Sukses

Fashion

Pro Kontra Label Plus Pada Ukuran Busana

Fimela.com, Jakarta Pelabelan pada busana dengan ukuran besar atau plus menimbulkan pro dan kontra. Baik itu label extra large, extended, curvy, super, 12+ apapun itu memberi label pakaian yang melampaui ukuran 12, ternyata menyinggung 68% perempuan di Amerika Serikat yang berbelanja pakaian dalam ukuran ini.

Hal ini juga didukung oleh model Ashley Graham dan Tyra Banks. Mereka vokal menyuarakan ketidaksukaan pada istilah plus dalam mengkategorikan pakaian dan orang. Ashley Graham mengatakan hal tersebut mendiskriminasi, sementara Tyra Banks merasa itu memiliki konotasi negatif.

Istilah ini sudah lama digunakan sebagai penanda untuk ukuran busana yang lebih besar dari 12 atau dikenal dengan 'M'. Selain itu pengelompokan juga biasanya dilakukan toko dan butik yang mengelompokkan produknya berdasarkan ukuran busana. Hal ini seperti sarat akan diskriminasi dan ketidaksukaan pada tubuh gemuk di masyarakat. Untuk itu, istilah ukuran plus pada busana ini sudah mulai ditentang.

Namun ada bagian masyarakat yang tidak melihat hal ini sebagai sebuah hal yang buruk. Dari sini muncul pro kontra terhadap label plus pada busana tersebut. Bahkan bagi sebagian orang, istilah ini bisa menjadi sebutan bermanfaat ketika banyak toko tidak menyediakan busana berukuran besar.

Ketika kelompok busana diberikan label plus, hal ini ternyata membantu perempuan yang menemukan busana dalam ukuran 14 ke atas. Kamu juga akan lebih mudah menemukan toko mana saja yang memiliki busana dengan ukuran plus.

“Benar-benar tidak ada salahnya dalam kata itu. Di sepanjang jalan deretan toko memasang kata plus untuk menginformasikan kepada perempuan dengan ukuran spesial tersebut. Namun karena konotasi yang liar dari sebagian orang, kata ini berubah menjadi hal yang buruk," kata Candice Huffine model asal Amerika Serikat seperti dilansir dari situs Glamour, Kamis (5/9/2019).

 

Label plus biasa digunakan pada industri mode

Istilah ini muncul untuk mewakili industri mode. Label plus menjadi kata yang dirasa tepat untuk mewakili ukuran busana yang besar. Label ini adalah yang paling umum digunakan untuk merujuk pada brand, desainer, dan model.

Candice Huffine menandatangani kontrak dengan agensi model 18 tahun yang lalu, ia mengungkapkan tidak merasa diklasifikasikan sebagai model "ukuran plus". Istilah ini sama sekali tidak menimbulkan makna negatif dalam hal apa pun. Senada dengan Candice Huffine, model dan founder brand busana Henning, Lauren Chan juga merasakan hal yang sama.

“Itu adalah kata yang dengan bangga saya gunakan. Saya merasa seperti itu membedakan saya dari model lain sehingga membuat bangga. Saya berada di daftar ukuran plus bersama model lainnya seperti Ashley Graham dan Candice Huffine. Sangat bangga memiliki ukuran yang mengelompokkan saya dengan mereka," kata Lauren Chan.

 

 

Pro kontra label plus pada busana

Pro kontra ini masih terus terjadi sesuai dengan interpretasi masing-masing individu. Yang  pasti, tentunya semua perempuan di dunia ini tidak ingin dibeda-bedakan dan diklasifikasikan. Dengan atau tanpa istilah plus pada ukuran busana, semua perempuan berhak merasa nyaman dan percaya diri sehingga memberikan karya terbaik untuk masyarakat luas.

#GrowFearless with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Padu Padan Busana dengan Legging Ala Kendall Jenner
Artikel Selanjutnya
2Madison Avenue Pamerkan Busana Bergaya Elektik di New York Fashion Week