Sukses

Health

7 Cara untuk Membantu Mengatasi Migrain saat Melihat Layar

Fimela.com, Jakarta Migrain saat melihat layar bisa menjadi tantangan tersendiri, karena kebanyakan dari kita pasti menghabiskan banyak waktu di depan layar. Kita menghabiskan banyak waktu bekerja di depan komputer, tablet, televisi, dan ponsel, yang bisa menjadi pemicu migrain.

Migrain adalah penyakit saraf yang menyebabkan segala macam gejala. Salah satu yang paling umum adalah sensitivitas cahaya, yang meningkatkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Dilansir dari glamourmagazine.co.uk, berikut ini adalah beberapa cara membantu mengatasi migrain saat melihat layar. Penasaran?

1. Menyaring cahaya biru

Penelitian menunjukkan bahwa cahaya biru bisa mengintensifkan nyeri migrain dibandingkan dengan cahaya hijau atau putih. Cobalah kacamata khusus untuk menyaring cahaya biru yang menyaring beberapa panjang gelombang cahaya, yang berkontribusi terhadap ketegangan mata.

Atau atur ponselmu ke mode Night Shift, yang mengubah tampilannya untuk menggunakan nada yang lebih hangat dan memancarkan lebih sedikit cahaya biru. Cara ini juga bisa dilakukan di komputer.

 

 

2. Singkirkan pencahayaan overhead yang keras

Lampu neon biasanya terlalu terang dan keras, bisa memperburuk sakit kepala, jadi pilihlah lampu jenis lain. Umumnya, lampu pijar adalah pilihan yang lebih baik daripada lampu neon dan lampu LED. Lampu dengan warna kuning atau keemasan yang hangat mungkin akan lebih nyaman, daripada lampu dengan warna yang lebih dingin, seperti putih atau biru.

3. Sesekali alihkan pandangan dari layar

Istirahat berkala dari semua layar bisa memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat. Ambil waktu sekitar 5 menit dari menatap komputer atau ponsel setiap 45 menit atau lebih.

Saat istirahat, gunakan waktu untuk melakukan peregangan otot, membantu mengatasi migrain dengan mengendurkan otot, yang memberi sinyal ke saraf agar tidak teriritasi. Ketegangan mata juga pemicu migrain, jadi coba jauhkan pandangan dari layar pada sesuatu yang berjarak sekitar 20 kaki selama total 20 detik setiap 20 menit.

4. Kurangi waktu menatap layar secara keseluruhan

Waktu layar bisa memperburuk ketidaknyamanan dan memicu migrain. Coba batasi waktu penggunaan layar untuk hal-hal penting saja, seperti rapat virtual.

5. Terbuka kepada atasan tentang kebutuhanmu

Beristirahat dan mengganti pencahayaan bisa melibatkan peran orang lain untuk memahami kebutuhan tersebut. Atau minta dokter catatan medis yang menjelaskan bahwa kamu menderita migrain dan mengalami sensitivitas cahaya, yang bisa sangat membantu di tempat kerja.

6. Waspadai pemicu yang lain

Migrain bisa dipicu oleh berabgai hal, seperti perubahan tidur, cuaca, kadar hormon, makanan, stres, dan rangsangan seperti lampu terang atau berkedip. Salah satu cara terbaik adalah mengetahui pemicunya dan mencoba meminimalisir pemicu ini sebanyak mungkin.

7. Jangan takut minum obat ketika kamu membutuhkannya

Bagi sebagian orang, obat pereda nyeri yang dijual bebas sangat membantu saat diminum di awal gejala. Tapi jika ini tidak berhasil untukmu, temui dokter untuk merekomendasikan obat.

Obat ini dimaksudkan untuk bekerja dengan cepat mengurangi rasa sakit dan gejala, seperti sensitivitas cahaya. Dokter bisa membantu menemukan obat yang tepat dan merekomendasikan perawatan yang bisa membantu mencegah migrain sejak awal, jika obat ini tidak mengatasi masalah tersebut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading