Sukses

FimelaMom

Cara Mengenali Rasa Takut Anak secara Alami di Usia Prasekolah

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, di usia prasekolah anak mulai mengenal berbagai emosi, salah satunya rasa takut. Takut pada gelap, ketinggian, suara keras, orang asing, atau berpisah dengan orangtua adalah hal yang wajar. Rasa takut ini merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang anak.

Sebagai orangtua mengenali rasa takut anak sejak dini sangat penting, agar anak merasa aman dan dipahami. Dengan pendekatan yang tepat, anak bisa belajar mengenali dan mengelola perasaannya secara alami.

1. Perhatikan Perubahan Perilaku Anak

Anak prasekolah sering mengekspresikan rasa takut melalui perilaku, bukan kata-kata. Misalnya menjadi lebih rewel, mudah menangis, menempel pada orangtua, atau enggan melakukan aktivitas tertentu. Perubahan ini bisa menjadi tanda bahwa anak sedang merasa takut.

2. Dengarkan Cerita dan Ekspresi Mereka

Anak sering mengungkapkan rasa takut lewat cerita sederhana, seperti takut kegelapan atau membayangkan ada monster di kamar. Cerita ini adalah cara anak menyampaikan perasaannya, meski terdengar tidak masuk akal bagi orang dewasa. Sebab itu, penting bagi orangtua untuk memberi ruang agar anak bisa bercerita dengan bebas.

Dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian tanpa langsung menyela atau menghakimi. Sikap ini membuat anak merasa dihargai dan dipahami. Saat anak merasa aman untuk bercerita, ia akan lebih mudah mengenali dan mengelola rasa takutnya sendiri.

3. Berikan Rasa Aman Lewat Kehadiran Orangtua

Saat anak merasa takut, kehadiran orangtua sangat berarti baginya. Pelukan, sentuhan lembut, atau menemani anak bisa membuatnya merasa lebih tenang dan aman. Dari rasa aman inilah anak perlahan belajar menghadapi ketakutannya.

Hindari mengatakan “jangan takut” atau kalimat lain yang membuat anak merasa diremehkan. Lebih baik akui perasaannya dengan mengatakan bahwa rasa takut itu wajar. Saat perasaannya diterima, anak akan merasa dipahami dan lebih percaya diri.

4. Bantu Anak Menghadapi Takut secara Bertahap

Jika anak merasa takut, hindari memaksanya untuk langsung berani. Ajak anak menghadapi ketakutannya secara perlahan sesuai dengan kesiapan dan usianya. Misalnya temani anak saat takut gelap, sebelum ia terbiasa tidur sendiri tanpa rasa cemas.

Sebagai orangtua, memahami rasa takut anak adalah langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang emosinya. Mendampingi anak secara sabar dan penuh perhatian, anak akan merasa aman dan dihargai. Dari sinilah anak belajar mengenali perasaannya dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading