Sukses

Entertainment

Memarodikan Demokrasi Semrawut Lewat Lakon Presiden Kita Tercinta

Fimela.com, Jakarta Banyak cara untuk membangun kesadaran masyarakat untuk bernegara. Tak melulu harus turun ke jalan lewat jalur demonstrasi, tim kreatif program Indonesia Kita yang digagas Djarum Foundation memiliki cara lain untuk menyampaikan aspirasinya, seperti lakon Presiden Kita Tercinta.

Pentas ini menunjukkan kritikan dengan cara yang lebih elegan melalui jalur teater. Mengangkat isu makar di sebuah negeri republik, pertunjukkan Presiden Kita Tercinta mengupas tuntas tentang rekayasa demokrasi dalam pemilihan pemimpin dengan menambahkan beberapa parodi di dalamnya.

Butet Kartarajasa, Agus Noor, dan Djaduk Ferianto seolah ingin menggambarkan sebuah situasi semrawut yang terjadi di sebuah negeri dimana masing-masing orang di dalamnya memanfaatkan situasi yang terjadi demi memuluskan kepentingan pribadinya.

Lakon Presiden Kita Tercinta (Adrian Putra/Bintang.com)

"Kita bicara soal pemimpin malam ini. Lakon Presiden Kita Tercinta akan melakonkan soal misi dan ambisi soal kepemimpinan. Semoga sepulang dari sini kita menemukan inspirasi mengenai pemimpin yang terbaik yang berpihak pada rakyat," ucap Butet Kartarajasa di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Lakon dimulai saat beberapa orang aparat keamanan di sebuah negeri sedang merasa kebingungan lantaran sang pemimpin tiba-tiba menghilang tanpa sebab sehingga membuat kondisi negeri cukup mencemaskan. Maka dari itu, tergagaslah untuk segera mencari pemimpin baru lewat jalur Pemilu. Sayangnya, beberapa di antara mereka menganggap proses pemilihan Presiden itu sebagai proyek demokrasi yang bisa membawa keuntungan yang sebesar-besarnya.

Lakon Presiden Kita Tercinta (Adrian Putra/Bintang.com)

Dan, sesuatu yang tak terduga pun muncul lantaran yang terpilih menjadi pemimpin justru seorang petani yang tidak memiliki ambisi menjadi pemimpin negeri. Sempat menolak, namun si petani lantas terancam hukuman lantaran dianggap melawan konstitusi Undang-undang.

Intrik politis pun muncul saat si petani kampung mulai memimpin negerinya. Berlandaskan kepolosan dan kejujuran, pak petani yang dilakoni oleh Marwoto akhirnya melihat banyak pihak-pihak yang mencoba mencari untung atas terpilihnya dia sebagai Presiden.

Lakon Presiden Kita Tercinta (Adrian Putra/Bintang.com)

Lantas, apakah yang terjadi pada si petani jujur tersebut? Apakah dia berhasil memperbaiki sistem pemerintahannya dengan kejujuran, atau menyerah lantaran tekanan banyak pihak yang mau mengambil keuntungan?

Sangat menarik untuk disimak bagaimana Tim Kreatif Indonesia Kita 2017 mengemas 'isu seksi' tentang demokrasi tersebut dengan beberapa parodi yang kental. Pertunjukan Presiden Kita Tercinta dimainkan oleh Cak Lontong, Akbar, Marwoto dan beberapa nama lain yang terlibat. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading