Sukses

Entertainment

Eksklusif Nirina Zubir, ingin jadi orangtua keren

Fimela.com, Jakarta Predikat baby face sepertinya menjadi dambaan bagi banyak orang, terutama wanita. Dengan sebutan demikian, tentunya seorang wanita merasa dipuji memiliki penampilan awet muda hingga mampu mengkamuflase usia yang sebenarnya. Dan, jika boleh menyebut satu nama yang layak mendapat predikat tersebut ialah Nirina Zubir.

Ya, publik khususnya generasi 90an pasti masih ingat kapan pemilik nama lengkap Nirina Raudhatul Jannah Zubir itu mulai menghiasi dunia hiburan tanah air. Nirina mulai dikenal publik saat menjadi Video Jockey (VJ) MTV Indonesia dengan penampilannya yang mungil serta tatanan rambut yang pendek. Setelah itu, kariernya pun terus meningkat dan mulai mencicipi dunia peran melalui berbagai judul film layar lebar sampai saat ini.

Namun, bukan hanya cemerlangnya perjalanan karier wanita kelahiran Tananarive, Madagaskar, 12 Maret 1980 itu yang patut untuk dikulik, penampilannya yang tetap terlihat awet muda di usianya yang kini sudah menginjak 38 tahun pun rasanya perlu diangkat ke permukaan.

Dan, ketika disinggung menjadi salah satu dari sedikit entertainer tanah air yang layak menyandang predikat 'baby face', ibu dua orang anak itu berceletuk renyah sambil tertawa.

"Awet kecil iya sih, hahaha. Tapi Alhamdulillah, terima kasih kalau lihatnya begitu," ujar Nirina saat berkunjung ke kantor Fimela.com beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, sambil mempromosikan film terbarunya, Nirina Zubir pun mau berbagi sedikit tips terkait penampilannya yang awet muda. Disamping itu, Na, sapaan akrabnya pun menceritakan tentang konsep didik keluarga kecilnya yang kini sudah dikaruniai dua orang anak.

Menikmati Hidup

Tak banyak rahasia yang dibagikan Nirina Zubir saat disinggung tentang penampilannya yang terlihat awet muda. Bukan tak mau berbagi, namun Na memang tak memiliki tips khusus terkait penampilannya. Satu hal yang dia anggap berpengaruh terhadap penampilannya adalah berusaha untuk selalu menikmati hidup apapun situasinya.

***

Sadar nggak sih kalau Nirina Zubir tuh awet muda?

Awet kecil iya sih, hahaha. Tapi alhamdulillah, makasih.

Apa rahasianya? Ada perawatan khusus?

Makan enak, tidur enak, dan hidup bahagia, hahaha.

Bahagia yang seperti apa?

Bahagia juga nggak harus kita punya mobil tertentu, nggak harus punya rumah tertentu, tapi ya enjoy aja lah.

Potongan rambut yang selalu pendek ngaruh nggak sih menurut kamu ke predikat awet muda?Soal rambut, Na sih, I love simplicity aja. Karena pernah rambut panjang dan pendek, ternyata pendek lebih nyaman karena lebih gampang aja. Kalau telat bangun tinggal acak-acak rambut, langsung berangkat. Kalau rambut panjang kan harus di blow, di catok, kalau ini kan kalau rambut tiba-tiba berantakan terus ditanya, 'no its my style'. Hahaha

Kamu sama suami kayaknya sama-sama orangtua yang punya jiwa selalu muda, ke anak-anak gimana?

Pokoknya sama suami janjiannya mau jadi temen anak-anak. Jadi, mau jadi orangtua yang seru dan mencoba tidak menjadi orangtua yang ,'nggak boleh ini, nggak boleh itu'. Tapi lebih, 'kenapa sih kamu mau yang itu?, kenapa kamu mau yang ini?, jadi lebih ngobrol.

Cara seperti itu meneruskan pola didik orangtua kalian dulu atau seperti apa?

Kita kan datang dari orangtuanya yang otoriter, jadi pengen ada perbaikannya di sisi itu aja, pengen lebih komunikatif, pengen berteman, gitu. Dan pengen jadi orangtua yang keren aja.

Dengan pola didik menjadi orangtua yang keren tadi, anak-anak nangkapnya gimana?

Khususnya buat (anak) yang cewek, aku kasih dia buat eksplorasi sekali untuk memberikan ruang, 'mau jadi apa?. Karena for me, perempuan, Na pernah di posisi, di titik yang orang pada takut karena cewek bisa segala macam, malah jadi intimidatif buat laki-laki. Jadi dari pengalaman itu jadi pengen lebih ngasih ke anak perempuan tuh, 'yaudah kamu mau jadi apa?, tapi nggak yang, 'di usia segini harus mencapai ini, ini, ini', nggak. Lebih ke apa yang bikin kamu nyaman, bikin kamu enak, kira-kira ntar pas gede mau jadi apa.

Sejauh ini dengan pola didik yang demikian, anak-anak khususnya yang perempuan udah punya bayangan mau jadi apa?

Dari kemaren sih udah ngomong, 'saya mau jadi guru'. 'Wah, guru apa?'. 'Guru gambar karena saya suka gambar', oke. 'Menurut kamu, kamu bisa dapat duit dari situ nggak?'. 'Bisa', 'oke yaudah, go ahead.

Kalau (anak) laki, mungkin, 'kamu bakal nafkahin orang, cari duit, kerja yang pinter', hahaha. Bakal bayarin anak orang soalnya.

Peran Keluarga dalam berkarier

Mengunjungi kantor Fimela.com dalam rangka mempromosikan film terbarunya berjudul Liam & Laila, Nirina Zubir pun bercerita tentang kesempatan yang ia dapat di seni peran selama ini. Dari semua karakter yang pernah ia mainkan, Na masih memiliki beberapa mimpi untuk melengkapi 'kekayaan rasa' sebagai pemeran watak di industri perfilman tanah air.

***

Saat mendapat tawaran main film, siapa sih orang yang kamu ajak dialog sebelum akhirnya menerima tawaran tersebut?

Kalau kali ini (film Liam dan Laila) sih sebenernya udah pasti orangtua, karena ini kan (ceritanya) mewakili Sumatera Barat, terus my dad itu kan datuk juga kan, jadi maksudnya mau ngasih lihat ini ceritanya gimana, gitu. Amankah untuk Na mainkan karena kan kembali lagi urusannya kan ke orangtua (budaya leluhur).

Dari semua film yang udah kamu mainin, film mana sih yang menurut kamu karakternya, 'gua banget nih'?

Film mana ya, beda sih. Justru Na cari yang beda sama keseharian Na. Tapi mungkin yang akrab sama orang ya Get Married ya, karena kan sampai lima, mungkin orang ngenalin Na ya Get Married. Tapi nggak juga sih, karena udah nikah, udah punya anak, jadi semuanya udah bergeser.

Sudah menikah dan punya dua anak, membatasi atau dibatasi soal kerjaan karena sudah berkeluarga?

Nggak sih. mereka nggak pernah ngelarang. Tapi paling lucu kalau adegan sedih yang teraniaya segala macam, yang nangis duluan itu mereka (anak-anak). Jadi pas premier itu, 'no, don't make my mommy cry', Hahaha. Semua, suami juga nggak bisa lihat aku nangis, anak-anak juga. Jadi pas ada film yang Na teraniaya, nagis gitu, mereka main handphone terus ngobrol. Karena nggak bisa.

Sampai di protes di rumah?

Nggak, mereka nggak pernah protes. Tapi ya itu reaksi aja.

Termasuk aktor yang pilih-pilih peran dalam mengambil sebuah project film?

Nggak pernah milih peran, tapi lebih milih cerita. Kalau ceritanya menurut masuk akal dan believeable dan mewakili orang-orang tertentu Na ambil. Yang penting buat Na itu ceritanya, karakter kan mengalir dari ceritanya.

Peran atau karakter apalagi yang mau dimainin di film?

Sejauh ini yang belum pernah Na mainkan yaa belum pernah ada yang tega ngasih Na karakter antagonis, padahal gua bisa loh, hahaha. Psycho, yang negatif-negatif gitu belum.

Berarti mau ya kalau nanti ada tawaran jadi karakter yang negatif?

Pengen sih karena namanya juga pemeran watak, pemeran karakter itu liburan buat Na, jadi gimana ya rasanya. Na tuh ngerasa dari karakter yang Na mainkan jadi lebih kaya rasa, 'oh dikucilkan tuh gini, yang jadi sombong tuh gini, pemarah tuh gini, melankolis tuh gini', jadi yaa ada punya rasa aja.

Ada aktor yang keberatan saat dapat tawaran jadi karakter yang usianya lebih muda, kalau Nirina gimana?

Saya mah dengan senang hati, 'yes', hahaha. Malah sebenernya sekarang yang Na minta dan tunggu itu memerankan karakter yang lebih tua. Karena maksudnya, yaudah jadi ibu juga ibu muda, mungkin krn fisikal juga. Tapi maksudnya enak juga ya bisa di make up-in yang sebegitunya (jadi orang tua), meranin orang yang jauh lebih tua, karena Na kan belum punya pengalaman dan harus mempelajari. Dan saat Na dapat yang seperti itu, balik lagi jadi lebih kaya rasa.

What's On Fimela
Loading