternyata tidaklah mudah. Bakat yang memang sudah dimiliki sejak lahir dan darah seni yang mengalir pada tubuhnya tak membuat perjalanan hidup Hetty Koes Endang sebagai penyanyi menjadi mulus. Bakat dan kerja keras serta keikhlasan dalam menjalankan hidup terangkai menjadi satu dan membuat namanya menggema hingga ke berbagai negara.

Baginya, menjadi penyanyi tak boleh setengah-setengah. Pelajaran ini tentu saja ajaran dari sang Oma yang selalu menjaga dan menuntun dirinya kala itu. Menjadi diva pun tak boleh sekadar diva. Dalam bidang rekaman, show, album, dan festival pun harus menjadi diva.

“Jangan takut dengan festival. Harus ikut terus. Kalau kita dibilang diva, diva itu diva apa? Kalau bisa, betul-betul diva untuk rekaman, diva untuk show, diva stasiun TV, dan diva di bidang lain. Itu baru yang dinamakan diva,” katanya.

Bintang 3 Generasi, Hetty Koes Endang (Photo by Nurwahyunan, Digital Imaging by Denti Ebtaviani, Wardrobe by Hian Tjen, Accesories by Avecmoi Accesories, Make Up by First Make Up/Bintang.com)

Ilmu untuk mencapai kesuksesannya sebagai diva ini juga diturunkan kepada dua anaknya, Ameer Mahmed dan Afifah Qamariah. Dia mengajarkan untuk terus berkarya di bidang musik. Kesuksesan anak di dunia tarik suara kini menjadi fokus utama dalam hidupnya.

Selain menceritakan lika-liku kehidupan seorang diva dan perjuangannya, Hetty Koes Endang juga menceritakan tentang alasannya kenapa pernah memutuskan untuk berhenti bernyanyi, memilih banyak genre lagu untuk dinyanyikan, termasuk keroncong. Berikut petikan wawancara Karla Farhana, fotografer Nurwahyunan dan videografer Abraham Onarelly saat pemotretan 18 bintang di SCTV Tower, Kamis (18/2).

Hetty Koes Endang Nyanyikan Berbagai Macam Genre Musik

Memiliki suara yang indah, diva yang sempat tinggal di Malaysia ini tak hanya mengandalkan bakat. Tapi juga memadukan kerja keras dan keikhlasan dalam menjalani hidup. Selain itu, tak seperti penyanyi lain yang hanya menyanyikan satu genre musik, Hetty juga melantunkan lagu bergenre lain.

Apa rahasianya memiliki suara yang indah?

Alhamdulillah sebetulnya memang jiwa seni turun dari kedua orang tua. Tapi bakat saja mungkin tidak cukup. Harus ada bakat ditambah dengan perjuangan. Itu baru bisa sinerji dan maju. Kalau kita meraih segala sesuatu itu mudah. Semua itu adalah anugrah yang diberikan Allah SWT. Saya harus menjaga ini. Bersyukur saya masih diberikan kesehatan. Juga saya bersyukur masih dibutuhkan untuk memberikan saran-saran dan meramaikan dunia hiburan. Jadi ini anugerah dan rezeki juga.

Kapan pertama kali jatuh cinta kepada dunia tarik suara?

Kalau dibilang jatuh cinta dengan tarik suara, saya memang keturunan darah seni dan punya bakat. Saya memang dididik oleh oma saya. Jadi tanpa bimbingan dari oma, saya tidak akan bisa jadi seperti ini.

Bintang 3 Generasi, Hetty Koes Endang (Photo by Nurwahyunan, Digital Imaging by Denti Ebtaviani, Wardrobe by Hian Tjen, Accesories by Avecmoi Accesories, Make Up by First Make Up/Bintang.com)

Umur berapa mulai naik ke panggung?

Mulai menjadi penyanyi profesional umur 14 tahun. Awalnya hanya off air. Mulai dari tahun 1970-an. Hingga kini saya berada di dunia tarik suara sudah 46 tahun.

Apa genre lagu yang pertama kali dinyanyikan?

Karena saya basic-nya pop, jadi saya pertama kali rekaman lagu pop. Lagu-lagunya saat itu seperti Kemuning, Siti Aisyah, yang seperti itu.

Kenapa menyanyikan banyak genre musik?

Saat itu saya mikir, kenapa hanya di bidang pop saja? Produser saat itu cerdik. Karena mungkin dia lihat saya bisa nyanyi lagu genre lain. Misalnya, keroncong, dangdut. Saya bangga punya suara yang bisa masuk ke berbagai genre. Orang bilang saya ‘serakah.’ Kalau orang Malaysia bilang versatile. Karena saya juga penyanyi festival, penyanyi show, penyanyi rekaman, penyanyi untuk TV. Saya bernyanyi untuk semua stasiun TV. Di dalam dunia rekaman juga bermacam-macam. Ada lagu rock pop, keroncong, dangdut, lagu daerah dari Sabang sampai Marauke. Saya tidak ingin hanya satu genre. Saya lebih bahagia kalau semua kalangan masyarakat kenal dengan Hetty Koes Endang. Misalnya, masyarakat dangdut tahu saya. Apa lagi saya sekarang menjadi juri. Masyarakat lagu daerah juga tahu saya. Lagu pop, juga tahu. Jadi saya bangga kalau disebut sebagai penyanyi versatile. Serba bisa.

Bintang 3 Generasi, Hetty Koes Endang (Photo by Nurwahyunan, Digital Imaging by Denti Ebtaviani, Wardrobe by Hian Tjen, Accesories by Avecmoi Accesories, Make Up by First Make Up/Bintang.com)

Sempat menyanyikan lagu keroncong, bagaimana tanggapannya tentang genre musik ini di Indonesia sekarang?

Saya bukannya prihatin. Tapi saya ingin lagu keroncong tidak mati. Saya sangat bangga, saat lagu Kasih yang memang berirama Bossanova, saya keroncongkan. Saya rekam, lalu saya edarkan di Malaysia selama kurang lebih 26 tahun, keroncong Kasih saya mendapat tempat di hati masyarakat Malaysia, Singapura dan Brunei. Kalau di Indonesia, solusinya anak-anak muda harus cinta dengan lagu keroncong.

Bagaimana caranya supaya anak-anak muda mencintai keroncong?

Kenapa saya menyanyikan lagu keroncong? Lagu pop yang sudah populer, saya bikin jadi keroncong. Ini supaya anak-anak muda tidak melihat koroncong sebagai lagu-lagu orang tua. Padahal tidak. Makanya saya keroncongkan lagu Hati yang Luka, Kemesraan, dan lainnya. Alhamdulillah mendapatkan tempat di hati anak-anak muda. Tapi, kalau sekarang pelan-pelan. Karena kalau sekarang siklusnya lagi musik dangdut. Jadi market ini kalau kita lihat memang kayak piramida. Jadi dangdut memang penggemar dangdut sekarang tidak bisa dilawan. Lagu keroncong tidak akan pupus. Bagaimana caranya? Makanya kita-kita yang muda ini harus bangkit. Kita duduk bareng-bareng dengan musisi keroncong. Kita mau buat apa?

Kerja Keras Menjadi Kunci Sukses Hetty Koes Endang

Memiliki suara indah sejak kecil dan memiliki darah seni dari kedua orangtuanya, tak menjadikan jalan menuju kesuksesan menjadi mulus. Heetty Koes Endang membangun kesuksesannya sebagai diva kelas internasional dengan terus menghasilkan karya.

Bagaimana perjuangannya hingga bisa sukses menjadi penyanyi?

Menjadi penyanyi itu bukannya enak. Saya mengalami masa-masa sulit. Bukan berarti sulit ekonomi. Sulit di sini maksudnya dalah hal perjuangan. Oma saya bilang, kalau kamu ingin menjadi penyanyi, jadilah artis yang benar. Jangan asal-asal. Saya kebetulan terlalu dijaga oma saja. Dunia artis dan entertainment banyak sekali lika-likunya.

Bagaimana caranya membangun kesuksesan di bidang musik?

Bakat bisa dikalahkan oleh usaha. Harus terus berkarya, berkarya, dan berkarya. Kalau kita populer, tapi tidak menelurkan album, itu tidak akan ada artinya. Jadi, populer ini harus macam-macam. Populer di bidang rekaman, album meledak, lagu hits. Show juga kalau bisa jangan 30 kali sebulan. Waktu saya dulu, show satu bulan bisa 50 kali. Selain itu, jangan lupakan kerja keras, ikhlas, dan restu dari orangtua.

Kenapa dulu sempat vakum?

Sebenarnya bukan vakum. Tapi saya yang menyetop diri. Karena saya merasa sudah puas. Apa lagi, sih, yang dicari? Sebenarnya dulu sudah tidak ingin lagi kembali di dunia tarik suara.

Bintang 3 Generasi, Hetty Koes Endang (Photo by Nurwahyunan, Digital Imaging by Denti Ebtaviani, Wardrobe by Hian Tjen, Accesories by Avecmoi Accesories, Make Up by First Make Up/Bintang.com)

Kenapa kembali ke dunia tarik suara?

Setelah saya berumah tangga, saya memang sempat tinggal di Malaysia. Dulu lebih banyak bernyanyi di Singapura, Malaysia, Brunei. Sekarang ini sebetulnya fokus bernyanyi di luar Indonesia. Saya sudah tidak bernyanyi lagi di Indonesia. Tapi kebetulan Amir, anak saya sebagai manajer, dia tahu betul saya masih dibutuhkan. Dia bilang banyak orang tua teman-temannya yang mencari saya. Alhamdulillah saya masih diberikan peluang dan izin untuk kembali ke dunia tarik suara. Karena memang masih dubutuhkan. Amir juga mendukung, sebagai manajer saya.

Apa arti bernyanyi buat Mama Hetty?

Saya kembali bernyanyi bukan karena uang. Tapi saya punya misi. Kalau ada orang punya pesta dan meminta saya untuk mengisi acara tersebut. Saya tidak cari materi, tapi misi.

Bagaimana caranya agar bisa tetap eksis di dunia entertainment?

Kalau ditanya harus bagaimana, saya lebih kepada mengalir apa adanya. Yang penting ikhlas di dalam hati. Kita harus suka, enjoy. Jalani saja. Hidup ini penuh dengan berbagai macam hal. Jadi kita jalani saja dari hati kita sendiri. Kalau kita tidak ikhlas, tidak akan nyaman.

Ada berapa penghargaan yang sudah diterima selama ini?

Untuk festival saya sudah dapat beberapa piala.

Sejak 46 tahun lalu, ada berapa album yang sudah dikeluarkan?

Di bidang rekaman, saya sudah punya 138 album dengan berbagai macam irama. Tak hanya menyanyikan lagu pop yang menjadi genre lagu awal-awal kariernya sebagai penyanyi. Tapi juga keroncong. Perhatiannya kepada genre tersebut sangat kuat hingga menggubah lagu pop menjadi keroncong.

Bintang 3 Generasi, Hetty Koes Endang (Photo by Nurwahyunan, Digital Imaging by Denti Ebtaviani, Wardrobe by Hian Tjen, Accesories by Avecmoi Accesories, Make Up by First Make Up/Bintang.com)

Apa cita-cita yang ingin diraih saat ini?

Kalau di dunia tarik suara rasa sudah cukup. Saya justru ingin mengembangkan anak-anak saya, Afi dan Ameer. Kebetulan, Afi ini punya suara yang lumayan. Ameer pun juga punya suara yang bagus. Tapi saya tidak mau memaksa Afi karena dia masih kuliah. Masih semester empat. Kalau ke Malaysia, Singapura, Brunei, pasti Ameer dan Afi ikut menyumbangkan suara. Saya juga senang karena mereka tidak ikut genre saya. Mereka pilih jazz.

Apa pendapat Mama Hetty tentang lagu-lagu dangdut yang punya lirik dan goyangan seksi?

Mungkin dulu image-nya kurang bagus. Mungkin itu di daerah. Tapi kalau sekarang, lagu-lagu dangdut dan penyanyinya tidak mengandalkan goyangan. Suara mereka berkualitas. Kostumnya pun sudah glamour. Image dangdut kini sudah naik. Sudah bagus.

Apa pesan untuk para penyanyi dangdut muda?

Yang pertama itu attitude. Kalau kita sudah jadi ‘seseorang’ yang tadinya bukan siapa-siapa, attitude yang harus dijaga. Karena ini yang akan bahan omongan orang. Jangan sombong. Tidak ada artinya nama besar kalau kamu sombong. Penggemar juga harus kita junjung tinggi. Karema merekalah yang membuat kita naik, mereka juga yang bikin kita terjatuh.

Itulah tadi perbincangan tim Bintang.com bersama penyanyi legendaris Hetty Koes Endang di sela-sela sesi pemotretan ulang tahun pertama Bintang.com pada 18 Februari 2016 di Gedung SCTV Tower. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading