Sukses

Health

Pentingnya Skrining sebagai Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Reproduksi Kanker Serviks

Fimela.com, Jakarta Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia masih membutuhkan perhatian berbagai pihak. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan reproduksi merupakan kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial yang utuh, dan bukan lah bebas dari penyakit atau cacat yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan operasi reproduksi.

Masalah reproduksi tidak dapat dipisahkan dari seksualitas dan tubuh manusia yang melibatkan masalah biologis bagi perempuan. Perempuan mengalami berbagai perubahan tubuh dalam setiap fase kehidupan. Mulai dari fase anak-anak menuju remaja yang ditandai dengan perubahan hormon dan datang bulan, perubahan fase remaja menuju dewasa dengan kematangan organ reproduksi, mengandung, melahirkan hingga menuju usia lanjut.

Berbagai perubahan dalam setiap fase kehidupan yang dialami perempuan membuatnya rentan akan risiko penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi. Hal tersebut juga berkaitan dengan gaya hidup masa kini, seperti berkembangnya akses media sosial yang mendorong perilaku seks bebas dan lain sebagainya. Terdapat beberapa jenis masalah kesehatan yang bisa terjadi pada organ reproduksi perempuan, seperti keputihan, endometriosis, PCOS, hingga kanker serviks.

Kanker Serviks

Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami perempuan di Indonesia adalah kanker serviks. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, kanker serviks merupakan jenis kanker yang terjadi pada leher rahim perempuan. Kanker ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV) yang menyerang sel-sel leher rahim.

Pada tahun 2022, diketahui kanker serviks menempati urutan kedua terbanyak dengan jumlah kasus 36.633 kasus atau 9,2 persen dari total kasus kanker di Indonesia. Sebanyak 95 persen kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV yang ditularkan melalui hubungan seksual. Selain itu terdapat sejumlah faktor risiko kejadian kanker serviks, antara lain perilaku seksual berganti-ganti pasangan, berhubungan seksual sebelum usia 20 tahun, merokok, dan sebagainya.

Beberapa gejala kanker serviks antara lain pendarahan tidak normal, keputihan berbau, nyeri panggul yang tidak biasa, dan penurunan berat badan drastis. Namun, gejala kanker serviks tersebut umumnya terlihat saat kanker sudah memasuki stadium lanjut, sehingga peluang hidup yang dimiliki penyintas kanker serviks menjadi semakin kecil.

Pentingnya skrining

Sebenarnya, perjalan penyakit kanker membutuhkan waktu lama, sehingga kanker serviks dapat dicegah dengan menemukannya sedini mungkin melalui skrining kanker serviks seperti papsmear, inspeksi visual asam asetat (IVA), tes HPV DNA, HPV mRNA, bahkan kini ada metode yang cukup dilakukan dengan pemeriksaan urin. Skrining sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan agar potensi kanker dapat ditangani sesegera mungkin.

WHO merekomendasikan pemberian vaksinasi HPV pada perempuan sejak berusia di bawah 15 tahun. Sebab, semakin dini pemberian vaksinasi HPV dilakukan, akan semakin efektif dalam mencegah kanker serviks. Saat ini, cakupan skrining kanker serviks di Indonesia hanya sebesar 7% dari target capaian sebesar 70%. Pada perempuan yang sudah aktif secara seksual atau sekitar di atas umur 21 tahun, disarankan untuk melakukan skrining kanker serviks setiap satu tahun sekali.

Oleh karena hal tersebut, First Care ingin memberikan pendampingan kesehatan kepada para perempuan Indonesia sejak masih dalam tahap anak-anak hingga usia senja. First Care menyediakan fasilitas pencegahan dan skrining pra-kanker yang nyaman untuk kanker serviks. First Care menyediakan pelayanan yang nyaman dan homie, dengan alat-alat berteknologi canggih yang mendukung upaya preventif kanker serviks. Sehingga, setiap perempuan dapat melakukan serangkaian prosedur untuk mendeteksi lebih awal keberadaan kanker serviks dalam tubuhnya.

 

Penulis: Maritza Samira.

#BreakingBoundariesOktober

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading