Sukses

Entertainment

Sebelum Pengabdi Setan, Ini 6 Karya Terbaik Joko Anwar

Fimela.com, Jakarta Keinginan Joko Anwar yang sudah terpendam selama 10 tahun akhirnya terwujud. Joko membuat remake film Pengabdi Setan yang dirilis di tahun 1980. Joko mengaku melakukan semua kemampuannya agar Rapi Films mengabulkan permintaan ini.

Setiap kali bertemu dengan Produser Rapi Film, Gope Santani, Joko juga melancarkan rayuan. "Di acara apapun kalau ketemu Pak Gope, saya selalu bilang saya ingin remake Pengabdi Setan. Kan hak ciptanya di Rapi Film, harus Rapi yang membuat lagi," katanya.

Usai disetujui, Joko menuangkan idenya dalam skenario hanya dalam 2 minggu. Setelah filmnya tayang mulai 28 September kemarin, Pengabdi Setan ternyata mendapat sambutan bagus dari penonton maupun pengamat film. Hanya dalam waktu empat hari, jumlah penonton film yang dibintangi Tara Basro itu sudah mencapai setengah juta penonton.

Sepertinya Pengabdi Setan bukan hanya akan jadi salah satu karya terbaik Joko Anwar tapi juga yang paling laris. Sebelumnya, Joko yang sangat independen dalam membuat film lebih sering berbicara di ajang festival baik di dalam maupun di luar negeri.

BTS film Pengabdi Setan (Doc: Rapi Films)Meski begitu karya-karya Joko Anwar tak hanya identik dengan film bertema berat tapi ada juga yang ringan dan bernuansa komedi. Berikut ini ada enam karya terbaik Joko Anwar baik sebagai sutradara, penulis skenario maupun produser, di luar film Pengabdi Setan.

Arisan!

1. Arisan!

Poster film ArisanSelain Biola Tak Berdawai, film Arisan! termasuk debut Joko Anwar di dunia film. Di film Arisan! yang dirilis pada 2003, Joko menjadi penulis skenario bersama Nia Dinata. Arisan! ternyata sukses besar setelah film drama-satir ini meraih lima piala Citra di ajang FFI 2004 termasuk untuk Film Terbaik dan cukup banyak mendatangkan penonton.

Janji Joni

2. Janji Joni

Adegan film Janji Joni (2005). (dok. istimewa)

Usai menjadi asisten sutradara di Biola Tak Berdawai (2003), Joko Anwar memulai debutnya sebagai sutradara lewat film Janji Joni (2005) yang dibintangi Nicholas Saputra. Film drama-komedi tentang pengantar rol film ini termasuk sukses dan meski temanya ringan mendapat banyak pujian. Di film yang meraih dua Piala Citra di FFI 2005 ini Joko juga menulis skenarionya.

Kala

3. Kala

“Saya dekat dengan kanker, ada di lingkungan para penderita kanker. Beberapa waktu lalu, kakek saya meninggal dunia karena mengidap kanker juga. Jadi bisa dibilang, ini seperti dalam kehidupan sehari-hari,” aku Fachri Albar. (Deki Prayoga/Bintang.com)

Film Kala (2007) adalah film Indonesia pertama yang bergaya noir dan disebut-sebut para kritikus sebagai lompatan tinggi di perfilman Indonesia. Joko kembali menjadi sutradara dan penulis naskah di film yang meraih dua piala di ajang FFI 2007 ini. Kala yang dibintangi Fachry Albar dan Shanty ini bisa dibilang membuat imej seorang Joko Anwar sebagai pembuat film anti mainstream atau film kelas festival.

Pintu Terlarang

4. Pintu Terlarang

Pintu Terlarang. foto: gde-fon.com

Sebagai penulis dan sutradara, Joko Anwar kembali menuangkan ide-ide ‘liarnya’ lewat film Pintu Terlarang (2009) yang bergenre horor-psikologis. Film yang dibintangi Fachry Albar dan Marsha Timothy ini mendapat banyak pujian dan meraih dua Piala Citra di FFI 2009.

Modus Anomali

5. Modus Anomali

Modus Anomali adalah film thriller Indonesia

Karya terbaik Joko Anwar lainnya adalag Modus Anomali (2012). Film yang dibintangi Rio Dewanto dan Hannah Al Rashid ini memakai judul ‘Ritual’ untuk peredarannya secara internasional. Modus Anomali yang bergenre thriller bercerita tentang seorang pria yang tiba-tiba terpisah dari istri dan anaknya di sebuah hutan.

A Copy of My Mind

6. A Copy of My Mind

Poster A Copy of My Mind. Foto: Twitter

Film A Copy of My Mind (2015) bisa dibilang tipikal film khas Joko Anwar setelah Janji Joni, banyak dipuji kritikus, tayang di festival internasional tapi kurang diminati penonton di negeri sendiri. Film yang dirilis di Indonesia pada Februari 2016 ini lebih dulu diputar di Venice Film Festival 2015 dan Toronto International Film Festival 2015. Film yang dibintangi Chicco Jerikho ini juga meraih tiga piala di FFI 2015, termasuk untuk Tara Basro (Aktris Utama Terbaik) dan Joko Anwar (Sutradara Terbaik).

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading