Sukses

Food

Ini Jenis Snack di Malam Hari yang Bisa Mengacaukan Kualitas Tidur

ringkasan

  • Cokelat, terutama cokelat hitam, diidentifikasi sebagai "The nighttime snack that could be ruining your sleep" karena kandungan stimulan seperti kafein dan theobromine yang mengganggu sistem saraf pusat.
  • Konsumsi cokelat sebelum tidur dapat menyebabkan peningkatan kewaspadaan, detak jantung, dan gangguan siklus REM, yang berujung pada kualitas tidur buruk dan rasa lesu keesokan harinya.
  • Penting untuk memperhatikan pilihan camilan malam, karena stimulan dalam makanan dapat mengurangi kualitas istirahat dan memengaruhi kesehatan serta produktivitas secara keseluruhan.

Fimela.com, Jakarta - Sebuah artikel terbaru dari Independent.co.uk menyoroti kebiasaan camilan malam yang mungkin secara tidak sadar merusak kualitas tidur Anda. Artikel berjudul "The nighttime snack that could be ruining your sleep" ini mengindikasikan bahwa salah satu "camilan favorit Amerika" dapat menjadi penyebab utama di balik malam-malam tanpa tidur.

Meskipun detail lengkap dan kutipan ahli spesifik tidak tersedia secara langsung dalam ringkasan pencarian awal, kata kunci yang terkait dengan artikel tersebut secara jelas menunjukkan bahwa cokelat adalah camilan yang dimaksud. Artikel tersebut mengisyaratkan bahwa "hanya sebatang dari favorit Amerika ini sudah cukup untuk membuat Anda tetap terjaga." Hal ini menggarisbawahi potensi dampak negatif cokelat, terutama jika dikonsumsi menjelang waktu tidur.

Kebiasaan camilan malam ini, meskipun terlihat tidak berbahaya, dapat secara signifikan memengaruhi kualitas istirahat kita. Sahabat Fimela perlu memahami mengapa pilihan makanan sebelum tidur sangat krusial untuk kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Mengapa Cokelat?

Cokelat, terutama cokelat hitam, mengandung kafein dan theobromine, dua stimulan yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan mengganggu siklus tidur. Meskipun cokelat hitam juga mengandung magnesium dan triptofan yang dikenal dapat mendukung tidur, efek stimulan dari kafein dan theobromine seringkali lebih dominan dan mengalahkan manfaat tersebut.

Kafein bekerja dengan cepat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk, sementara theobromine, meskipun merupakan stimulan yang lebih ringan, dapat bertahan lebih lama dalam sistem tubuh. Studi bahkan menunjukkan bahwa theobromine mungkin menjadi disruptor tidur yang lebih signifikan dalam cokelat dibandingkan kafein.

Stimulan ini dapat mencapai puncaknya dalam darah 1 hingga 2 jam setelah dikonsumsi dan tetap aktif hingga 6 jam. Kondisi ini dapat meningkatkan kewaspadaan, mempercepat detak jantung, dan pada akhirnya menunda onset tidur, menjadikan cokelat pilihan yang kurang tepat untuk camilan di malam hari.

Dampak Konsumsi Cokelat Sebelum Tidur pada Kualitas Istirahat

Konsumsi cokelat sebelum tidur dapat menyebabkan gerakan mata cepat (REM) terjadi lebih sering selama tidur, yang pada gilirannya membuat Sahabat Fimela merasa lesu dan kurang segar keesokan paginya. Ini menunjukkan bahwa tidur yang didapat mungkin tidak cukup restoratif dan mendalam.

Penelitian populasi besar mengkonfirmasi bahwa asupan kafein yang lebih tinggi, termasuk yang berasal dari cokelat, terkait erat dengan kemungkinan kurang tidur yang lebih besar. Bahkan, beberapa ahli tidak merekomendasikan cokelat hitam sebagai bantuan tidur, meskipun kandungan magnesium dan antioksidannya bermanfaat untuk kesehatan.

Gangguan tidur yang diakibatkan oleh camilan malam ini tidak hanya memengaruhi tingkat energi di siang hari, tetapi juga dapat berdampak pada tingkat kecemasan dan kesehatan secara keseluruhan. Pilihan makanan sebelum tidur adalah salah satu isyarat terkuat yang digunakan tubuh untuk memutuskan apakah sudah waktunya istirahat atau tetap waspada, sehingga sangat penting untuk diperhatikan.

Pentingnya Kesadaran Memilih Snack Malam Hari

Artikel dari Independent.co.uk ini berfungsi sebagai pengingat penting bagi kita semua untuk lebih memperhatikan pilihan camilan di malam hari. Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung stimulan sebelum tidur dapat secara signifikan mengurangi kualitas istirahat kita, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan dan produktivitas sehari-hari.

Kualitas camilan yang dikonsumsi ternyata lebih penting daripada kuantitas atau frekuensinya. Oleh karena itu, memilih camilan berkualitas tinggi daripada camilan olahan sangatlah bermanfaat. Selain itu, waktu konsumsi juga krusial, karena ngemil larut malam terbukti tidak baik untuk kesehatan dan dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading